Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Jefry Romdhony Fraksi Gerindra DPR: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 2026

Komisi III DPR RI Bentuk Tim Pengawas dan Panja Awasi Penanganan Perkara oleh Kortastipidkor Polri

Juli 11, 2026

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป AS Kembali Serang Iran, Teheran Bombardir Bahrain dan Kuwait
Headline

AS Kembali Serang Iran, Teheran Bombardir Bahrain dan Kuwait

RedaksiBy RedaksiJuni 28, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
AS melancarkan gelombang kedua serangan udara terhadap sejumlah target militer Iran atas arahan Presiden Donald Trump (Foto: AP Photo)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat, setelah militer AS melancarkan gelombang kedua serangan udara terhadap sejumlah target militer Iran atas arahan Presiden Donald Trump.

Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan ke Bahrain dan Kuwait, memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan gencatan senjata kedua negara berada di ambang kegagalan.

Serangan terbaru terjadi hanya beberapa hari, setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata sementara.

Namun, aksi saling serang kembali terjadi menyusul insiden terhadap kapal tanker minyak di kawasan Teluk Persia.

Baca juga:

Hikmahanto Sebut Perdamaian di Timur Tengah Belum Permanen, Meski AS-Iran Teken MoU

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan udara menargetkan infrastruktur pengawasan militer Iran, sistem komunikasi, fasilitas pertahanan udara, gudang penyimpanan drone, serta kemampuan penebar ranjau.

Menurut militer AS, operasi tersebut merupakan respons atas serangan terhadap kapal tanker berbendera Panama, Kiku, yang mengangkut minyak mentah milik perusahaan energi nasional Qatar. Kapal itu diserang saat melintasi kawasan Teluk Persia pada Sabtu.

Melalui unggahan di Truth Social, Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat menyerang fasilitas rudal, drone, dan radar pantai Iran karena menilai Teheran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

“Kami telah menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pantai karena melanggar perjanjian gencatan senjata, lagi!” tulis Trump dilansir dari AP News, Minggu (28/6/2026).

Trump memperingatkan, Washington dapat mengambil langkah militer yang lebih besar apabila situasi terus memburuk.

“Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi,” tulisnya.

Militer AS menyebut, Iran sebenarnya memiliki kesempatan untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata, tetapi memilih melanjutkan aksi militer setelah menyerang kapal tanker tersebut.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan ledakan terjadi di wilayah utara Selat Hormuz, tidak lama setelah serangan udara Amerika Serikat.

Beberapa jam kemudian, militer Kuwait mengklaim berhasil mencegat rudal dan drone Iran yang mengarah ke wilayahnya. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Di Bahrain, Kementerian Luar Negeri menyatakan sejumlah drone Iran juga menargetkan wilayah negaranya. Pemerintah Bahrain menyebut serangan itu sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menyerang sejumlah lokasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk balasan. Namun, mereka tidak mengungkap lokasi yang menjadi sasaran.

Di tengah eskalasi tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin negosiasi dengan Iran meminta Teheran kembali ke meja perundingan.

“Iran harus mengangkat telepon jika ada perbedaan mengenai perjanjian gencatan senjata. Namun, kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” kata Vance melalui media sosial.

Di sektor maritim, Pusat Informasi Maritim Gabungan yang diawasi Angkatan Laut AS memperluas jalur pelayaran di dekat pantai Oman guna mengurangi risiko gangguan terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Meski demikian, Iran menegaskan, seluruh kapal tetap harus mematuhi aturan yang diberlakukan Teheran di kawasan tersebut. Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, bahkan menegaskan bahwa Iran memiliki kewenangan mengatur lalu lintas di Selat Hormuz.

Pusat Informasi Maritim Gabungan memperingatkan ancaman terhadap kapal-kapal komersial masih berada pada level tinggi. Para pelaut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan ranjau laut serta operasi militer yang masih berlangsung di sekitar Selat Hormuz. (awn)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 2026

Ketua Parlemen Iran Terima Kunjungan Kenegaraan Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Juli 12, 2026

Kampung Nelayan Merah Putih Sinjai Diproyeksikan Jadi Percontohan Nasional

Juli 12, 2026
Berita Terkini

Jefry Romdhony Fraksi Gerindra DPR: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 20262 Views

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 20261 Views

Masih Dibahas, Baleg DPR: Tidak Benar RUU Perampasan Aset Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2026

Juli 12, 20262 Views

Udang Kebumen Tembus Pasar AS, Darori Komisi IV DPR F-Gerindra Soroti Dampaknya bagi Warga

Juli 12, 20265 Views

Ketua Parlemen Iran Terima Kunjungan Kenegaraan Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Juli 12, 202630 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Komisi II DPR Usul Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Juli 6, 2026301 Views

DPR: Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Harus Lewat UU, Tak Bisa Diputuskan DPRD

Juli 7, 2026255 Views

Prof Sufmi Dasco Ahmad, Politikus Senyap yang Menjembatani Stabilitas Politik Nasional

Juli 3, 202653 Views
Pilihan Editor

Jefry Romdhony Fraksi Gerindra DPR: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 2026

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 2026

Masih Dibahas, Baleg DPR: Tidak Benar RUU Perampasan Aset Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2026

Juli 12, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?