MataParlemen.id- Ketua Parlemen Iran, Yang Mulia Dr. Mohammad Bagher Ghalibaf, menerima kunjungan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Yang Mulia H. Ahmad Muzani, di Iran.
Informasi tersebut disampaikan Kedutaan Besar Iran di Indonesia (Iran Embassy in Indonesia) dalam unggahannya di akun X @IraninIndonesia, Sabtu (11/7/2026) sore.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian ziarah delegasi tingkat tinggi Republik Indonesia yang berziarah ke makam Pemimpin Syahid Republik Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, di Kompleks Makam Suci Imam Reza (AS), Kota Mashhad.
Muzani berada di Iran bersama delegasi tingkat tinggi RI untuk hadir dalam pemakaman pemimpin besar Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Baca juga:
Ali Khamenei syahid dalam serangan besar-besaran Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran pada awal Ramadhan lalu.
Delegasi tersebut terdiri atas Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hubungan dan Kerja Sama Internasional Prof. Dr. Syafiq A. Mughni.
Menurut unggahan Kedutaan Besar Iran tersebut, Setibanya di Kompleks Makam Suci Imam Reza (AS) delegasi tingkat Indonesia yang dipimpin Ketua MPR RI Ahmad Muzani diterima oleh Penjaga Utama kompleks tersebut, Ayatollah Ahmad Marvi.
Dalam kesempatan itu, delegasi Indonesia menyampaikan penghormatan terakhir dan memanjatkan doa bagi almarhum Ayatollah Sayyid Ali Khamenei. Makam beliau berada di kawasan Kompleks Makam Suci Imam Reza (AS), salah satu pusat ziarah keagamaan terpenting di Iran yang dikunjungi para peziarah dari berbagai negara.
Usai berziarah, Ketua MPR RI Ahmad Muzani melakukan kunjungan kenegaraan bilateral. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan kawasan, pentingnya perdamaian, serta hubungan bilateral antara Iran dan Indonesia.
Dalam unggahan Kedutaan Besar Iran di akun X tersebut, Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak pernah menginginkan perang, namun rakyat Iran tidak akan menyerah terhadap tekanan dan kezaliman. Ia juga menyatakan bahwa hanya pihak yang memiliki kesiapan untuk mempertahankan diri yang dapat bernegosiasi dengan Amerika Serikat dari posisi yang kuat.
Ghalibaf menambahkan bahwa Iran akan terus menjaga kesiapan pertahanannya dan akan merespons secara tegas setiap pelanggaran terhadap kesepakatan yang ada. Ghalibaf juga menyerukan agar negara-negara Muslim memperkuat persatuan dalam menghadapi tantangan bersama.
Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa rakyat Indonesia memiliki rasa empati yang mendalam terhadap rakyat Iran. Ia menegaskan bahwa kunjungannya merupakan bentuk solidaritas Indonesia serta berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat berkontribusi pada terwujudnya perdamaian.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan rakyat Iran tidak akan menyerah terhadap tekanan maupun apa yang ia sebut sebagai kezaliman.
“Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak pernah menginginkan perang, namun rakyat Iran tidak akan menyerah terhadap tekanan dan kezaliman,” tulis Kedutaan Besar Iran dalam unggahannya.
Menurut Ghalibaf, hanya pihak yang memiliki kesiapan untuk mempertahankan diri yang dapat bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) dari posisi yang kuat.
Ia juga menyatakan Iran akan terus menjaga kesiapan pertahanannya dan merespons secara tegas setiap pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dibuat.
Selain itu, Ghalibaf mengajak negara-negara Muslim memperkuat persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan bersama.
Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan rakyat Indonesia memiliki empati yang mendalam terhadap masyarakat Iran.
Muzani mengatakan kunjungannya merupakan bentuk solidaritas Indonesia sekaligus berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat berkontribusi pada terwujudnya perdamaian. (har)


