MataParlemen.id – Tim SAR gabungan kembali menelusuri perairan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Sertung, Banten, untuk mencari tujuh orang yang hilang dari kapal Arupadhatu 1. 

Gubernur Banten Andra Soni turut berada di kapal pendukung selama proses pencarian, Jumat (11/9/2026).

Andra Soni mengatakan, penelusuran dimulai dengan mengitari Pulau Rakata, kemudian dilanjutkan ke Pulau Sertung. 

Tim juga berkoordinasi untuk mengerahkan dua perahu karet berjenis rigid inflatable boat (RIB) ke sekitar Pulau Rakata.

Kapal yang ditumpangi Andra Soni bertugas sebagai kapal pendukung apabila terjadi kendala selama proses pencarian. Namun, dari penelusuran tersebut, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan tujuh orang yang masih hilang.

“Di pulau tersebut tidak melihat objek yang mengarah pada keberadaan korban berdasarkan pengamatan secara langsung dari kapal pendukung,” kata Gubernur Andra Soni kepada wartawan Jum’at (11/9/2026).

Proses pencarian menghadapi keterbatasan karena radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau masih masuk wilayah siaga. Aktivitas di kawasan tersebut dibatasi, tetapi personel dengan kemampuan dan peralatan sesuai standar tetap dapat melakukan pencarian dalam kondisi kedaruratan.

Andra Soni mengatakan, operasi pencarian dilakukan selama tujuh hari sesuai ketentuan. Perpanjangan waktu pencarian masih dimungkinkan, dengan keputusan berada pada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebagai tim inti operasi SAR gabungan.

“Imbauan kepada masyarakat untuk menjauhi kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau terus dilakukan sejak status siaga ditetapkan. Imbauan tersebut diperkuat ketika erupsi berlangsung terus-menerus selama 24 jam pada 4 hingga 5 September 2026,” lanjutnya.

Aktivitas erupsi kemudian sempat berhenti, tetapi kembali terjadi dalam beberapa kesempatan dengan durasi yang relatif singkat. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan pencarian di sekitar perairan Pulau Rakata dan Pulau Sertung.

Operasi SAR gabungan masih dilanjutkan untuk mencari tujuh orang yang belum ditemukan. (erc)

Share.
Exit mobile version