MataParlemen.id – Bantuan sosial (bansos) yang dinilai tepat sasaran dan program makan bergizi gratis (MBG) menjadi dua alasan utama kepuasan responden terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Hal tersebut terungkap dalam survei terbaru Poltracking Indonesia yang dirilis Senin (19/10/2026).
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda Rasyid mengatakan bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran menjadi alasan kepuasan dengan persentase 16,5%, disusul program MBG sebesar 15%. “Dua alasan puas paling dominan karena bantuan pemerintah tepat sasaran dengan 16,5% dan program MBG dengan 15%,” kata Hanta dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Berdasarkan survei yang berlangsung pada 30 September hingga 7 Oktober 2026, sebanyak 55,3% responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Angka tersebut merupakan gabungan responden yang memberikan penilaian sangat puas dan cukup puas terhadap kinerja pemerintah selama 2 tahun terakhir.
“Sebanyak 55,3% publik mengatakan puas, yakni gabungan sangat puas dan cukup puas, terhadap kinerja pemerintah,” ujar Hanta.
Selain mengukur tingkat kepuasan, Poltracking juga meneliti tingkat kepercayaan responden terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Hasilnya, sebanyak 64,8% responden menyatakan percaya kepada pemerintah. Angka tersebut lebih tinggi 9,5 poin persentase dibandingkan tingkat kepuasan yang tercatat sebesar 55,3%.
“Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kepuasan publik. Artinya, keyakinan masyarakat terhadap pemerintah masih lebih tinggi,” katanya.
Temuan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan antara penilaian responden terhadap kinerja pemerintah dan tingkat kepercayaan mereka kepada pemerintahan Prabowo-Gibran.
Poltracking Indonesia melakukan survei nasional pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Komposisi responden terdiri atas 50% laki-laki dan 50% perempuan. Populasi survei mencakup warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Pemilihan sampel menggunakan metode pengambilan sampel acak bertahap (multistage random sampling). Sementara itu, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih kepada responden yang telah dipilih secara acak, dengan dukungan teknologi aplikasi.
Dalam pelaksanaannya, setiap pewawancara bertugas mewawancarai 10 responden pada setiap desa atau kelurahan terpilih. Survei tersebut memiliki margin kesalahan (margin of error) sekitar ±2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil survei Poltracking ini menjadi gambaran penilaian responden terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran menjelang genap 2 tahun masa pemerintahan pada 20 Oktober 2026. Hasil survei, termasuk angka kepuasan 55,3%, kepercayaan 64,8%, serta alasan bansos dan MBG, juga dilaporkan dalam publikasi 19 Oktober 2026. (hsu)

