Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 2026

Pratikno : Wajib Halal Dukung Daya Saing Industri Dalam Negeri

September 26, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » DPR Minta Intervensi 4,5 Juta Ton Beras Bulog Berdampak Nyata Harga Pasar
DPR

DPR Minta Intervensi 4,5 Juta Ton Beras Bulog Berdampak Nyata Harga Pasar

RedaksiBy RedaksiSeptember 20, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan, menilai besarnya intervensi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sepanjang 2026 menunjukkan pemerintah memiliki instrumen kuat untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan.

Dengan tambahan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta kelanjutan bantuan pangan hingga akhir tahun, penggunaan CBP pada 2026 diproyeksikan mendekati 4,5 juta ton.

“Empat setengah juta ton adalah angka yang sangat besar. Ini menunjukkan negara hadir dan memiliki kekuatan stok untuk menjaga masyarakat. Sekarang yang perlu kita pastikan adalah setiap beras yang keluar dari gudang benar-benar terasa manfaatnya pada harga yang dibayar rakyat,” kata Johan di Jakarta, pada Sabtu (19/9/2026).

Berdasarkan data Bulog hingga 16 September 2026, realisasi beras SPHP mencapai 799.593 ton atau 96,57% dari target awal 828 ribu ton. Sementara bantuan pangan periode Februari-Maret telah tersalurkan sekitar 662.867 ton dan periode Juli-September sekitar 618.581 ton.

Dari tiga penugasan tersebut, sekitar 2,08 juta ton beras telah didistribusikan kepada masyarakat. Pada saat yang sama, stok Bulog masih berada di kisaran 4,6 juta ton.

Johan pun mengapresiasi kuatnya stok dan percepatan penyaluran tersebut. Menurutnya, kondisi itu memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan intervensi berdasarkan kondisi harga di masing-masing daerah.

“Stok kita kuat, berasnya tersedia, jaringan Bulog juga tersebar sampai daerah. Ini modal yang sangat baik. Tahap berikutnya adalah membuat intervensinya semakin presisi: berapa ton masuk ke suatu daerah, harga sebelum intervensi berapa, dan setelah SPHP masuk harga turun berapa rupiah,” ujarnya.

Sementara, data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan rata-rata harga beras medium nasional per 13 September berada di Rp 13.669/kg. Angka tersebut turun 0,03% dibandingkan sepekan sebelumnya. Sementara harga beras premium berada di Rp 16.166/kg atau turun 0,02%.

Inflasi beras tahunan pada Agustus juga melandai menjadi 2,77% dari 3,10% pada bulan sebelumnya.

Karena itu, Johan menilai tren penurunan tersebut merupakan perkembangan positif yang perlu diperkuat. Dia mendorong pemerintah tidak hanya mengukur keberhasilan SPHP dari jumlah beras yang disalurkan, tetapi juga dampaknya terhadap harga.

“Selama ini kita sangat terbiasa berbicara berapa ton SPHP yang tersalurkan. Saya ingin kita maju satu langkah. Setiap 100 ribu ton SPHP yang kita gelontorkan, harga beras turun berapa rupiah per kilogram? Kalau ukuran itu kita punya, kita bisa mengetahui daerah mana yang intervensinya efektif dan daerah mana yang distribusinya masih perlu diperbaiki,” kata Johan.

Menurut Johan, pengukuran tersebut penting karena program SPHP menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar. Untuk alokasi 828 ribu ton yang dimulai Maret 2026, Bapanas mencatat anggaran subsidi harga sebesar Rp 4,97 triliun.

Sementara kebutuhan anggaran tambahan untuk 1 juta ton masih dalam proses penghitungan dan pengajuan ABT.

“Karena uang negara yang digunakan sangat besar, manfaatnya juga harus bisa kita ukur dengan terang. Berapa rupiah subsidi yang dikeluarkan, berapa kilogram beras yang sampai ke masyarakat, dan bagaimana dampaknya terhadap harga. Di situlah prinsip value for money dalam kebijakan pangan bisa kita wujudkan,” kata Johan.

Untuk itu, Johan menegaskan tujuan utama kebijakan tersebut adalah memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjaga agar petani memperoleh harga yang layak.

“Kita berbicara 4,5 juta ton, stok 4,6 juta ton, dan intervensi senilai triliunan rupiah. Tetapi bagi sebuah keluarga, ukurannya jauh lebih sederhana: ketika datang ke pasar, berapa harga beras yang harus mereka bayar. Saya ingin kekuatan negara yang besar itu semakin terasa sampai ke meja makan keluarga Indonesia,” pungkasnya.(erc).

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 2026

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 2026

Komisi II DPR Resmi Bentuk Panja RUU Pemilu

September 30, 2026
Berita Terkini

Dirjenpas Mashudi Mundur Dari Jabatannya Usai Lapas Mewah Cibinong

Oktober 1, 20260 Views

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 20261 Views

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 20260 Views

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 20260 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Dirjenpas Mashudi Mundur Dari Jabatannya Usai Lapas Mewah Cibinong

Oktober 1, 2026

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 2026

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?