Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Pratikno : Wantimpres Diisi Tokoh-Tokoh Nasional Berpengalaman

Oktober 3, 2026

Ariawan Titip Pesan ke KWP: Jaga Persatuan, Rawat Soliditas

Oktober 2, 2026

Kemendagri Perkuat Koordinasi dengan Pemda Percepat Implementasi Wajib Halal

September 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Saan Mustofa Respon Pidato AHY Soal Kekuasaan Jangan Saling Tafsir Di Internal Koalisi
Peristiwa

Saan Mustofa Respon Pidato AHY Soal Kekuasaan Jangan Saling Tafsir Di Internal Koalisi

RedaksiBy RedaksiSeptember 9, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa, menanggapi pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyinggung soal kekuasaan yang bersifat sementara.

Pernyataan AHY tersebut sebelumnya menimbulkan beragam penafsiran di tengah dinamika politik nasional.

Saan mengatakan perbedaan tafsir terhadap pernyataan politik merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar para pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi dapat menyampaikan pernyataan politik yang memperkuat kekompakan internal.

“Ya menurut saya bahwa interpretasi terhadap statement tersebut, ada multi-interpretasi, multi-tafsir itu hal yang biasa,” kata Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, setiap pimpinan partai dalam koalisi perlu menyampaikan pernyataan yang jelas agar tidak menimbulkan penafsiran berbeda-beda di antara anggota koalisi.

“Makanya semua pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi hendaknya memberikan sebuah pernyataan politik atau statement politik yang bisa membuat situasi atau kekompakan di internal koalisi,” ujarnya.

Saan berharap pernyataan para pimpinan partai dapat dipahami dengan tafsir yang sama sehingga tidak memicu suasana yang kurang kondusif di internal koalisi.

“Supaya tidak saling menafsirkan satu sama lain, tafsirnya bisa sama, bukan tafsir yang beda-beda yang itu membuat nanti suasana menjadi kurang kondusif di internal koalisi,” katanya.

Lebih lanjut, Saan menyinggung soal periodisasi masa jabatan yang menurutnya telah diatur dalam konstitusi.

“Masa jabatan itu kan ada periodisasinya. Maksimal kan dua periode, dan itu kan sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar,” kata dia.

Sedangkan terkait pernyataan AHY, Saan menegaskan bahwa NasDem menghormati sikap politik yang disampaikan Partai Demokrat.

“Nah, terkait dengan pernyataan dari Ketua Umum Partai Demokrat, tentu itu merupakan sikap, sikap politik. Dan tentu sebagai sebuah sikap politik sebuah partai, kita menghormati dan menghargai saja,” ujarnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat AHY, menyatakan bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang dapat dimiliki secara permanen. 

Menurutnya, setiap jabatan merupakan amanah yang diberikan rakyat dan memiliki masa berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat memberikan pidato dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY.

AHY mengatakan, pergantian kekuasaan dan jabatan merupakan bagian dari proses demokrasi. Karena itu, setiap kader Demokrat harus memahami bahwa posisi politik pada akhirnya akan berganti seiring berjalannya waktu.

Ia juga mengingatkan bahwa berakhirnya masa jabatan tidak berarti berakhir pula kewajiban untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Para pejuang Demokrat di seluruh Tanah Air, kekuasaan datang dan pergi. Jabatan ada waktunya. Pemilu memiliki siklusnya. Tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai,” tutur AHY.. (erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Threshold 5 Persen Mengancam Partai Baru? Sekjen PRI: Jangan Sampai Suara Rakyat Tak Terwakili

Oktober 1, 2026

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

1527 Kasus Influenza Tercatat di Indonesia : DKI Dan Jabar Tertinggi

September 30, 2026
Berita Terkini

Pratikno : Wantimpres Diisi Tokoh-Tokoh Nasional Berpengalaman

Oktober 3, 20261 Views

Golkar Usul Pemisahan Pilpres Dan Pileg Dalam RUU Pemilu

Oktober 2, 20260 Views

KPK Panggil 4 Saksi Swasta Kasus Korupsi ATR/BPN

Oktober 2, 20260 Views

Ariawan Titip Pesan ke KWP: Jaga Persatuan, Rawat Soliditas

Oktober 2, 20263 Views

Presiden Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan Sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

Oktober 2, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 20265 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Ariawan: MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

September 27, 20264 Views
Pilihan Editor

Pratikno : Wantimpres Diisi Tokoh-Tokoh Nasional Berpengalaman

Oktober 3, 2026

Golkar Usul Pemisahan Pilpres Dan Pileg Dalam RUU Pemilu

Oktober 2, 2026

KPK Panggil 4 Saksi Swasta Kasus Korupsi ATR/BPN

Oktober 2, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?