Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Tegaskan Pentingnya Rawat Persatuan Dan Persaudaraan

Agustus 14, 2026

Evita Nursanty : DPR Dan Pemprov Dorong Tata Kelola Berkelanjutan Di Kawasan 3 Gili

Agustus 14, 2026

Di Sidang Tahunan MPR RI, Presiden Prabowo Beberkan Capaian 21 Bulan Pemerintahan

Agustus 14, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Sri Sultan HB X Luncurkan Buku Trilogi Takhta, Darma, & Karsa,  Pemikiran Bapak Pramuka Indonesia
Peristiwa

Sri Sultan HB X Luncurkan Buku Trilogi Takhta, Darma, & Karsa,  Pemikiran Bapak Pramuka Indonesia

RedaksiBy RedaksiAgustus 14, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Di tengah tantangan krisis karakter, pragmatisme, dan derasnya disrupsi digital, pemikiran serta keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX kembali dihadirkan untuk menjawab kebutuhan generasi muda Indonesia masa kini.

Melalui peluncuran buku “Takhta, Darma, & Karsa: Pemikiran, Karya, dan Keteladanan Bapak Pramuka Indonesia Sri Sultan Hamengku Buwono IX”, Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan keluarga besar Gerakan Pramuka, untuk tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi menghidupkan kembali semangat pengabdian yang diwariskan Sri Sultan HB IX.

Buku tersebut diluncurkan pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Auditorium Sukarman, Lantai 2, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. Sri Sultan Hamengku Buwono X berkenan meluncurkan buku yang disusun sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan pendidikan kepramukaan.

Sebagai pembicara kunci, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya buku ini sebagai rujukan utama pendidikan karakter dan kebijakan integrasi kepramukaan berbasis sekolah di tanah air.

Mendikdasmen juga menegaskan bahwa keimanan kepada Tuhan merupakan salah satu hal yang membedakan Pramuka Indonesia dengan kepanduan yang lain, yang tertuang dalam Dasa Darma.

Buku ini diterbitkan oleh Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas bekerja sama dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY), ditulis oleh Dr. Harto Juwono, M.Hum. dan Anis Ilahi Wahdati, M.Si.

Penerbitan buku ini juga didukung oleh Perpustakaan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia, Masyarakat Sejarawan Indonesia, dan Penerbit Andi Offset Yogyakarta.

Buku Takhta, Darma, & Karsa tidak hadir sebagai biografi yang sekadar mengisahkan perjalanan hidup seorang tokoh. 

Buku ini merupakan historiografi gagasan, karya, dan filosofi kepemimpinan Sri Sultan HB IX, khususnya dalam membangun Gerakan Pramuka sebagai instrumen pendidikan karakter dan pembangunan bangsa.

Trilogi Takhta, Darma, & Karsa menjadi gagasan utama buku ini: takhta adalah instrumen kekuasaan, darma adalah pengabdian, sedangkan karsa adalah kehendak luhur yang menggerakkan keduanya untuk kepentingan rakyat dan kedaulatan bangsa.

Dengan demikian, kekuasaan tidak ditempatkan sebagai tujuan, melainkan sebagai sarana untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Pramuka, dalam pemikiran Sri Sultan HB IX, harus hadir menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Dalam pidato legendarisnya di Tokyo pada tahun 1971 berjudul “Scout Action for Community Development”, beliau mengubah kiblat kepanduan dunia dengan memindahkan ruang belajar dari sekadar rekreasi petualangan hutan (woodcraft) menjadi bakti nyata pembangunan masyarakat pedesaan (community/rural development).

Gagasan tersebut mendapat pengakuan internasional melalui penganugerahan Bronze Wolf Award, penghargaan tertinggi dalam gerakan kepanduan dunia, kepada Sri Sultan HB IX pada tahun 1973.

Bagi Sri Sultan Hamengku Buwono X, warisan Sri Sultan HB IX harus diteruskan bukan dengan sekadar menjaga bentuk-bentuk lama, melainkan dengan menghidupkan nilai dan semangat yang mendasarinya.

Menurutnya, sebuah buku pada hakekatnya adalah menahan peradaban agar tidak segera berlalu. Laku dan keteladanan seorang manusia jawa, yang dipercaya sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

Pihaknya menegaskan bahwa takhta, sejatinya bukan privilege, melainkan tanggung jawab, karsa bukan ambisi pribadi tapi kehendak mengabdi dengan tulus.

Sultan berharap, buku ini menjadi jangkar bagi anggota pramuka di seluruh Indonesia, menghidupkan nilainya di masa kini.

“Keteladanan yang tidak diteruskan hanya akan menjadi kenangan, tetapi yang dihayati akan menjadi peradaban,” pungkasnya.

Ketua Kwarda DIY GKR Hayu menegaskan, atu ajaran moral penting yang ditinggalkan oleh Sri Sultan HB IX dan terus direkonstruksi dalam buku ini adalah filosofi “Takhta untuk Rakyat” melalui pilihan “Jalan Mukti”.

“Beliau mengajarkan bahwa kekuasaan atau Takhta sejatinya hanyalah sebuah instrumen pengabdian (Darma) yang digerakkan oleh kehendak luhur (Karsa) demi kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan bangsa,” ujarnya.

Pihaknya meyakini bahwa mengabdi di dalam Gerakan Pramuka bukanlah ruang untuk memburu tanda jasa, mencari panggung kehormatan, atau mengincar kedudukan, melainkan sebuah ruang suci kerelawanan tempat kita menempa kedaulatan mental dan ketahanan karakter generasi muda.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas Acep Somantri memandang pemikiran Sri Sultan HB IX memiliki relevansi kuat bagi pembangunan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Kwartir Nasional Kak Budi Waseso memberikan apresiasi kepada Yayasan dan Kwarda DIY atas peluncuran buku ini.Buku ini akan menjadi inspirasi bagi generasi saat ini dan masa datang.

“Pramuka tidak boleh berhenti pada simbol, tetap dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Menurutnya, warisan penting yang harus dihidupkan, keberanian untuk memberikan pembaruan, dan ketulusan untuk mengabdi. 

“Tugas kita menjaga agar api karsa, api pengabdian, dan api keberpihakan pada generasi muda. Semoga keteladanan Kak Sultan harus bergerak mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas akan membentuk “Bapak Pramuka Indonesia Fellowship” untuk melestarikan nilai-nilai keteladanan, darma dan karsa Sri Sultan HB IX, yang diharapkan dapat diluncurkan pada 12 April 2027.

Dengan demikian, ini bukan sekadar peluncuran buku biasa, namun menjadi ajakan untuk kepada generasi muda Indonesia menyalakan kembali api pengabdian yang tanpa batas.

Sehingga tidak lagi hanya mengetahui siapa Sri Sultan Hamengku Buwono IX, tetapi juga menyelami pemikiran besarnya dan bagaimana keteladanannya dapat dihidupkan kembali di era sekarang ini untuk mendukung pembentukan karakter bangsa dan pembangunan nasional.

Peluncuran buku ini turut dihadiri jajaran tamu dari Kwartir Nasional, Kwartir Daerah se-Indonesia, BPIP, Lemhanas, Kepala ANRI, dan undangan lainnya. (awn)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Cegah WNI Terlibat Online Scam, RI-Kamboja Bentuk Indonesia Desk

Agustus 13, 2026

Rosan : Peminat Motor Listrik Rendah, Siapkan Bunga Murah DP 0 persen 

Agustus 13, 2026

Golkar Dukung Pilkada Tanpa Wakil untuk Hindari Konflik

Agustus 12, 2026
Berita Terkini

Dasco: DPR Kaji Usulan Presiden Prabowo soal Pengadilan Ad Hoc Khusus BUMN

Agustus 14, 20260 Views

Ketua DPR RI Puan Maharani : 28 RUU Telah Disahkan, 14 RUU Jadi Prioritas Baru

Agustus 14, 20260 Views

Prabowo : Sejumlah Menteri Dan Pembantunya Sempat Jatuh Sakit Karena Kelelahan

Agustus 14, 20260 Views

DPR Terima RAPBN Beserta Nota Keuangan 2026, Prioritas dan Manfaat Harus Dirasakan rakyat

Agustus 14, 20260 Views

Evita Nursanty : DPR Dan Pemprov Dorong Tata Kelola Berkelanjutan Di Kawasan 3 Gili

Agustus 14, 20266 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 202634 Views

Sejumlah Tokoh Dorong Sejarah Perjuangan Pendirian Kabupaten Kepulauan Meranti Dibukukan

Agustus 8, 202612 Views

KWP Minta Anggota DPR Deddy Sitorus Minta Maaf Atas Pernyataan Diduga Menghina Profesi Wartawan 1X24 Jam

Juli 30, 20268 Views
Pilihan Editor

Dasco: DPR Kaji Usulan Presiden Prabowo soal Pengadilan Ad Hoc Khusus BUMN

Agustus 14, 2026

Ketua DPR RI Puan Maharani : 28 RUU Telah Disahkan, 14 RUU Jadi Prioritas Baru

Agustus 14, 2026

Prabowo : Sejumlah Menteri Dan Pembantunya Sempat Jatuh Sakit Karena Kelelahan

Agustus 14, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?