Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Akses KIW Tersendat, Komisi VII DPR Soroti Pentingnya Konektivitas Industri

Juli 21, 2026

Tutup Masa Sidang, Puan Sesalkan Hoaks Terkait Penolakan RUU Perampasan Aset

Juli 21, 2026

Dasco Pimpin Rakor, DPR-Pemerintah Sepakat Tambahan Anggaran untuk Kapal Perintis Wilayah 3T

Juli 21, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Di RMI PCNU Pekalongan, Anggota DPD RI Hilmy Muhammad Soroti Peran Ulama dalam Pencemaran Lingkungan
DPD

Di RMI PCNU Pekalongan, Anggota DPD RI Hilmy Muhammad Soroti Peran Ulama dalam Pencemaran Lingkungan

RedaksiBy RedaksiJuli 19, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan bekerja sama dengan Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Islam Negeri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sukses menyelenggarakan Halaqah Nilai-nilai Keulamaan Pesantren dengan tema besar “Membaca Etnografi Ulama Pesantren sebagai Episentrum Keilmuan dan Peradaban di Nusantara”.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) tersebut menjadi ajang strategis untuk mengukuhkan kembali peran vital pesantren dalam menjaga moral dan peradaban bangsa. Kehadiran peserta dari pondok pesantren, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), dan Badan Koordinasi (Badko) TPQ, menunjukkan antusiasme terhadap gagasan yang tinggi.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menegaskan bahwa hal itu menjadi tanggung jawab kiai dalam melakukan ri’ayah (pengayoman) terhadap umat. Tidak hanya terbatas pada urusan ibadah ritual, tetapi juga isu sosial dan lingkungan. Di antara yang krusial, adalah kondisi lingkungan di Pekalongan sebagai ujian nyata bagi keteladanan ulama.

“Apabila NU diandaikan sebagai pesantren besar, maka perhatian kiai-kiai NU adalah kepada urusan-urusan yang penting dan mendesak di tengah masyarakat. Contoh di Pekalongan ini adalah NU harus berani berbicara soal sampah, pencemaran sungai, polusi udara dan bahaya limbah terhadap kesehatan. Hal ini sebagai bentuk sikap kasih sayang terhadap permasalahan umat. Jika ulama diam saja, maka hilanglah keteladanan dan ri’ayah-nya terhadap umat,” tegas Gus Hilmy sapaan akrabnya di Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan pada Sabtu (18/7/26).

Menurut salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tersebut, kiai harus hadir menjadi bagian dari solusi atas problematika kemasyarakatan, layaknya kiai yang dengan penuh kasih sayang membangunkan santrinya saat waktu subuh. Peran njagani (menjaga) umat ini adalah inti dari nilai keulamaan yang harus relevan dengan kondisi zaman.

“Jika NU sebagai entitas pesantren besar, maka tugasnya sama, yaitu bagaimana bisa membahasakan fikih dan regulasi sesuai dengan bahasa kekinian. Fokus utamanya adalah ri’ayah atau njagani umat, layaknya kiai yang membangunkan santrinya untuk salat subuh. Jika kiai prihatin dan perhatian kepada santri, maka NU juga harus perhatian pada urusan-urusan masyarakat. Jangan abai,” tambahnya.

Gus Hilmy yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY tersebut menekankan bahwa profil seorang kiai tidak dapat dilepaskan dari ekosistem pesantren. Menurutnya, pendidikan di pesantren sesungguhnya tidak sekadar bertujuan mencerdaskan santri secara kognitif. Lebih dari itu, juga mempersiapkan santri guna menghadapi tantangan global dan peradaban dunia, tanpa kehilangan identitas mereka sebagai muslim Indonesia.

“Hubungan antara kiai dan santri jauh melampaui hubungan guru dan murid di sekolah formal. Hubungan kiai dan santri adalah hubungan kekeluargaan, bapak dan anak, yang bersifat beyond the class atau melampaui ruang kelas. Kiai berinteraksi dengan santri selama 24 jam dengan fondasi uswatun hasanah atau keteladanan,” katanya.

Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga melontarkan kritik terhadap klasifikasi “tradisional” dan “modern” yang sering disematkan hanya berdasarkan kitab yang diajarkan. “Pesantren dengan kemampuan adaptifnya berdialog dengan peradaban sesungguhnya adalah pesantren modern, apapun kitab yang diajarkannya,” ungjap Gus Hilmy.

Gus Hilmy memaparkan peran kiai sebagai cultural broker (makelar budaya). Kiai masa kini, menurutnya, harus memiliki kemampuan mengakomodasi gagasan modern ke dalam bahasa tradisi, dan sebaliknya, menerjemahkan gagasan turats dalam bahasa modern dengan semangat al-muhafadzah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah.

Acara dipandu Wakil Dekan I Fakultas Adab UIN Gus Dur, Dr. Hj. Ani, ini juga menghadirkan perspektif mendalam dari para tokoh lainnya. Rais Syuriyah PBNU Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen menekankan tiga dimensi penting bagi seorang ulama, yaitu dimensi keilmuan, spiritual, dan nilai lebih. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 3 Rembang, Jawa Tengah, tersebut mengingatkan kembali pesan Imam Al-Ghazali dalam kitab At-Tibru al-Masbuk, bahwa ulama ibarat dokter bagi umat. “Jika dokternya sakit, bagaimana mungkin bisa menyembuhkan umatnya,” tegas Gus Ghofur.

Sementara itu, Rois Syuriyah PCNU Kota Pekalongan Dr. KH. Hasan Suaidi mengungkapkan bahwa gagasan acara ini selaras dengan inisiatif PBNU dalam merumuskan piagam keulamaan. Piagam ini berfungsi sebagai pengingat bagi ulama, panduan bagi santri yang bercita-cita menjadi ulama, serta rujukan bagi masyarakat dalam mencari guru yang memiliki nilai-nilai luhur.

Dari sisi demografi, Dr. K.H. Hatim Ghozali dari RMI PBNU memberikan catatan kritis mengenai tantangan dakwah di era digital. Berdasarkan data survei, terdapat tren penurunan keterikatan generasi muda (Gen Z) terhadap institusi keagamaan. Hal ini menjadi alarm bagi para kiai untuk merumuskan strategi dakwah yang lebih adaptif agar nilai-nilai keulamaan tetap relevan bagi generasi mendatang. (amar)

Gus Hilmy Hilmy Muhammad PCNU Pencemaran Lingkungan Rabithah Ma'ahid Islamiyah RMI
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

DPD RI Pastikan Aspirasi Daerah Kepulauan Terakomodasi dalam RUU Daerah Kepulauan

Juli 20, 2026

RUU Daerah Kepulauan: Upaya DPD RI Mengakhiri Paradigma Pembangunan Berorientasi Daratan

Juli 16, 2026

Bangsa Indonesia Punya Keterkaitan Genetik dengan Tiongkok

Juli 16, 2026
Berita Terkini

DPR Sahkan RUU PFII, Bangun Fondasi Indonesia Jadi Pusat Berdaya Saing Keuangan Global

Juli 21, 20261 Views

Tutup Masa Sidang, Puan Sebut DPR Kawal Isu Antisipasi Dampak El Nino Hingga Evaluasi Program Magang Dokter

Juli 21, 20263 Views

Puan Bicara Soal Konten Hoaks yang Diduga Sengaja Dibuat untuk Diskreditkan DPR, Ajak Seluruh Bangsa Jaga Persatuan

Juli 21, 20263 Views

Tutup Masa Sidang, Puan Sesalkan Hoaks Terkait Penolakan RUU Perampasan Aset

Juli 21, 20265 Views

Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Harus Cegah ‘Abuse of Power’ Aparat dan Jamin Pengelolaan Aset

Juli 21, 20262 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

HUT Ke-59 DNIKS, Effendy Choirie Tawarkan 5 Agenda Pemberantasan Kemiskinan yang Harus Menjadi Gerakan Nasional

Juli 18, 202614 Views

Bangun Tata Kelola Transparan, Solehulhadi Kembali Diminta Pimpin KABAPIN

Juli 17, 202613 Views

Hasil Kajian dan Penyerapan Aspirasi BP MPR RI untuk Penyelenggaraan Konferensi Konstitusi

Juli 15, 202612 Views
Pilihan Editor

DPR Sahkan RUU PFII, Bangun Fondasi Indonesia Jadi Pusat Berdaya Saing Keuangan Global

Juli 21, 2026

Tutup Masa Sidang, Puan Sebut DPR Kawal Isu Antisipasi Dampak El Nino Hingga Evaluasi Program Magang Dokter

Juli 21, 2026

Puan Bicara Soal Konten Hoaks yang Diduga Sengaja Dibuat untuk Diskreditkan DPR, Ajak Seluruh Bangsa Jaga Persatuan

Juli 21, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?