Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Hasil Kajian dan Penyerapan Aspirasi BP MPR RI untuk Penyelenggaraan Konferensi Konstitusi

Juli 15, 2026

RUU Penyiaran Prioritas DPR Jawab Transformasi Media di Era Digital

Juli 15, 2026

Cindy Uji Kesiapan Calon Anggota KPI Hadapi Konvergensi Media

Juli 15, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Cindy Uji Kesiapan Calon Anggota KPI Hadapi Konvergensi Media
DPR

Cindy Uji Kesiapan Calon Anggota KPI Hadapi Konvergensi Media

RedaksiBy RedaksiJuli 15, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica menekankan pentingnya transformasi kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar mampu menjawab tantangan konvergensi media di era digital.

Menurut Politisi Nasdem perkembangan platform digital telah menciptakan lanskap penyiaran yang baru sehingga dibutuhkan desain regulasi yang mampu menghadirkan kesetaraan bagi seluruh pelaku industri, sekaligus tetap melindungi kepentingan publik.

Hal tersebut disampaikannya saat pendalaman Komisi I DPR RI dalam Uji Kepatutan dan Kelayakan Calon Anggota KPI Pusat Periode 2026โ€“2029 (Sesi IV), dengan agenda Penyampaian Rencana Kerja Calon Anggota KPI Pusat Periode 2026โ€“2029 dan Tanya Jawab (Pendalaman), di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Pada sesi tersebut, Komisi I mendengarkan paparan enam calon anggota KPI Pusat, yakni Jalu Pradhono Priambodo, Kawiyan, Anastasia Kristi Damayanti, Neneng Athiatul Faiziyah, Rizky Wahyuni, dan Andi Sukmono.

Dalam pertanyaan pembuka yang ditujukan kepada seluruh calon anggota KPI, Cindy menguji pemahaman mereka mengenai konvergensi media, revisi Undang-Undang Penyiaran, serta pembagian kewenangan antarregulator di tengah perubahan ekosistem penyiaran nasional.

Cindy menyoroti adanya perbedaan perlakuan regulasi antara lembaga penyiaran konvensional dengan platform digital.

Menurutnya, lembaga penyiaran konvensional harus memenuhi berbagai kewajiban regulasi, sementara platform digital menikmati pasar yang sama dengan rezim pengaturan yang berbeda.

“Kami ingin mengetahui bagaimana desain regulasi yang ideal untuk menciptakan equal playing field yang tetap mendorong inovasi, melindungi publik, sekaligus memberikan kepastian hukum,” ujar Cindy.

Secara khusus, Cindy juga memberikan pertanyaan kepada calon anggota KPI Anastasia Kristi Damayanti yang dalam paparannya menyoroti pentingnya transformasi KPI di era digital.

Dia meminta Anastasia menjelaskan perubahan kelembagaan apa yang paling mendesak dilakukan agar KPI mampu mengawasi konvergensi media tanpa kehilangan fokus utamanya sebagai lembaga yang melindungi kepentingan publik.

“Saudari menyampaikan pentingnya transformasi KPI di era digital. Menurut Saudari, perubahan kelembagaan apa yang paling mendesak agar KPI mampu mengawasi konvergensi media tanpa kehilangan fokus pada perlindungan kepentingan publik?” tanya Politisi Fraksi Partai NasDem itu.

Pertanyaan berikutnya diarahkan kepada Jalu Pradhono Priambodo. Cindy meminta pandangan mengenai model pengawasan terhadap platform over the top (OTT) dan media sosial agar tercipta kesetaraan regulasi dengan lembaga penyiaran konvensional, namun tetap menjaga ruang inovasi bagi industri digital.

“Bagaimana pandangan Bapak mengenai model pengawasan terhadap platform OTT dan media sosial agar tercipta equal playing field tanpa menghambat inovasi digital?” lanjutnya.

Sementara kepada calon anggota KPI Kawiyan, Cindy menyoroti gagasan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan big data dalam sistem pengawasan penyiaran.

Ia mengapresiasi usulan mengenai pengembangan sistem pengawasan berbasis AI yang dilengkapi early warning system serta digital complaint center. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam penerapan teknologi tersebut.

“Bagaimana Bapak memastikan pemanfaatan AI tetap akuntabel, transparan, dan tidak menggantikan penilaian etik yang dilakukan oleh manusia?” tanya Cindy.

Melalui rangkaian pertanyaan tersebut, Cindy berharap para calon anggota KPI Pusat periode 2026โ€“2029 mampu menawarkan konsep pengawasan penyiaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa mengesampingkan perlindungan masyarakat, kepastian hukum, serta prinsip-prinsip etika dalam penyelenggaraan penyiaran nasional. (erc)

Cindy Monica DPR RI Komisi I Konvergensi Media KPI
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Demi Martabat Dewan, MKD: Etika Anggota DPR Berlaku di Media Sosial

Juli 15, 2026

Rp30 Triliun KUR Belum Tersalurkan, Komisi VII DPR Minya Penjelasan Pemerintah

Juli 15, 2026

Rieke: Saatnya Rombak Aturan Internal Kejaksaan, Sita, Rampas, Lelang, dan Pengembalian Aset

Juli 15, 2026
Berita Terkini

Demi Martabat Dewan, MKD: Etika Anggota DPR Berlaku di Media Sosial

Juli 15, 20261 Views

Rp30 Triliun KUR Belum Tersalurkan, Komisi VII DPR Minya Penjelasan Pemerintah

Juli 15, 20262 Views

Pakar Hukum Bivitri Susanti Kritik MoU MPR dan MK, Salahi Ketatanegaraan

Juli 15, 20263 Views

Cindy Uji Kesiapan Calon Anggota KPI Hadapi Konvergensi Media

Juli 15, 20264 Views

Rieke: Saatnya Rombak Aturan Internal Kejaksaan, Sita, Rampas, Lelang, dan Pengembalian Aset

Juli 15, 20262 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Komisi II DPR Usul Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Juli 6, 202640 Views

Ketua Komisi III DPR Apresiasi dan Desak Aparat Usut Tuntas Korupsi Batubara

Juli 9, 202615 Views

Ahmad Muzani Tekankan Independensi Kekuasaan Kehakiman sebagai Fondasi Negara Hukum

Juli 14, 202614 Views
Pilihan Editor

Demi Martabat Dewan, MKD: Etika Anggota DPR Berlaku di Media Sosial

Juli 15, 2026

Rp30 Triliun KUR Belum Tersalurkan, Komisi VII DPR Minya Penjelasan Pemerintah

Juli 15, 2026

Pakar Hukum Bivitri Susanti Kritik MoU MPR dan MK, Salahi Ketatanegaraan

Juli 15, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?