MataParlemen.id-Ketua MPR Ahmad Muzani mengaku akan terbang ke Masyhad, Iran untuk menghadiri pemakaman mantan Pemimpinan Tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis (9/7/2026) malam.
Muzani akan datang bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sebagai utusan khusus Presiden Prabowo Subianto.
“Rencananya delegasi Indonesia yang akan berangkat ke Iran akan berangkat besok malam. Kita akan terbang langsung dari Jakarta menuju Masyhad, kota yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhir Ayatollah Ali Khamenei,” ujar Muzani usai berkunjung ke gedung MK, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Ketua MPR Ahmad Muzani mengaku akan terbang ke Masyhad, Iran untuk menghadiri pemakaman mantan Pemimpinan Tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis (9/7/2026) malam.
Baca juga:
Muzani akan datang bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sebagai utusan khusus Presiden Prabowo Subianto.
“Rencananya delegasi Indonesia yang akan berangkat ke Iran akan berangkat besok malam. Kita akan terbang langsung dari Jakarta menuju Masyhad, kota yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhir Ayatollah Ali Khamenei,” ujar Muzani usai berkunjung ke gedung MK, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Menurut Muzani, rombongan akan diperkirakan akan tiba di Iran pada Jumat (10/7) sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat. Nantinya, rombongan dijadwalkan langsung menuju ke tempat pemakaman sebelum Jumat siang.
“Diperkirakan rombongan akan akan sampai di Masyhad hari Jumat jam 6.00 pagi. Kemudian sebelum Jumat kita diharapkan sudah bisa sampai ke tempat peristirahatan terakhir,” katanya.
Selain dia dan Menlu, Muzani mengatakan rombongan juga akan diikuti sejumlah ulama. Namun, dia enggan mengungkap daftar ulama yang dimaksud. (awn)
“Dan mungkin akan ada beberapa ulama yang ikut, cuman saya belum tahu namanya,” katanya.
Menurut Muzani, pihaknya tak akan menginap di Iran. Usai menghadiri pemakaman pada Jumat (10/7/2026) pagi, dan bertemu secara resmi dengan pemerintah setempat, rombongan akan langsung bertolak kembali ke Tanah Air.
“Sampai pagi, siang pemakaman, eh paginya pemakaman, siang ziarah, terus setelah itu berbicara dengan katanya kita akan ketemu dengan Menteri Luar Negeri dan Ketua Parlemen Iran. Habis itu kembali langsung ke Jakarta,” ujarnya.
Iran mengumunkan Ayatollah Khamenei akan dimakamkan di kota kelahirannya. Upacara pemakaman akan berlangsung pada 4 – 9 Juli 2026.
Prosesi pemakaman untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur pada akhir Februari lalu, akan diselenggarakan pada 9 Juli. Khamenei menjadi martir dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
Seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran pada hari Sabtu, dilansir Turkiye Today, Ayatollah Khamenei akan dikebumikan di kota kelahirannya, kota suci Mashhad di timur laut. Upacara pemakaman tersebut akan dilakukan selama tiga hari di ibu kota Teheran yang dimulai tanggal 4 Juli 2026 dan dilanjutkan di kota suci Qom pada 7 Juli mendatang.
Awalnya rencana pemakaman Khamenei dijadwalkan pada Maret, namun karena memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, upacara itu akhirnya ditunda. Majelis Para Ahli Iran yang beranggotakan 88 orang telah menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran pada awal Maret.
Dipilihnya putra Khamenei, Mojtaba, menjadikannya pemimpin tertinggi Iran yang ketiga, sejak berdirinya Republik Islam Iran pada tahun 1979.
Mojtaba dilaporkan terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya dan beberapa pejabat senior lain. Kendati hingga saat ini, Mojtaba belum tampil di hadapan umum sejak pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba telah mengeluarkan beberapa pernyataan kepada rakyat Iran yang dipublikasikan media resmi pemerintah.
Adapun, para pejabat Iran mengatakan sang martir akan dimakamkan di kompleks pemakaman Imam Reza sesuai dengan permintaannya. Sementara itu, Wakil Walikota Teheran Bidang Sosial dan Kebudayaan, Mohammad Amin Tavakkoli-Zadeh menyebut bahwa prosesi pemakaman akan dihadiri 15 juta hingga 20 juta orang di ibu kota Iran.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa upacara pemakaman itu akan berlangsung setidaknya selama 24 jam di Teheran dan digelar di seluruh negeri. Selain itu, diperkirakan akan dihadiri oleh warga dari negara tetangga yang ingin mengikuti upacara tersebut, termasuk Pakistan, Afghanistan, Bangladesh, dan India.
Khamenei tewas pada awal konflik, serangan udara yang dilancarkan AS-Israel menargetkan kediamannya di Jalan Palestina, di Teheran. Otoritas Teheran juga melaporkan Istri, menantu perempuan, dan cucunya yang berusia 14 bulan tewas dalam serangan brutal tersebut.
Kampanye perubahan rezim itu memicu eskalasi regional yang semakin memanas. Tak berselang lama otoritas Iran melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk, sekaligus menutup Selat Hormuz sebelum gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada 8 April.


