Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 2026

Pratikno : Wajib Halal Dukung Daya Saing Industri Dalam Negeri

September 26, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Peningkatan Kerjasama Migas Indonesia-Rusia Penting Seiring Pertumbuhan Industri dan Ekonomi Nasional
MPR

Peningkatan Kerjasama Migas Indonesia-Rusia Penting Seiring Pertumbuhan Industri dan Ekonomi Nasional

RedaksiBy RedaksiJuni 8, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menerima Ketua Business Council Russia-Indonesia Mikhail Kuritsyn di Jakarta, Senin (8/6/2026). (Foto: dokumen Bamsoet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id- Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong peningkatan kerjasama strategis di sektor minyak dan gas (migas) antara Indonesia dan Rusia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berubah.

Hubungan Indonesia dan Rusia yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir harus dimanfaatkan untuk membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, mulai dari pasokan minyak mentah, pengembangan kilang, pembangunan fasilitas penyimpanan energi, hingga transfer teknologi dan investasi di sektor hulu maupun hilir migas.

Peningkatan kerjasama menjadi penting karena kebutuhan energi Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Data Kementerian ESDM menunjukkan Indonesia masih menghadapi defisit minyak yang cukup besar sehingga impor energi tetap menjadi kebutuhan strategis. Sementara itu, Rusia merupakan salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan energi.

“Kerjasama migas Indonesia dan Rusia harus ditempatkan sebagai kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Indonesia membutuhkan investasi, teknologi, dan pasokan energi yang berkelanjutan, sementara Rusia memiliki pengalaman panjang sebagai salah satu produsen energi terbesar dunia. Kerjasama ini akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri,” ujar Bamsoet saat menerima Ketua Business Council Russia-Indonesia Mikhail Kuritsyn di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Bamsoet yang juga Anggota Komisi III DPR RI menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kerjasama migas guna mempercepat modernisasi sektor energi nasional. Selama ini Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan minyak dan LPG dalam negeri.

Dengan menggandeng Rusia melalui skema government-to-government maupun business-to-business, Indonesia dapat memperoleh akses terhadap sumber energi yang lebih beragam sekaligus mengurangi risiko ketergantungan terhadap pasar tertentu. Di saat bersamaan, Rusia juga mendapatkan akses ke salah satu pasar energi terbesar dan paling berkembang di Asia Tenggara.

“Diversifikasi sumber energi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi, Indonesia harus memiliki banyak pilihan mitra strategis agar pasokan energi nasional tetap aman dan stabil. Rusia dapat menjadi salah satu pilar penting dalam strategi diversifikasi tersebut,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan, kerjasama migas saat ini tidak lagi sekadar transaksi jual beli minyak mentah. Negara-negara yang berhasil membangun ketahanan energi umumnya mengembangkan kemitraan yang mencakup investasi, teknologi, riset, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur pendukung.

Karena itu, Indonesia perlu mendorong kerjasama yang lebih luas dengan perusahaan-perusahaan energi Rusia yang memiliki pengalaman internasional dalam eksplorasi, produksi, pengolahan, dan distribusi energi.

“Indonesia harus mengambil manfaat sebesar-besarnya dari setiap kerjasama internasional. Yang kita kejar bukan sekadar pasokan energi, tetapi juga transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM nasional, serta investasi yang dapat memperkuat daya saing industri energi Indonesia dalam jangka panjang,” pungkas Bamsoet. (har)

Bamsoet indonesia rusia Mikhail Kuritsyn MPR
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Ariawan: MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

September 27, 2026

Resmikan Mess MPR di Bandung, Muzani: Bangunan Cagar Budaya Kembali ke Bentuk Aslinya

September 27, 2026

Dua Buku MPR Diluncurkan di Gedung Merdeka, Ahmad Muzani: Memori Konstitusi Tak Boleh Putus

September 27, 2026
Berita Terkini

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 20261 Views

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 20260 Views

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 20260 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20262 Views

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 2026

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 2026

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?