Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 2026

Perkuat Dukungan Moral, Sari Yuliati Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor di Bandung Barat

Maret 15, 2026

Rakor Finalisasi Perpres Ojol Fokus pada Penyempurnaan Kebijakan

Agustus 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Peningkatan Kerjasama Migas Indonesia-Rusia Penting Seiring Pertumbuhan Industri dan Ekonomi Nasional
MPR

Peningkatan Kerjasama Migas Indonesia-Rusia Penting Seiring Pertumbuhan Industri dan Ekonomi Nasional

RedaksiBy RedaksiJuni 8, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menerima Ketua Business Council Russia-Indonesia Mikhail Kuritsyn di Jakarta, Senin (8/6/2026). (Foto: dokumen Bamsoet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id- Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong peningkatan kerjasama strategis di sektor minyak dan gas (migas) antara Indonesia dan Rusia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berubah.

Hubungan Indonesia dan Rusia yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir harus dimanfaatkan untuk membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, mulai dari pasokan minyak mentah, pengembangan kilang, pembangunan fasilitas penyimpanan energi, hingga transfer teknologi dan investasi di sektor hulu maupun hilir migas.

Peningkatan kerjasama menjadi penting karena kebutuhan energi Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Data Kementerian ESDM menunjukkan Indonesia masih menghadapi defisit minyak yang cukup besar sehingga impor energi tetap menjadi kebutuhan strategis. Sementara itu, Rusia merupakan salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan energi.

“Kerjasama migas Indonesia dan Rusia harus ditempatkan sebagai kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Indonesia membutuhkan investasi, teknologi, dan pasokan energi yang berkelanjutan, sementara Rusia memiliki pengalaman panjang sebagai salah satu produsen energi terbesar dunia. Kerjasama ini akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri,” ujar Bamsoet saat menerima Ketua Business Council Russia-Indonesia Mikhail Kuritsyn di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Bamsoet yang juga Anggota Komisi III DPR RI menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kerjasama migas guna mempercepat modernisasi sektor energi nasional. Selama ini Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan minyak dan LPG dalam negeri.

Dengan menggandeng Rusia melalui skema government-to-government maupun business-to-business, Indonesia dapat memperoleh akses terhadap sumber energi yang lebih beragam sekaligus mengurangi risiko ketergantungan terhadap pasar tertentu. Di saat bersamaan, Rusia juga mendapatkan akses ke salah satu pasar energi terbesar dan paling berkembang di Asia Tenggara.

“Diversifikasi sumber energi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi, Indonesia harus memiliki banyak pilihan mitra strategis agar pasokan energi nasional tetap aman dan stabil. Rusia dapat menjadi salah satu pilar penting dalam strategi diversifikasi tersebut,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan, kerjasama migas saat ini tidak lagi sekadar transaksi jual beli minyak mentah. Negara-negara yang berhasil membangun ketahanan energi umumnya mengembangkan kemitraan yang mencakup investasi, teknologi, riset, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur pendukung.

Karena itu, Indonesia perlu mendorong kerjasama yang lebih luas dengan perusahaan-perusahaan energi Rusia yang memiliki pengalaman internasional dalam eksplorasi, produksi, pengolahan, dan distribusi energi.

“Indonesia harus mengambil manfaat sebesar-besarnya dari setiap kerjasama internasional. Yang kita kejar bukan sekadar pasokan energi, tetapi juga transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM nasional, serta investasi yang dapat memperkuat daya saing industri energi Indonesia dalam jangka panjang,” pungkas Bamsoet. (har)

Bamsoet indonesia rusia Mikhail Kuritsyn MPR
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

HNW Apresiasi Terbitnya PMA Ditjen Pesantren Agar Segera Terlaksana Dan Realisasikan Dana Abadi Pesantren

Agustus 10, 2026

Reformasi Budaya Sekolah Harus Diikuti Perbaikan Tata Kelola Dan Kesejahteraan Guru

Agustus 10, 2026

Ziarah ke Makam Proklamator Mohammad Hatta, Ahmad Muzani: Penghormatan Pimpinan MPR atas Jasa dan Pemikiran Bung Hatta

Agustus 7, 2026
Berita Terkini

Sahroni Minta Polri Usut Dalang Di Balik Industri Penyebaran Hoaks Di Medsos

Agustus 11, 20260 Views

Komisi III DPR Akan Kawal Tuntas Kasus Kematian WL di Medan, Minta Polisi Profesional

Agustus 11, 20262 Views

Dasco Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Menteri dan KPA, Bahas Penyelesaian Konflik Agraria yang Mendesak Dituntaskan

Agustus 11, 20260 Views

Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD untuk Rakyat, Hadirkan Penerima Manfaat Hingga Teladan

Agustus 11, 20260 Views

Pemerintah Luncurkan Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran, Hadirkan Layanan Publik Terintegrasi

Agustus 11, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 202629 Views

Sejumlah Tokoh Dorong Sejarah Perjuangan Pendirian Kabupaten Kepulauan Meranti Dibukukan

Agustus 8, 202612 Views

KWP Minta Anggota DPR Deddy Sitorus Minta Maaf Atas Pernyataan Diduga Menghina Profesi Wartawan 1X24 Jam

Juli 30, 20268 Views
Pilihan Editor

Sahroni Minta Polri Usut Dalang Di Balik Industri Penyebaran Hoaks Di Medsos

Agustus 11, 2026

Komisi III DPR Akan Kawal Tuntas Kasus Kematian WL di Medan, Minta Polisi Profesional

Agustus 11, 2026

Dasco Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Menteri dan KPA, Bahas Penyelesaian Konflik Agraria yang Mendesak Dituntaskan

Agustus 11, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?