Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

KH Abdul Hakim Atau Gus Kikin Terpilih Sebagai Ketum PBNU 2026-2031

Agustus 31, 2026

Dasco: Dana Tagihan Rp 158 Miliar PT Pos Indonesia Harus Dicairkan untuk Gaji Karyawan

Agustus 26, 2026

Presiden Prabowo : Sebuah Kehormatan Menerima Kartu Tanda Anggota NU Sebelum Menutup Muktamar NU Ke-35 Di Jombang

Agustus 31, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Ateng Sutisna Dorong Kemitraan Koperasi dan Korporasi untuk Perkuat Industri Nanas Subang
DPR

Ateng Sutisna Dorong Kemitraan Koperasi dan Korporasi untuk Perkuat Industri Nanas Subang

RedaksiBy RedaksiMei 5, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat IX, Ateng Sutisna saat menggelar reses di Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Selasa (28/04/2026) (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat IX, Ateng Sutisna, mendorong penguatan kemitraan antara koperasi, petani, dan korporasi dalam pengembangan industri nanas di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Hal itu disampaikannya saat menggelar reses di Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Selasa (28/04/2026).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria pada Selasa (5/5/2026), Ateng menyoroti potensi besar nanas Subang sebagai komoditas unggulan daerah.

Data Pemerintah Kabupaten Subang mencatat luas lahan nanas mencapai sekitar 1.630 hektare dengan produksi hingga 296.000 ton per tahun.

Baca juga:

Panic Buying BBM, Ateng Sutisna Ungkap Lemahnya Logistik Rantai Pasok Energi Nasional

Sementara data Kementerian Pertanian menunjukkan produksi sekitar 158.180 ton atau 4,94 persen dari total produksi nasional pada 2022.

“Angka ini menegaskan bahwa Subang merupakan salah satu sentra utama produksi nanas nasional yang harus didorong naik kelas, tidak hanya di hulu tetapi juga di hilir,” ujar Ateng saat menghadiri acara yang berlangsung di Aula Koperasi Produsen Upland Subang Farm tersebut.

Politisi Fraksi PKS itu menilai, upaya hilirisasi nanas di Subang pernah dilakukan melalui pembangunan industri pengolahan, namun tidak berkelanjutan akibat lemahnya kemitraan antara petani dan industri.

Ketidakstabilan pasokan bahan baku, yang dipicu praktik penjualan ke pihak lain saat harga naik, menyebabkan industri tidak mampu bertahan.

“Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bahwa penguatan industri tidak cukup hanya pada produksi, tetapi harus dibangun dengan sistem kemitraan yang kuat dan saling mengikat,” tegas Anggota Komisi XII DPR RI ini.

Ateng melihat kehadiran Koperasi Produsen Upland Subang Farm sebagai model baru dalam memperkuat kelembagaan petani.

Koperasi yang merupakan bagian dari Program UPLAND ini melibatkan sekitar 87 kelompok tani dengan lebih dari 3.300 petani di wilayah dataran tinggi Subang.

Dalam waktu relatif singkat, koperasi tersebut telah menunjukkan kinerja positif, termasuk keberhasilan menembus pasar ekspor komoditas manggis dengan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp6,6 miliar.

Koperasi juga tengah merencanakan pengembangan unit pengolahan nanas sebagai bagian dari penguatan hilirisasi.

Namun demikian, Ateng menyoroti keterbatasan modal kerja yang masih menjadi kendala utama koperasi dalam menyerap hasil panen petani secara optimal.

“Kapasitas koperasi perlu diperkuat agar mampu menjadi off-taker yang stabil bagi petani, sehingga mereka tidak kembali bergantung pada tengkulak,” ujar Ateng.

Untuk itu, Ateng mendorong Pemerintah Kabupaten Subang dan Koperasi Upland Subang Farm membuka ruang kolaborasi dengan korporasi agribisnis yang memiliki pengalaman dan kapasitas industri, guna memperkuat rantai pasok dan mempercepat hilirisasi produk nanas.

Lebih lanjut Ia menilai kemitraan yang terstruktur dan saling menguntungkan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.

“Subang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi dan industri nanas nasional. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi yang kuat, sistem yang terintegrasi, dan komitmen bersama agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani,” ujar Ateng menutup pernyataan resminya. (awn)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Peringatan Dini BMKG Dijadikan Dasar Kebijakan Keselamatan Transportasi 

Agustus 31, 2026

Kemenhaj Bekerjasama Dengan BKN Gelar CAT Seleksi PPIH 2027

Agustus 31, 2026

Menbud Gempa NTT Tidak Berdampak Terhadap Cagar Budaya

Agustus 31, 2026
Berita Terkini

Peringatan Dini BMKG Dijadikan Dasar Kebijakan Keselamatan Transportasi 

Agustus 31, 20260 Views

Kemenhaj Bekerjasama Dengan BKN Gelar CAT Seleksi PPIH 2027

Agustus 31, 20261 Views

Menbud Gempa NTT Tidak Berdampak Terhadap Cagar Budaya

Agustus 31, 20261 Views

Mahfuz Sidik: Revisi UU Pemilu Perlu Permudah Prosedur dan Mekanisme Pemilu

Agustus 31, 20260 Views

Presiden Prabowo : Sebuah Kehormatan Menerima Kartu Tanda Anggota NU Sebelum Menutup Muktamar NU Ke-35 Di Jombang

Agustus 31, 20262 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi I DPR Dukung Tidak Adanya Larangan Hijab di Unhan dan Mendorong Konsistensi Penerapannya

Agustus 24, 202648 Views

Maulid Nabi 1448 H Dan Jalan Membangun Peradaban

Agustus 25, 20269 Views

Muktamar Ke-35 NU Sepakat Larang Ketum Dan Rais Aam Rangkap Jabatan

Agustus 29, 20268 Views
Pilihan Editor

Peringatan Dini BMKG Dijadikan Dasar Kebijakan Keselamatan Transportasi 

Agustus 31, 2026

Kemenhaj Bekerjasama Dengan BKN Gelar CAT Seleksi PPIH 2027

Agustus 31, 2026

Menbud Gempa NTT Tidak Berdampak Terhadap Cagar Budaya

Agustus 31, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?