Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Pemilihan Ketum PBNU Dan Rais Am Dijadwalkan Minggu Malam

Agustus 30, 2026

DPR RI Memasuki HUT ke-81, Pesan Dasco: Teguhkan Komitmen Menjaga Demokrasi dan Merawat Persatuan

Agustus 30, 2026

Muktamar Ke-35 NU Sepakat Larang Ketum Dan Rais Aam Rangkap Jabatan

Agustus 29, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Indonesia dan China: Dua Proklamasi, Dua Trajektori
DPR

Indonesia dan China: Dua Proklamasi, Dua Trajektori

RedaksiBy RedaksiMaret 18, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Erwin Syahputra Siregar , Wakil Ketua KWP (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Proklamasi kemerdekaan selalu menjadi tonggak sejarah yang menentukan arah perjalanan sebuah bangsa. China memproklamasikan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada 1 Oktober 1949, sementara Indonesia lebih dulu memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Namun, perjalanan kedua bangsa ini menunjukkan kontras yang tajam: Cina melesat menjadi kekuatan ekonomi dunia, sementara Indonesia masih berjuang keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

China berhasil membuktikan bahwa ideologi politik yang tegas, dipadukan dengan pragmatisme ekonomi, dapat melahirkan transformasi besar.

Reformasi Deng Xiaoping sejak 1978 membuka pintu bagi investasi asing, mengubah China dari ekonomi tertutup menjadi “pabrik dunia”, dan kini menjadi pusat inovasi teknologi.

Baca juga:

Fahri Hamzah: Ramadan Bisa Jadi Refleksi Bersama Elite & Rakyat Ciptakan Kekompakan

Stabilitas politik, fokus pada pendidikan, serta keberanian berinvestasi dalam infrastruktur menjadikan hCina bukan sekadar negara besar, tetapi juga negara maju dengan pengaruh global.

Indonesia, meski lebih dulu merdeka, masih menghadapi hambatan klasik: kualitas SDM yang belum optimal, korupsi yang menggerogoti institusi, serta ketergantungan pada ekspor komoditas mentah.

Infrastruktur yang timpang dan dominasi sektor informal membuat produktivitas nasional tidak mampu bersaing dengan negara-negara yang lebih terintegrasi dalam rantai nilai global. Akibatnya, Indonesia belum mampu melompat ke tahap industrialisasi bernilai tambah tinggi.

Perbandingan ini bukan untuk merendahkan Indonesia, melainkan sebagai refleksi kritis. Indonesia memiliki modal besar: populasi muda, kekayaan alam, serta posisi strategis di jalur perdagangan dunia.

Namun, modal itu tidak akan berarti tanpa keberanian melakukan reformasi struktural. Hilirisasi industri, pemberantasan korupsi, dan investasi serius pada pendidikan adalah kunci agar Indonesia tidak sekadar menjadi “pasar besar”, tetapi juga produsen bernilai tinggi.

China menunjukkan bahwa sebuah bangsa bisa bangkit dari perang saudara dan kemiskinan ekstrem menuju kejayaan global dalam waktu kurang dari satu abad.

Indonesia, dengan usia kemerdekaan yang lebih panjang, seharusnya mampu menyalip jika berani mengambil langkah radikal.

Target Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan ujian apakah bangsa ini mampu keluar dari jebakan sejarah dan menulis babak baru sebagai negara maju.

Kesimpulan

Kemerdekaan bukan hanya soal tanggal proklamasi, melainkan bagaimana bangsa mengelola kedaulatan untuk kesejahteraan rakyat.

China memilih disiplin, konsistensi, dan keberanian beradaptasi. Indonesia harus belajar dari itu—bukan untuk meniru, tetapi untuk menemukan jalannya sendiri menuju kemajuan.

Erwin Syahputra Siregar, Wakil Ketua Koordinator Wartawan Parlemen (KWP)                          

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

9 Ulama Terpilih Menjadi Anggota AHWA Untuk Memilih Rais Aam Dan Ketum PBNU 2026 – 2031

Agustus 30, 2026

Bamsoet Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026

Agustus 30, 2026

DPR RI Memasuki HUT ke-81, Pesan Dasco: Teguhkan Komitmen Menjaga Demokrasi dan Merawat Persatuan

Agustus 30, 2026
Berita Terkini

9 Ulama Terpilih Menjadi Anggota AHWA Untuk Memilih Rais Aam Dan Ketum PBNU 2026 – 2031

Agustus 30, 20262 Views

Bamsoet Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026

Agustus 30, 20260 Views

DPR RI Memasuki HUT ke-81, Pesan Dasco: Teguhkan Komitmen Menjaga Demokrasi dan Merawat Persatuan

Agustus 30, 20263 Views

Gus Ipul : Kericuhan Muktamar NU Ke-35 Mereda Itulah NU

Agustus 30, 20260 Views

Muktamar NU Memanas Massa Minta Kyai Sepuh Evaluasi Pimpinan Sidang Terkait Masa Iddah Jabatan Politik 

Agustus 30, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi I DPR Dukung Tidak Adanya Larangan Hijab di Unhan dan Mendorong Konsistensi Penerapannya

Agustus 24, 2026121 Views

Soroti Masih Adanya Pembelajaran di Tenda, Hetifah: Perlu Percepatan Revitalisasi Sekolah

Februari 20, 202616 Views

Pimpinan DPR Terima Aspirasi Rakyat Pati : RUU Perampasan Aset, Masalah Nelayan ,Kekerasan Seksual

Agustus 24, 202613 Views
Pilihan Editor

9 Ulama Terpilih Menjadi Anggota AHWA Untuk Memilih Rais Aam Dan Ketum PBNU 2026 – 2031

Agustus 30, 2026

Bamsoet Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026

Agustus 30, 2026

DPR RI Memasuki HUT ke-81, Pesan Dasco: Teguhkan Komitmen Menjaga Demokrasi dan Merawat Persatuan

Agustus 30, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?