Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Pemilihan Ketum PBNU Dan Rais Am Dijadwalkan Minggu Malam

Agustus 30, 2026

DPR RI Memasuki HUT ke-81, Pesan Dasco: Teguhkan Komitmen Menjaga Demokrasi dan Merawat Persatuan

Agustus 30, 2026

Muktamar Ke-35 NU Sepakat Larang Ketum Dan Rais Aam Rangkap Jabatan

Agustus 29, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Fahri Hamzah: Ramadan Bisa Jadi Refleksi Bersama Elite & Rakyat Ciptakan Kekompakan
Headline

Fahri Hamzah: Ramadan Bisa Jadi Refleksi Bersama Elite & Rakyat Ciptakan Kekompakan

RedaksiBy RedaksiFebruari 28, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Fahri Hamzah dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan Bagian ke-7, Jumat (27/2/2026) (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah mengatakan, bahwa situasi dunia sekarang mengharuskan Indonesia punya persiapan matang dalam menghadapi dinamika politik global saat ini.

“Kita harus banyak bicara tentang tema-tema kebangsaan, kewarganegaraan, pemerintahan, geopolitik dan sebagainya. Karena apa yang terjadi di luar sana bisa saja menciptakan goncangan yang besar,” kata Fahri Hamzah dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan Bagian ke-7, Jumat (27/2/2026).

Goncangan besar itu, kata Fahri, bisa saja sampai pada level perang dunia (PD) III yang menyeret seluruh negara di dunia dalam peperangan.

Apabila tidak bersiap, maka Indonesia bisa menjadi ‘collateral damage’, atau korban lagi seperti sebelumnya.

Menurut dia, keterlibatan Indonesia sebagai anggota Badan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) adalah dalam rangka persiapan tersebut. Sebab, cita-cita Indonesia dari awal merdeka adalah ingin terciptanya perdamaian dunia, dan tidak ada lagi penjajahan.

PD III Tinggal Menunggu Waktu, Mahfuz Sidik Ingatkan Indonesia Perlu Siapkan Ketahanan Nasionalnya

 “Jadi Indonesia memang meniatkan dan mencita-citakan sejak hari pertama negara ini dibentuk. Dalam pembukaan UUD 1945,  ditegaskan bahwa tujuan bernegara itu, antara lain  ikut serta dalam perdamaian dunia, yang berdasarkan kepada perdamaian abadi dan keadilan sosial.,” katanya.

Karena itu, cita-cita ikut serta dalam perdamaian tersebut, lanjut Fahri,  adalah cita-cita bangsa Indonesia sejak hari pertama merdeka dari penjajahan.

Keterlibatan Indonesia dalam perdamaian dunia, juga  sudah dilakukan oleh Proklamator RI Soekarno-Hatta dan para tokoh bangsa sebelumnya dalam berbagai forum internasional.

Sehingga ketika pemimpinnya sekarang gandrung ikut dalam partipasi global seperti yang diakukan oleh Presiden Prabowo Subianto sekarang.

Membawa Indonesia bergabung ke dalam BoP, ikut serta merencanakan keadilan dan perdamaian global, maka hal itu merupakan mandat konstitusi, bukan kemauan Presiden Prabowo sendiri.

“Itu mandat konstitusi, cita-cita konstitusional yang harus kita laksanakan. Indonesia mengajak bangsanya untuk  melakukan persiapan untuk menghadapi keadaan ketidakppastian global. Itu yang dilakukan Pak Prabowo sekarang,” jelasnya.

Partai Gelora mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun persatuan dan mendukung upaya Presiden Prabowo bergabung dengan BoP, bukan sebaliknya menciptakan narasi-narasi perpecahan.

“Terus terang saat ini memang banyak narasi perpecahan yang dikembangkan, terkait BoP ini. Saya sendiri sudah membaca opini publik dan cara masyarakat bereaksi. Kita memang ada problem dalam membangun kekompakan yang kuat,” ujarnya.

Seharusnya dalam situasi sekarang, kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019, kekompakkan adalah yang paling dibutuhkan dalam tubuh bangsa Indonesia sekarang, bukan perpecahan.

“Kita perlu mulai mentradisikan persatuan dan kekompakan, sekarang-lah situasinya yang sangat dibutuhkan. Negara dan bangsa membutuhkan persatuan,” katanya.

Fahri tidak menyalahkan masyarakat sepenuhnya, apabila tidak ada kekompakan di bangsa saat ini, nuansa perpecahan masih ada.

Karena hal ini, merupakan kesalahan pemimpin-pemimpin sebelumnya, yang tidak mengorganisir kekompakan secara baik.

“Karena itu, Partai Gelora terus berusaha mengorganisir kekompakan itu secara baik. Salah satunya adalah dengan kajian-kajian, serta berbicara pentingnya kekompakan dan persatuan dalam situasi sekarang,” paparnya.

Sekali lagi Fahri menegaskan, dunia sekarang sedang tidak baik-baik saja, dan mengharuskan semua komponen bangsa untuk menjaga kekompakan dan persatuan, yang selalu diupayakan oleh Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto.

“Dari awal koalisi ini terbentuk, kita sudah  merencanakan satu rekonsiliasi yang menginginkan agar bangsa ini bersatu. Rekonsiliasi itu harus dioperasikan, sehingga tidak hanya menjadi jargon,” katanya.

Rekonsiliasi itu, seharusnya tercipta ketika bangsa sedang memerlukan, karena dunia sekarang memang tidak sedang baik-baik saja, dipenuhi ketidakpastian situasi politik global.

“Saya berharap dalam suasana Ramadan, hal ini bisa menjadi refleksi bersama. Saya mengajak kita semua khususnya para elite bangsa, marilah kita gunakan bulan yang baik ini untuk memikirkan satu perencanaan untuk meneruskan persatuan nasional,” katanya.

Bulan Suci Ramadan, menurut dia, adalah tempat yang sangat baik untuk memulai perjuangan membangun peradaban bangsa Indonesia yang betul-betul kuat dan kokoh ke depan.

“Tidak saja elitenya yang mengerti arah, bagaimana seharusnya bangsa ini dan ke mana seharusnya bangsa in. Tapi juga rakyatnya yang memahami dan percaya bahwa pemimpinnya bisa membawa mereka ke sana. Sehingga mereka akan positif melihat pemimpinnya ke depan,” katanya.

Fahri yakin dengan adanya  persatuan dan langkah Indonesia mulai terlibat dalam partisipasi global, akan membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi negara Superpower Baru.

“Indonesia akan menjadi negara kuat. Kita ingin Indonesia berkontribusi pada peradaban umat manusia. Inilah waktunya, dari perjalanan Arah Baru Indonesia menuju superpower baru,” pungkas Fahri Hamzah. (*)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

9 Ulama Terpilih Menjadi Anggota AHWA Untuk Memilih Rais Aam Dan Ketum PBNU 2026 – 2031

Agustus 30, 2026

Gus Ipul : Kericuhan Muktamar NU Ke-35 Mereda Itulah NU

Agustus 30, 2026

Muktamar NU Memanas Massa Minta Kyai Sepuh Evaluasi Pimpinan Sidang Terkait Masa Iddah Jabatan Politik 

Agustus 30, 2026
Berita Terkini

9 Ulama Terpilih Menjadi Anggota AHWA Untuk Memilih Rais Aam Dan Ketum PBNU 2026 – 2031

Agustus 30, 20262 Views

Bamsoet Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026

Agustus 30, 20260 Views

DPR RI Memasuki HUT ke-81, Pesan Dasco: Teguhkan Komitmen Menjaga Demokrasi dan Merawat Persatuan

Agustus 30, 20263 Views

Gus Ipul : Kericuhan Muktamar NU Ke-35 Mereda Itulah NU

Agustus 30, 20260 Views

Muktamar NU Memanas Massa Minta Kyai Sepuh Evaluasi Pimpinan Sidang Terkait Masa Iddah Jabatan Politik 

Agustus 30, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi I DPR Dukung Tidak Adanya Larangan Hijab di Unhan dan Mendorong Konsistensi Penerapannya

Agustus 24, 2026121 Views

Soroti Masih Adanya Pembelajaran di Tenda, Hetifah: Perlu Percepatan Revitalisasi Sekolah

Februari 20, 202616 Views

Pimpinan DPR Terima Aspirasi Rakyat Pati : RUU Perampasan Aset, Masalah Nelayan ,Kekerasan Seksual

Agustus 24, 202613 Views
Pilihan Editor

9 Ulama Terpilih Menjadi Anggota AHWA Untuk Memilih Rais Aam Dan Ketum PBNU 2026 – 2031

Agustus 30, 2026

Bamsoet Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026

Agustus 30, 2026

DPR RI Memasuki HUT ke-81, Pesan Dasco: Teguhkan Komitmen Menjaga Demokrasi dan Merawat Persatuan

Agustus 30, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?