Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Pemilihan Ketum PBNU Dan Rais Am Dijadwalkan Minggu Malam

Agustus 30, 2026

Muktamar Ke-35 NU Sepakat Larang Ketum Dan Rais Aam Rangkap Jabatan

Agustus 29, 2026

Komisi VI DPR Minta Penguatan Kadin Tetap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Agustus 29, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Syaikhona Kholil dan Gus Dur Wariskan Teladan Keilmuan dan Kemanusiaan
DPR

Syaikhona Kholil dan Gus Dur Wariskan Teladan Keilmuan dan Kemanusiaan

RedaksiBy RedaksiNovember 12, 2025
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengapresiasi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh besar bangsa yakni Syaichona Muhammad Kholil Bangkalan dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dua tokoh besar tersebut mempunyai kontribusi luar biasa dalam penyebaran Islam moderat yang menciptakan Indonesia damai dan ramah.

“Keduanya adalah pahlawan untuk semua. Syaikhona Kholil adalah guru besar para ulama, penyebar Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan toleran. Dari beliaulah lahir para pendiri Nahdlatul Ulama yang menanamkan tradisi keilmuan Islam yang damai dan penuh kasih,” ujar Neng Eem saat menghadiri acara tasyakuran atas gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Muhammad Kholil, Tokoh Jawa Timur Bidang Pendidikan Islam dan KH. Abdurrahman Wahid, Tokoh Jawa Timur Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Ia menjelaskan, Syaikhona Kholil memiliki peran sangat besar dalam membentuk wajah Islam Indonesia yang moderat dan berakar pada tradisi keilmuan pesantren.

Melalui para muridnya, terutama KH Hasyim Asy’ari, ajaran beliau meluas dan menjadi fondasi berdirinya Nahdlatul Ulama (NU)

“Beliau adalah guru dari para pendiri NU, dan melalui beliau, khazanah keilmuan Islam yang rahmatan lil alamin dan toleransi berkembang hingga kini,” tambahnya.

Neng Eem juga menegaskan bahwa Gus Dur telah lama menjadi pahlawan di hati rakyat, bahkan sebelum gelar resmi itu disematkan oleh negara.

“Sebelum ada keputusan presiden, Gus Dur sudah jadi pahlawan di hati kita semua. Beliau pahlawan bagi orang-orang lintas agama, bagi mereka yang mencari kebenaran, dan bagi siapa pun yang memperjuangkan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, perjuangan untuk memberikan gelar kepahlawan ini dilakukan bersama tokoh lintas agama.

“PKB bersama tokoh lintas agama sudah lama memperjuangkan hal ini. Dulu Gus Dur sempat terganjal di Dewan Gelar karena masih ada TAP MPR No. II Tahun 2001 tentang laporan pertanggungjawaban Presiden ke-4, KH Abdurrahman Wahid. Namun akhirnya, TAP itu kami nyatakan dicabut dan tidak berlaku. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk menolak gelar Pahlawan Nasional bagi Gus Dur,” jelasnya.

Atas penganugerahan gelar tersebut, Neng Eem menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menetapkan keduanya sebagai Pahlawan Nasional tahun ini.

“Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan bersejarah ini. Juga kepada seluruh tokoh lintas agama dan masyarakat yang ikut memperjuangkan pengakuan ini. Ini bukan hanya penghargaan untuk dua tokoh besar, tapi juga kemenangan bagi nilai kemanusiaan dan kebangsaan kita,” ungkapnya.

Neng Eem menutup dengan ajakan agar generasi muda meneladani dua tokoh tersebut—dalam ilmu, ketulusan, dan pengabdian.

“Syaikhona Muhammad Kholil dan Gus Dur sama-sama menanamkan nilai bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman, dan kemanusiaan adalah bagian dari keimanan. Mereka berdua pahlawan untuk semua,” pungkasnya. (*)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Tokoh Muda NU Imam Jazuli Siap Maju Sebagai Kandidat Ketum PBNU

Agustus 30, 2026

Pemilihan Ketum PBNU Dan Rais Am Dijadwalkan Minggu Malam

Agustus 30, 2026

13 Kriteria Tindak Pidana Sasaran Perampasan Aset, Mulai dari Korupsi hingga Perdagangan Orang

Agustus 29, 2026
Berita Terkini

Tokoh Muda NU Imam Jazuli Siap Maju Sebagai Kandidat Ketum PBNU

Agustus 30, 20260 Views

Pemilihan Ketum PBNU Dan Rais Am Dijadwalkan Minggu Malam

Agustus 30, 20264 Views

13 Kriteria Tindak Pidana Sasaran Perampasan Aset, Mulai dari Korupsi hingga Perdagangan Orang

Agustus 29, 20261 Views

Komisi VI DPR Minta Penguatan Kadin Tetap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Agustus 29, 20262 Views

Muktamar Ke-35 NU Sepakat Larang Ketum Dan Rais Aam Rangkap Jabatan

Agustus 29, 20268 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi I DPR Dukung Tidak Adanya Larangan Hijab di Unhan dan Mendorong Konsistensi Penerapannya

Agustus 24, 2026120 Views

Soroti Masih Adanya Pembelajaran di Tenda, Hetifah: Perlu Percepatan Revitalisasi Sekolah

Februari 20, 202616 Views

Pimpinan DPR Terima Aspirasi Rakyat Pati : RUU Perampasan Aset, Masalah Nelayan ,Kekerasan Seksual

Agustus 24, 202613 Views
Pilihan Editor

Tokoh Muda NU Imam Jazuli Siap Maju Sebagai Kandidat Ketum PBNU

Agustus 30, 2026

Pemilihan Ketum PBNU Dan Rais Am Dijadwalkan Minggu Malam

Agustus 30, 2026

13 Kriteria Tindak Pidana Sasaran Perampasan Aset, Mulai dari Korupsi hingga Perdagangan Orang

Agustus 29, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?