MataParlemen.id – Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menilai hubungan Indonesia dan Rusia memiliki peluang besar untuk diperkuat, khususnya melalui kerja sama di bidang pendidikan, sains, teknologi, dan kebudayaan.
Hal itu disampaikan Sultan setelah menerima kunjungan Senator Rusia, yang merupakan anggota Dewan Federasi Rusia. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan balasan sekaligus tindak lanjut komunikasi antara parlemen Indonesia dan Rusia.
Sultan menjelaskan, sebelumnya pimpinan DPD RI telah melakukan kunjungan ke Rusia atas undangan Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matviyenko. Kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah pembahasan yang kemudian perlu ditindaklanjuti melalui pertemuan kedua pihak.
“Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan. Beberapa bulan lalu kami diundang oleh Ketua Dewan Federasi Rusia, Madam Matviyenko. Kita diterima secara resmi dan luar biasa,” kata Sultan.
Menurutnya, salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut adalah peluang peningkatan kerja sama pendidikan. Rusia dinilai memiliki perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menjadi rujukan sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia.
“Rusia salah satu negara yang begitu banyak diminati anak-anak muda atau mahasiswa bisa bersekolah. Karena pendidikan yang luar biasa, pengetahuan yang berkembang pesat sekali,” ujarnya.
Sultan menyebut sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama pendidikan antara kedua negara, seperti teknologi informasi, sains, robotika, hingga teknologi nuklir.
“IT, sains, robotik, nuklir, dan lain-lain. Itu juga yang kita akan sepakati,” tutur Sultan.
Selain pendidikan dan teknologi, pembahasan juga mencakup bidang agama dan kebudayaan. Sultan berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan tindak lanjut konkret dalam memperkuat hubungan antarlembaga parlemen kedua negara.
Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyampaikan rencana memberikan kesempatan kepada Senator untuk berbicara dalam Sidang Paripurna DPD RI. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan diplomatik dan komunikasi antarparlemen Indonesia-Rusia.(As)





