MataParlemen.id -Peta kekuatan partai politik (parpol) menuju Pemilu 2029  mulai menunjukkan perubahan. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kini berada di posisi teratas dalam elektabilitas partai politik, mengungguli Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar.

Berdasarkan survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO), Gerindra memperoleh elektabilitas 17,5 persen jika pemilihan anggota DPR RI dilakukan saat ini. 

PDIP berada di posisi kedua dengan 12,8 persen, disusul Golkar 10,4 persen dan Partai Demokrat 8,1 persen.

Namun, di balik keunggulan Gerindra, masih terdapat kelompok pemilih yang cukup besar dan belum menentukan pilihan.

Sebanyak 24,6 persen responden menyatakan belum memilih atau memilih merahasiakan pilihannya.

“Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini,” kata Dedi.

Menurutnya, posisi Gerindra sebagai kekuatan utama pemerintahan memberikan keuntungan elektoral bagi partai tersebut.

Popularitas Prabowo sebagai presiden turut berkontribusi terhadap tingkat keterpilihan Gerindra.

Meski demikian, elektabilitas Gerindra mengalami penurunan dibandingkan periode survei sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi catatan bahwa keunggulan partai belum tentu bersifat permanen.

PDIP menempati posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen. Partai yang sebelumnya kerap mendominasi sejumlah survei nasional tersebut kini terpaut 4,7 poin persentase dari Gerindra.

Golkar berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 10,4 persen. Sementara Partai Demokrat menempati posisi keempat dengan 8,1 persen.

Di bawah empat besar terdapat PKB dengan 7 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen.

Adapun partai lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 2 persen. PSI berada di angka 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Gelora 0,4 persen, dan Hanura 0,2 persen.

Sementara, Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, dan Partai Garuda belum memperoleh dukungan terukur dalam survei tersebut.

PDIP menempati posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen. Partai yang sebelumnya kerap mendominasi sejumlah survei nasional tersebut kini terpaut 4,7 poin persentase dari Gerindra.

Golkar berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 10,4 persen. Sementara Partai Demokrat menempati posisi keempat dengan 8,1 persen.

Di bawah empat besar terdapat PKB dengan 7 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen.

Adapun partai lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 2 persen. PSI berada di angka 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Gelora 0,4 persen, dan Hanura 0,2 persen.

Sementara, Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, dan Partai Garuda belum memperoleh dukungan terukur dalam survei tersebut.

“Jika sebelumnya PDIP mendominasi dukungan pada berbagai survei nasional, kini sebagian basis pemilih terlihat mulai beralih kepada Gerindra seiring posisi partai tersebut sebagai kekuatan utama dalam pemerintahan,” ujar Dedi.

Meski Gerindra berada di puncak, hasil survei juga menunjukkan pertarungan menuju Pemilu 2029 masih sangat cair.

Pasalnya, 24,6 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan pilihannya.

Besarnya kelompok tersebut menjadi ruang perebutan suara bagi seluruh partai politik. Keunggulan Gerindra saat ini bisa berubah apabila partai lain mampu menarik pemilih yang masih bimbang, terlebih jika terjadi perubahan persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan dan partai-partai politik. (awn)

Share.
Exit mobile version