MataParlemen.id- Wakil Ketua DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) II, Sari Yuliati, menegaskan komitmennya memperkuat infrastruktur irigasi di Pulau Lombok sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hal itu disampaikan Sari Yuliati dalam kegiatan serah terima program P3TGAI 2026 di Hotel Prime Plaza Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (12/10/2026).
Dalam kesempatan ini juga di hadiri oleh PLT kabalai BBWS NT I Antonius Suryono, Kepala Bidang OP Lukman Nurzaman, Kepala Satker OP Bagus Adi Rahmadi, PPK OP SDA II Ifan Azwar Nasution, Kepala Bidang SDA Dinas PUPR PROV NTB Lalu Satria Darmawangsa, Perwakilan Kepala Desa penerima program P3TGAI, dan perwakilan kelompok P3A
Ia menilai pembangunan irigasi harus menjadi perhatian serius karena ketersediaan air merupakan salah satu faktor utama keberhasilan sektor pertanian.
Legislator dapil Nusa Tenggara Barat II mengapresiasi terlaksananya pembangunan jaringan irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya dilihat dari selesainya pembangunan fisik, tetapi harus diukur dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, saya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan jaringan irigasi melalui program P3TGAI. Keberhasilan pembangunan ini tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi sejauh mana infrastruktur tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” Ujarnya saat serah terima program P3TGAI di kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan. Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran negara, harus dijaga agar manfaatnya tidak berhenti dalam jangka pendek.
“Jaringan irigasi yang telah dibangun harus dijaga dan dirawat secara berkelanjutan agar dapat berfungsi dalam jangka panjang. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak,” Tegasnya.
Politisi Partai Golkar ini juga mengungkapkan, pada 2026 dirinya turut memperjuangkan lima kegiatan rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Kelimanya meliputi pembangunan baru Embung Tampak Siring, rehabilitasi Daerah Irigasi Jengguar, peningkatan Daerah Irigasi Embung Jangkih Jawe, rehabilitasi Daerah Irigasi Mertak Paok, serta rehabilitasi Daerah Irigasi Paok Rengga.
“Pada tahun 2027 saya berkomitmen memperjuangkan penambahan alokasi P3TGAI sebanyak-banyaknya agar semakin banyak kelompok petani dan desa yang memperoleh manfaat,” Katanya.
Selain itu, Sari juga akan memperjuangkan rehabilitasi Daerah Irigasi Mujur II yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Jaringan irigasi tersebut mencakup Kecamatan Praya Timur, Praya Tengah, dan Pujut.
Sari berharap pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi dapat memperbaiki distribusi air ke lahan pertanian sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas, memperoleh hasil panen yang optimal, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Ia menegaskan, pembangunan irigasi pada akhirnya bukan sekadar membangun saluran air, melainkan investasi untuk memperkuat ketahanan pangan dan kehidupan ekonomi masyarakat.
“Petani adalah salah satu penopang ketahanan pangan bangsa. Karena itu, setiap pembangunan yang kita perjuangkan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (awn)


