Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Jefry Romdhony Fraksi Gerindra DPR: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 2026

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 2026

Kampung Nelayan Merah Putih Sinjai Diproyeksikan Jadi Percontohan Nasional

Juli 12, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » RUU Daerah Kepulauan Didorong Jadi Instrumen Pemerataan Pembangunan dan Penguatan Keadilan Fiskal Bagi Wilayah
DPD

RUU Daerah Kepulauan Didorong Jadi Instrumen Pemerataan Pembangunan dan Penguatan Keadilan Fiskal Bagi Wilayah

RedaksiBy RedaksiJuli 8, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-DPD RI terus memperjuangkan hadirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat di wilayah kepulauan melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan. RUU ini merupakan jawaban atas berbagai persoalan yang masih dihadapi daerah kepulauan, mulai dari keterbatasan konektivitas, akses layanan dasar, tingginya biaya logistik, hingga kesenjangan pembangunan yang belum sepenuhnya teratasi.

Melalui RUU ini, DPD RI mendorong lahirnya kebijakan pembangunan yang lebih berkeadilan dengan memperhatikan karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus DPR RI bersama perwakilan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), di Ruang Rapat Komisi XIII DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Ketua Tim Kerja DPD RI untuk RUU Daerah Kepulauan Andi Sofyan Hasdam menegaskan bahwa RUU ini tidak hanya berbicara mengenai pengelolaan wilayah laut atau sektor kemaritiman semata.

Baca juga:

Ali Mazi Usul Formula DAU RUU Daerah Kepulauan Terapkan Nilai Adil

Lebih dari itu, regulasi ini dirancang untuk memastikan masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan memperoleh perhatian dan akses pembangunan yang setara dengan daerah lainnya.

“RUU ini kami ajukan bukan semata-mata membahas aspek maritim, tetapi memastikan negara hadir memberdayakan masyarakat di pulau-pulau terluar. Kita ingin menegaskan pengakuan Indonesia sebagai negara kepulauan melalui kebijakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada daratan, tetapi juga memperhitungkan laut sebagai satu kesatuan ruang hidup bangsa,” ujar Andi.

Menurut Andi, karakteristik geografis daerah kepulauan menuntut pendekatan pembangunan yang berbeda. Keterbatasan akses, tingginya biaya logistik, serta luasnya rentang kendali wilayah menjadi tantangan utama dalam penyediaan layanan publik dan pembangunan infrastruktur.

Karena itu, RUU Daerah Kepulauan diharapkan menjadi landasan hukum bagi penyusunan kebijakan afirmatif, termasuk penguatan skema pendanaan, perencanaan pembangunan, dan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif terhadap karakteristik wilayah kepulauan.

Anggota DPD RI Graal Taliawo menilai wilayah kepulauan masih tertinggal karena kebijakan pembangunan nasional selama ini belum sepenuhnya mempertimbangkan karakteristik daerah kepulauan.

“Pembangunan kita belum sepenuhnya kontekstual terhadap kondisi daerah kepulauan. Karena itu diperlukan kebijakan afirmatif agar pembangunan nasional benar-benar dapat dirasakan secara merata. RUU Daerah Kepulauan menjadi instrumen penting untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tidak lagi tertinggal dari arus pembangunan nasional,” kata Graal.

Ia juga menegaskan bahwa pengakuan terhadap kekhususan daerah kepulauan harus diwujudkan dalam kebijakan fiskal yang lebih adil sehingga daerah mampu mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di pulau-pulau kecil dan wilayah terluar.

Penilaian tersebut diperkuat dengan masukan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Bappenas Maliki.

Ia mengungkapkan bahwa konektivitas masih menjadi tantangan paling mendasar yang memengaruhi berbagai aspek pembangunan di daerah kepulauan, mulai dari kemiskinan, pengangguran, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Daerah kepulauan tidak hanya menghadapi persoalan konektivitas dan akses layanan dasar, tetapi juga kerentanan yang semakin tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan kualitas SDM, perluasan akses pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar, serta kebijakan afirmatif yang mampu menjawab karakteristik khusus wilayah kepulauan,” ujarnya.

Masukan yang disampaikan Maliki tersebut dinilai sejalan dengan semangat yang diusung DPD RI melalui RUU Daerah Kepulauan, yakni menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akibat kondisi geografis wilayahnya.

DPD RI berharap pembahasan RUU Daerah Kepulauan dapat segera diselesaikan sehingga menjadi landasan hukum yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat daya saing daerah, menjaga kedaulatan wilayah kepulauan, serta mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara kepulauan yang maju, tangguh, dan sejahtera. (amar)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 2026

Ketua Parlemen Iran Terima Kunjungan Kenegaraan Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Juli 12, 2026

Kampung Nelayan Merah Putih Sinjai Diproyeksikan Jadi Percontohan Nasional

Juli 12, 2026
Berita Terkini

Jefry Romdhony Fraksi Gerindra DPR: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 20262 Views

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 20261 Views

Masih Dibahas, Baleg DPR: Tidak Benar RUU Perampasan Aset Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2026

Juli 12, 20262 Views

Udang Kebumen Tembus Pasar AS, Darori Komisi IV DPR F-Gerindra Soroti Dampaknya bagi Warga

Juli 12, 20265 Views

Ketua Parlemen Iran Terima Kunjungan Kenegaraan Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Juli 12, 202630 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Komisi II DPR Usul Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Juli 6, 2026301 Views

DPR: Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Harus Lewat UU, Tak Bisa Diputuskan DPRD

Juli 7, 2026255 Views

Prof Sufmi Dasco Ahmad, Politikus Senyap yang Menjembatani Stabilitas Politik Nasional

Juli 3, 202653 Views
Pilihan Editor

Jefry Romdhony Fraksi Gerindra DPR: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 2026

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 2026

Masih Dibahas, Baleg DPR: Tidak Benar RUU Perampasan Aset Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2026

Juli 12, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?