MataParlemen.id-Wakil Ketua Komisi III DPR, Rusdi Masse Mappasessu mundur sebagai politikus NasDem.
Ia mundur dari DPR dan meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III.
Rusdi Masse juga mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan.
Kabar itu dibenarkan Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni.
“Benar,” ujar Sahroni, Kamis (22/1/2026)
Sahroni menyebut surat pengunduran diri Rusdi telah dikirim ke kantor DPP Partai NasDem, Cikini, Jakarta.
Pengunduran dirinya sudah disetujui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Namun, dia mengaku belum melihatnya secara langsung.
Rusdi sebelumnya menggantikan Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III. Pergantian itu dilakukan tak lama usai gelombang demo di DPR pada Agustus 2025.
Belakangan, setelah diganti Rusdi, Sahroni dinonaktifkan partainya dari DPR, dan diperkuat oleh putusan Mahkamah Kehormatan Dewan lewat sanksi nonaktif selama 6 bulan.
Namun, selama menggantikan Sahroni di Komisi III, Rusdi belum terlihat memimpin rapat selama dua kali masa sidang sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Sahroni mengatakan Rusdi bakal bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pimpinan Kaesang Pangarep mengikuti koleganya yang telah lebih dulu meninggalkan NasDem, Ahmad Ali dan Bestari Barus.
“Dugaan saya demikian,” ujar Sahroni.
Sahroni menyerahkan proses selanjutnya ke Ketua Umum Surya Paloh.
Sesuai aturan, dengan keluar dari partai, posisi Rusdi di DPR secara otomatis juga akan diganti lewat mekanisme pergantian antar waktu (PAW).
“Itu semua keputusan dari Ketua Umum NasDem,” ujar Sahroni.
Menanggapi hal ini, Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus mengatakan, Rusdi Masse merupakan sosok penting dalam perpolitikan nasional, khususnya di Sulawesi Selatan.
Dia menilai Rusdi Masse bukan hanya tokoh masyarakat, melainkan tokoh politik utama yang memiliki pengaruh besar di daerah tersebut.
“Saya kira kita Partai Solidaritas Indonesia tentu akan menyambut dengan karpet merah yang panjang apabila Rusdi Masse bergabung dengan PSI,” kata Bestari, Jumat (23/1/2026).
Bestari juga menyoroti rekam jejak Rusdi Masse yang dinilai cemerlang dalam berbagai peran politik yang pernah dijalaninya.
Pengalaman dan kapasitas tersebut, kata dia, akan menjadi nilai tambah bagi PSI jika suatu saat Rusdi Masse memutuskan bergabung.
“Rusdi Masse itu kan tokoh, bukan sekadar tokoh masyarakat Sulawesi Selatan, tapi tokoh politik utama. Dan dalam kiprahnya cukup cemerlang di manapun dia berada,” tandasnya. (ira)




