Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 2026

Pratikno : Wajib Halal Dukung Daya Saing Industri Dalam Negeri

September 26, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป PDIP Minta Prabowo Buka Lagi Penyelidikan dan Tuntaskan Kasus Kudatuli
Peristiwa

PDIP Minta Prabowo Buka Lagi Penyelidikan dan Tuntaskan Kasus Kudatuli

RedaksiBy RedaksiJuli 27, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Peringatan 30 tahun tragedi peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal Kudatuli menjadi pesan keras PDI Perjuangan (PDIP) terhadap bahaya otoritarianisme.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan penyerangan brutal terhadap kantor DPP PDI saat itu adalah bukti sejarah kekuasaan yang represif pada akhirnya akan tumbang oleh kekuatan rakyat.

Di hadapan para penyintas, aktivis demokrasi, dan jajaran elite partai, Hasto menyebut tragedi tumpahnya darah para pejuang 30 tahun lalu di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, justru menjadi cikal bakal lahirnya gerakan reformasi.

“Karena apa yang terjadi saat itu sangat dahsyat. Kekuasaan otoriter Orde Baru mencoba membunuh demokrasi, mematikan kemanusiaan, dan mengubur keadilan,” tegas Hasto saat menyampaikan pidato di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Hasto yang hadir membawa amanat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengungkapkan dari kehancuran fisik gedung DPP PDI 30 tahun silam, lahir militansi perjuangan yang tak bisa didikte oleh intimidasi rezim.

“Gedung ini luluh lantak, berbau amis tumpahan darah para pejuang. Saat itu kita seolah kehilangan harapan. Namun, 30 tahun kemudian, justru dari kehilangan itu lahir semangat dan militansi untuk tidak pernah menyerah menghadapi intimidasi dan tekanan,” ujarnya.

Dalam perenungan Megawati, Hasto membeberkan empat nilai utama warisan Bung Karno yang menjadi benteng PDIP dalam menghadapi tekanan kekuasaan, yakni keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran revolusioner.

Kombinasi nilai inilah yang diyakini melahirkan prinsip Satyam Eva Jayate bahwa pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang.

Nilai ini pula yang melandasi “Sumpah Rakyat” saat gelombang perlawanan meletus di kawasan Megaria pada 30 tahun lalu.

Hasto mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak pernah menutup mata terhadap sederet luka pelanggaran HAM masa lalu, mulai dari peristiwa 1965, Talangsari, Trisakti, Semanggi, hingga Kudatuli. Ia menekankan sebuah pesan moral penting bagi pemegang kekuasaan hari ini dan masa depan

Karana itu, Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP meminta pemerintah dibawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk kembali membuka penyelidikan yustisial dan pengadilan koneksitas untuk mengungkap dalang peristiwa Kudatuli.

“Tuntaskan kasus 27 Juli 1996 beserta pelanggaran HAM berat lainnya. Gelar penyelidikan yustisial dan pengadilan koneksitas harus digelar kembali,” ujarnya.

Hasto menegaskan sampai saat ini negara masih memiliki hutang kepada masyarakat untuk mengungkap dalang peristiwa Kudatuli yang berujung memakan korban jiwa.

“Siapa yang merancang pembunuhan demokrasi tersebut? Ke mana korban yang hilang dan siapa yang bertanggung jawab? Sepahit apapun kejadian masa lalu negara harus menjawabnya,” tuturnya.

Hasto menegaskan bahwa desakan pengungkapan kasus tersebut tidak dilandasi oleh dendam PDIP semata

Ia menyebut Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri berpesan bahwa hal itu merupakan kewajiban moral sebuah negara yang berpancasila terhadap warganya.

“Luka Kudatuli ini bukanlah luka PDI, ini adalah luka Republik Indonesia bersama dengan seluruh luka akibat kekuasaan yang menindas di masa lalu dan kita belajar dari sejarah agar ini tidak boleh terjadi kembali saudara-saudara sekalian,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia meyakini bahwa peristiwa Kudatuli juga menjadi titik awal yang mendorong terjadinya Reformasi pada tahun 1998.

“Darah di halaman Diponegoro bersama dengan darah di halaman Trisakti hingga Semanggi 1 dan 2, kesemuanya mengalir dari luka yang sama, yakni rezim yang merasa boleh berbuat apa saja terhadap rakyatnya sendiri,” jelasnya.

“Mengawal kembali agenda yang dulu kita pikul bersama-sama dan belum selesai sampai hari ini, supremasi hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu,” pungkasnya. (awn)

Hasto Kristiyanto Kasus Kudatuli pdip Prabowo Subianto
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

1527 Kasus Influenza Tercatat di Indonesia : DKI Dan Jabar Tertinggi

September 30, 2026

Dituding Antek Asing, Ratusan Massa Geruduk Kantor WALHI

September 29, 2026
Berita Terkini

Dirjenpas Mashudi Mundur Dari Jabatannya Usai Lapas Mewah Cibinong

Oktober 1, 20260 Views

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 20261 Views

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 20260 Views

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 20260 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Dirjenpas Mashudi Mundur Dari Jabatannya Usai Lapas Mewah Cibinong

Oktober 1, 2026

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 2026

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?