MataParlemen.id – Sebanyak 136 prajurit TNI yang bertugas di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menerima kenaikan pangkat luar biasa (KPLB). Penghargaan tersebut diberikan atas keberanian dan pengabdian prajurit dalam menjalankan tugas operasi di wilayah Papua.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2026), mengatakan, penghargaan tersebut didasarkan pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1273/X/2026 dan Kep/1307/X/2026 tertanggal 13 Oktober 2026. Kenaikan pangkat itu disematkan langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Lucky menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit yang dinilai telah menunjukkan keberanian, loyalitas, dan pengabdian selama menjalankan tugas di wilayah Papua.

“Selaku pengendali operasi di wilayah pertahanan III, apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya saya haturkan kepada para prajurit,” kata Lucky.

Berdasarkan data yang disampaikan Kogabwilhan III, penerima KPLB berasal dari sejumlah satuan TNI dan unsur terkait yang terlibat dalam berbagai operasi.

Satgas Yonif 9 Marinir dari TNI Angkatan Laut menjadi satuan dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 49 prajurit. Berikutnya, Satgas Rajawali V dari TNI Angkatan Darat sebanyak 38 prajurit, dan Satgas Mandala VI atau Satgas Intelijen sebanyak 23 prajurit.

Sementara itu, Satgas Pasgat dari TNI Angkatan Udara menerima KPLB untuk 13 prajurit. Satgas Elang VI yang disebut dalam rilis sebagai unsur BIN/TNI AD menyumbang enam penerima, disusul lima prajurit Binter Korem 172/PWY dan dua prajurit Binter Kodim 1714/PJ Rem 173/PVB. Dengan demikian, total penerima KPLB dari seluruh satuan tersebut mencapai 136 prajurit.

Kogabwilhan III memerinci penerima penghargaan berdasarkan operasi yang dijalankan. Sebanyak 46 prajurit terlibat dalam Operasi Badai Kasuari 3.10, sedangkan 30 prajurit berasal dari Operasi Badai Kasuari 3.9.

Selanjutnya, 22 prajurit bertugas dalam operasi di Bandara Yahukimo dan Sentani. Sebanyak 14 prajurit berasal dari operasi penggalangan distrik mulia, lima prajurit dari operasi pembinaan teritorial Korem 172/PWY, dan dua prajurit dari pembinaan teritorial Kodim 1714/PJ. Adapun 17 prajurit lainnya terlibat dalam Operasi Badai Kasuari 3.11.

Menurut Lucky, pelaksanaan tugas di Papua dilakukan melalui pendekatan persuasif maupun tindakan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menyebut pendekatan kesejahteraan dan pembangunan daerah menjadi salah satu upaya untuk mendorong anggota kelompok bersenjata kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada sisi lain, Lucky mengatakan aparat juga melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pihak yang dinilai melakukan pelanggaran. Ia menegaskan bahwa aturan pelibatan atau rules of engagement (ROE) menjadi pedoman bagi prajurit dalam menjalankan operasi dengan tetap memperhatikan hukum dan hak asasi manusia.

Lucky berharap penghargaan KPLB dapat menjadi motivasi bagi prajurit untuk terus menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keamanan di wilayah Papua. Jenderal bintang tiga itu juga menyampaikan penghormatan kepada prajurit Satgas Yonif 9 Marinir, Satgas Rajawali V, Satgas Kopasgat, Satgas Mandala VI, dan Satgas Elang VI yang terlibat dalam pelaksanaan tugas di wilayah operasi Kogabwilhan III.(hsu)

Share.
Exit mobile version