Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

KPK OTT BNPB Amankan Uang Rp 1,4 Milyar Dan Emas Batangan

Oktober 13, 2026

BNPB : Pelayanan Berjalan Normal Ditengah Kabar OTT KPK

Oktober 13, 2026

Denny Indrayana : KPU Diduga Buat Pasal Selundupan Agar Gibran Tak Perlu Tunjukkan Ijazah SMA

Oktober 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Minat Pendidikan Nonformal Rendah, Lestari Moerdijat Minta Pemerintah Perkuat Sosialisasi
MPR

Minat Pendidikan Nonformal Rendah, Lestari Moerdijat Minta Pemerintah Perkuat Sosialisasi

RedaksiBy RedaksiAgustus 28, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan serius untuk meningkatkan minat masyarakat mengikuti pendidikan pada satuan pendidikan nonformal (SPNF).

Menurut Lestari, pendidikan nonformal masih kerap diposisikan sebagai pilihan kedua dibandingkan pendidikan formal. Padahal, jalur tersebut memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak yang putus sekolah maupun masyarakat yang belum terjangkau sistem pendidikan formal.

“Kita tidak bisa memungkiri bahwa jalur pendidikan nonformal masih dianggap sebagai pilihan kedua. Padahal, satuan pendidikan nonformal adalah gerbang darurat bagi jutaan anak bangsa yang putus sekolah atau tidak terjangkau oleh sistem formal,” ujar Lestari dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8).

Dorongan tersebut disampaikan menyusul imbauan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Rabu (26/8) kepada SPNF untuk terus melakukan sosialisasi dan tidak menunda proses pendaftaran peserta didik yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket C.

Berdasarkan data Kemendikdasmen per 23 Agustus 2026, terdapat 9.693 SPNF yang telah terdata dan memenuhi persyaratan. Namun, baru 361 SPNF yang mendaftarkan diri untuk mengikuti TKA Paket C.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan partisipasi pada tahun sebelumnya. Pada 2025, tercatat sebanyak 6.128 SPNF atau sekitar 63 persen yang mengikuti TKA Paket C.

Lestari menilai rendahnya partisipasi tersebut tidak terlepas dari berbagai persoalan yang masih melekat pada pendidikan nonformal. Salah satunya adalah faktor kultural dan stigma sosial yang membuat pendidikan nonformal kerap dipandang sebelah mata.

“Rerie”, sapaan Lestari, mengatakan persepsi bahwa pendidikan nonformal memiliki kualitas lebih rendah dibandingkan pendidikan formal turut membuat sebagian masyarakat enggan memilih jalur tersebut.

Selain stigma, Anggota Komisi X DPR RI itu menyebut persoalan ekonomi dan keterbatasan akses juga menjadi tantangan bagi peserta didik Paket C.

Menurutnya, banyak peserta didik Paket C berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas sehingga harus bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Situasi tersebut membuat mereka kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran secara rutin, termasuk ketika harus menjalani ujian.

Di sisi lain, keterbatasan fasilitas pembelajaran serta buruknya jaringan komunikasi antara lembaga pendidikan dengan pihak eksternal juga masih menjadi persoalan yang perlu segera dibenahi.

“Sejumlah kendala itu harus menjadi kepedulian semua pihak. Butuh langkah nyata, bukan sekadar wacana, agar setiap anak bangsa mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, apa pun jalurnya,” tegas Lestari.

 *Perkuat Sosialisasi dan Ubah Persepsi* 

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan nonformal, Lestari menilai diperlukan strategi kolaboratif yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Sosialisasi secara masif dinilai penting untuk mengubah persepsi masyarakat mengenai pendidikan nonformal. Pemerintah dan lembaga pendidikan juga perlu memberikan pemahaman bahwa ijazah Paket C memiliki kedudukan yang setara dengan ijazah SMA.

Dengan kesetaraan tersebut, lulusan Paket C memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.

Lestari juga mendorong penguatan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Penguatan tersebut diperlukan agar lembaga pendidikan nonformal tidak hanya berorientasi pada pemberian ijazah, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan siap memasuki dunia kerja.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Kita harus memastikan bahwa mereka yang telah berjuang di jalur nonformal mendapatkan pengakuan yang setara. Inklusivitas bukan hanya slogan, tapi sebuah keharusan,” pungkas Lestari. (As)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Bamsoet: Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman dan Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional

Oktober 1, 2026

Ariawan: MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

September 27, 2026

Resmikan Mess MPR di Bandung, Muzani: Bangunan Cagar Budaya Kembali ke Bentuk Aslinya

September 27, 2026
Berita Terkini

KPK OTT BNPB Amankan Uang Rp 1,4 Milyar Dan Emas Batangan

Oktober 13, 20260 Views

BNPB : Pelayanan Berjalan Normal Ditengah Kabar OTT KPK

Oktober 13, 20260 Views

Denny Indrayana : KPU Diduga Buat Pasal Selundupan Agar Gibran Tak Perlu Tunjukkan Ijazah SMA

Oktober 13, 20260 Views

Erna Sari Soroti 27 Titik Longsor Di Jalur Trans Jayapura-Wamena

Oktober 13, 20260 Views

Banpres Senilai Rp 125 Milyar Karhutla Di Kalteng, Bambang Purwanto Ingatkan Transparansi Penggunaan Dana

Oktober 13, 20266 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi IX DPR RI Dorong Permenkes Untuk Lindungi Pasien Dari MalPraktek

Oktober 7, 202611 Views

Banpres Senilai Rp 125 Milyar Karhutla Di Kalteng, Bambang Purwanto Ingatkan Transparansi Penggunaan Dana

Oktober 13, 20266 Views

Bambang Purwanto Dorong Warga Jabiren Olah Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Oktober 11, 20265 Views
Pilihan Editor

KPK OTT BNPB Amankan Uang Rp 1,4 Milyar Dan Emas Batangan

Oktober 13, 2026

BNPB : Pelayanan Berjalan Normal Ditengah Kabar OTT KPK

Oktober 13, 2026

Denny Indrayana : KPU Diduga Buat Pasal Selundupan Agar Gibran Tak Perlu Tunjukkan Ijazah SMA

Oktober 13, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?