MataParlemen.id – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi. Peresmian museum ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian sejarah sekaligus revitalisasi kebudayaan yang pernah berkembang di kawasan Muarajambi sebagai salah satu pusat peradaban besar di Asia.

Fadli Zon menegaskan bahwa pembangunan museum bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam menjaga, melestarikan, dan mewariskan nilai-nilai sejarah kepada generasi mendatang.

Menurutnya, kawasan Muarajambi pada masanya berkembang sebagai pusat kebudayaan, pendidikan keagamaan, serta pertukaran ilmu pengetahuan yang menghubungkan Sumatra dengan India, Tiongkok, Tibet, hingga berbagai wilayah Asia Tenggara. Karena itu, revitalisasi kawasan ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kejayaan peradaban Nusantara.

Museum Sriwijaya Dharmakirti juga diharapkan berfungsi sebagai pusat edukasi dan penelitian bertaraf global, ruang kebudayaan yang inklusif, serta menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya.

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kementerian Kebudayaan dalam membangun ekosistem Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi. 

Menurutnya, keberadaan Museum Sriwijaya Dharmakirti menjadi kebanggaan masyarakat Jambi sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat peradaban penting di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikenal di tingkat dunia.

Usai peresmian, Menteri Kebudayaan beserta jajaran meninjau sejumlah fasilitas Museum Sriwijaya Dharmakirti, di antaranya ruang immersive, ruang koleksi museum, ruang cinema, perpustakaan, hingga stan merchandise yang dirancang untuk memberikan pengalaman edukatif dan interaktif bagi para pengunjung.

Kepala TVRI Stasiun Jambi Herly Marjoni mengatakan kehadiran Museum Sriwijaya Dharmakirti merupakan momentum penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Provinsi Jambi.

Menurut Herly Marjoni, museum modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi harus mampu menjadi pusat pembelajaran, literasi budaya, inovasi, dan destinasi wisata edukatif yang memanfaatkan teknologi digital untuk menarik minat generasi muda.

“TVRI sebagai media publik memiliki tanggung jawab untuk mendukung pelestarian dan promosi kebudayaan. Kehadiran Museum Sriwijaya Dharmakirti harus menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mengenal sejarah, mencintai budaya bangsa, serta menjadikan warisan budaya sebagai modal pembangunan masa depan,” ujar Herly Marjoni.

Ia berharap museum ini mampu berkembang menjadi pusat edukasi dan penelitian bertaraf internasional yang menarik akademisi, peneliti, mahasiswa, dan wisatawan dari berbagai negara. 

Dengan demikian, Museum Sriwijaya Dharmakirti tidak hanya menjadi simbol pelestarian sejarah, tetapi juga motor penggerak kemajuan kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat Jambi.(erc)

Share.
Exit mobile version