MataParlemen.id – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan meminta masyarakat waspada terhadap berbagai tawaran maupun iklan yang menjanjikan keberangkatan haji secara instan tanpa melalui prosedur resmi.

Gus Irfan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bisa langsung berangkat haji pada tahun yang sama hanya dengan membayar sejumlah uang dalam jumlah besar. Menurutnya, sudah banyak kasus penipuan dengan modus tersebut yang menelan korban.

“Pesan saya, hati-hati! Kalau ada iklan menawarkan ‘bayar sekian ratus juta berangkat tahun ini langsung’, hati-hati! Kepada masyarakat, hati-hati! ‘Daftar langsung berangkat tahun ini’, hati-hati sekali! Banyak kasus, banyak korban yang sudah terjadi di sini,” tegas Gus Irfan Gus Irfan seusai acara Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah serta peluncuran hotline “Bongkar Mafia Haji dan Umrah”, di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Dalam kesempatan ini, Gus Irfan juga menyampaikan, tantangan penyelenggaraan ibadah haji 2027 diperkirakan jauh lebih kompleks. Selain adanya penyesuaian regulasi baru dari Pemerintah Arab Saudi, dinamika geopolitik di Timur Tengah turut mendorong kenaikan biaya operasional.

“Situasi geopolitik Timur Tengah menyebabkan kenaikan yang luar biasa dari biaya-biaya semuanya, termasuk perubahan kebijakan dari Kementerian Haji Arab Saudi. Hal ini membuat kita harus bekerja ekstra keras untuk persiapan Haji 2027,” kata Gus Irfan.

Pemerintah bersama Panja Haji DPR saat ini masih menghitung besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji yang harus ditanggung jemaah.

“Kita menghitung terus untuk memastikan, menetapkan berapa angka yang paling layak. Sampai hari ini mungkin belum 100% selesai, masih sekitar 85%,” ujar Gus Irfan.

Menurut Gus Irfan, pembahasan besaran biaya haji ditargetkan mencapai kesepakatan dalam satu minggu ke depan. Setelah disepakati, angka tersebut akan diajukan kepada presiden untuk ditetapkan melalui keputusan presiden (keppres). (erc)

Share.
Exit mobile version