Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Revisi UU Pangan, Titiek Soeharto: Harus Berkeadilan, Berpihak kepada Petani, Nelayan, Peternak, dan Konsumen

Juni 14, 2026

Revisi UU Sisdiknas: Kesejahteraan Guru dan Dosen Jadi Perhatian Utama

Juni 12, 2026

Bimtek ke-2 Tahun 2026: Siap Menang dan Raih Kursi DPR RI, Partai Gelora Siapkan Strategi Berbeda

Juni 14, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Mengakhiri Perang Teluk, Mafuz Sidik: Trump Hadapi Empat Tekanan Berat
Nasional

Mengakhiri Perang Teluk, Mafuz Sidik: Trump Hadapi Empat Tekanan Berat

RedaksiBy RedaksiMaret 18, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Mahfuz Sidik, Peneliti Dunia Islam, Ketua Komisi I DPR 2010-2017, Sekjen Partai Gelora (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Memasuki hari ke-19, kancah peperangan di Teluk Persia belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Iran mengancam melakukan eskalasi serangan terhadap fasilitas perusahaan teknologi besar yang terafiliasi dengan AS dan Israel.

Sementara ajakan negosiasi yang dilontarkan presiden Trum pada Senin (16/3/2026) belum mendapat sambutan positif pihak Iran.

Pada saat bersamaan serangan militer Israel dan AS berlanjut, dan terbaru telah menewaskan Ali Larinjani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Selasa (17/3/2026).

Eskalasi ini dinilai menambah tekanan politik yang dihadapi presiden Trump. “Ada empat tekanan berat yang dihadapi Trump saat ini,” ungkap Mahfuz Sidik, Peneliti Dunia Islam dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Pertama, tekanan penolakan negara-negara sekutu AS dan juga NATO untuk mengirim kapal perang membuka blokade Selat Hormuz.

Baca juga:

Indonesia dan China: Dua Proklamasi, Dua Trajektori

Saking geramnya, Trump sampai menyebut sikap sekutu dan NATO dengan ‘very foolish mistake’ dan AS tidak akan pernah meminta bantuan mereka lagi.

Menurut Mahfuz, alasan penolakan ini karena negara-negara sekutu AS tidak siap menghadapi resiko retiliasi atau pembalasan dari pihak Iran, dan mereka menganggap ini sejak awal adalah perang Israel dan AS dengan Iran.

Kedua, tekanan negara-negara kerjasama Teluk (GCC) yang terus mendesak AS mengakhiri perang, namun juga menghendaki sterilisasi kekuatan militer Iran.

Dimotori oleh Bahrain, GCC telah mengajukan draft resolusi ke Dewan Keamanan PBB, yang kemudian pada Kamis (12/3/2026) diadopsi oleh PBB. Resolusi itu berisi tekanan agar Iran menghentikan serangan ke wilayah negara-negara sekitar Teluk.

Menurut Mahfuz, tekanan negara-negara ini akan sangat mengganggu realisasi komitmen investasi dalam jumlah besar ke AS, bahkan Saudi dan Qatar misalnya telah memutuskan menunda rencana investasinya di AS.

Ketiga, tekanan resistensi politik domestik AS terhadap keputusan dan jalannya perang. Terbaru, Direktur Pusat Kontra Terorisme Nasional AS, Joe Kent mengundurkan diri secara terbuka, dan menyatakan alasan kuat bahwa Iran bukan ancaman nyata bagi keamanan AS.

Bahkan Kent menegaskan bahwa Trump memulai perang ini karena tekanan Israel dan pengaruh kuat lobi Yahudi di Gedung Putih.

Sementara, publik AS dalam sejumlah polling pada awal bulan maret menunjukkan kisaran 53%-60% warga Amerika menolak perang yang diputuskan Trump.

Mahfuz mengatakan, sikap warga ini akan sangat memengaruhi pilihan pada pemilu sela yang rencananya digelar pada november depan.

Keempat, tekanan ancaman eskalasi serangan oleh pihak Iran terhadap perusahaan-perusahaan teknologi besar di kawasan Teluk yang terafiliasi dengan AS dan Israel, antara lain Google, Amazon, Microsoft, IBM, Nvidia, dan Palantir.

Dalam satu dekade terakhir, Qatar dan UEA misalnya sangat berambisi mengembangkan negaranya sebagai pusat pendukung industri siber dunia.

Ketua Komisi 1 DPR RI Periode 2010-2017 ini, keempat macam tekanan itu membuat Presiden Trump dalam kebingungan besar bagaimana menyelesaikan perang dengan tetap mencapai target intinya.

Yaitu menetralisir seluruh kemampuan militer Iran, dan menciptakan situasi kisruh politik yang mengarah pada pergantian rezim di Iran.

Mahfuz menyebutkan bahwa masyarakat dunia menyaksikan bagaimana Presiden Trump pada pernyataan pers di Gedung Putih pada Selasa (17/3/2026), memuji Pemimpin Iran sebagai orang yang cerdas dan ber IQ tinggi, yang memahami permainan catur perang.

Lalu Trump mengajak Iran untuk melakukan negosiasi untuk segera mengakhiri perang. “Ini menandakan pikiran dan ucapan Presiden Trump ini bolak-balik dan gonta-ganti tidak jelas. Secara psikopolitik, presiden Trump benar-benar ada dalam tekanan berat,” kata Mahfuz yang juga Sekjen Partai Gelora ini.

Dalam pandangannya, Mahfuz meyakini Trump akan terus mencari jalan mengakhiri segera perang di Teluk, apalagi ancaman dampak ekonomi dan kemanusiaan semakin mengancam stabilitas dunia.

Amnesti Internasional misalnya merilis perkiraan 45 juta orang akan menderita kelaparan jika perang ini terus berlangsung.

“Namun sekeras apapun upaya Trump mencari jalan negosiasi untuk mengakhiri perang, tantangan terbesar bukan dari Iran, tetapi justru dari Israel.” Imbuh Mahfuz.

Pasalnya, bagi Israel ini adalah perang eksistensi dan momen yang disiapkan sejak tahun 1996 oleh Benyamin Netayanhu saat mulai Netanyahu menjabat Perdana Menteri Israel.
Dimana Netanyahu akan menjadikan Israel kekuatan dominan di kawasan, dan mewujudkan ambisi Israel Raya, perluasan wilayah kekuasaan sampai sebagian wilayah Libanon, Suriah, Jordan, Mesir dan Saudi Arabia.

“Belajar dari peristiwa perundingan antara pihak Iran dan AS yang dimediasi oleh negara Oman, begitu mengarah kepada kesimpulan yang positif dan progresif, Israel secara tiba-tiba dan sepihak membalikkan papan catur dengan menyerang Iran yang menyebabkan gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei,” ujarnya.

Mahfuz mengingatkan, bahwa peristiwa ini mungkin saja akan berulang kembali, dengan tindakan tiba-tiba dan sepihak dari Israel yang membuyarkan ikhtiar negosiasi untuk menghentikan perang. (ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Bimtek ke-2 Tahun 2026: Siap Menang dan Raih Kursi DPR RI, Partai Gelora Siapkan Strategi Berbeda

Juni 14, 2026

Libur Sekolah, Legislator PDIP Usul Program MBG Dihentikan Sementara

Juni 14, 2026

Pemerintah Didorong Percepat Pengembangan Energi Nuklir

Juni 13, 2026
Berita Terkini

Bimtek ke-2 Tahun 2026: Siap Menang dan Raih Kursi DPR RI, Partai Gelora Siapkan Strategi Berbeda

Juni 14, 202619 Views

Libur Sekolah, Legislator PDIP Usul Program MBG Dihentikan Sementara

Juni 14, 202622 Views

Revisi UU Pangan, Titiek Soeharto: Harus Berkeadilan, Berpihak kepada Petani, Nelayan, Peternak, dan Konsumen

Juni 14, 202624 Views

KUHP Baru Beri Instrumen Hukum Lebih Kuat untuk Menindak Mafia Tanah

Juni 13, 202618 Views

Pemerintah Didorong Percepat Pengembangan Energi Nuklir

Juni 13, 202619 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Revisi UU Sisdiknas: Kesejahteraan Guru dan Dosen Jadi Perhatian Utama

Juni 12, 20264 Views

Sinergi Pers dan BUMN, KWP – BNI Sukseskan Gerakan Peduli Pendidikan

Juni 11, 20263 Views

Transformasi Pendidikan Fondasi Utama Wujudkan Generasi Emas 2045

Juni 11, 20263 Views
Pilihan Editor

Bimtek ke-2 Tahun 2026: Siap Menang dan Raih Kursi DPR RI, Partai Gelora Siapkan Strategi Berbeda

Juni 14, 2026

Libur Sekolah, Legislator PDIP Usul Program MBG Dihentikan Sementara

Juni 14, 2026

Revisi UU Pangan, Titiek Soeharto: Harus Berkeadilan, Berpihak kepada Petani, Nelayan, Peternak, dan Konsumen

Juni 14, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?