Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Komisi IX DPR Desak Pekerja Miskin Dapat Jaminan Ketenagakerjaan

April 10, 2026

Terima Aspirasi Asosiasi MRP, DPD RI Dorong Evaluasi Keamanan dan Kesejahteraan di Tanah Papua

April 10, 2026

Rudianto Lallo Apresiasi Jaksa Agung Setor Rp11,42 Triliun ke Negara

April 10, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Melindungi Kewarasan Bersama dari Jebakan Batman Pembodohan Era Post-Truth
Peristiwa

Melindungi Kewarasan Bersama dari Jebakan Batman Pembodohan Era Post-Truth

RedaksiBy RedaksiDesember 23, 2025
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Era post-truth yang berfokus pada eksistensi personal atau kelompok patut dipahami sebagai jebakan pembodohan, karena benar atau salah sebuah fakta dan argumentasi menjadi tidak penting.

Nyata bahwa post-truth berlawanan dengan prinsip kebenaran dan keadilan. Demi melindungi kewarasan bersama. negara hendaknya semakin bijaksana dan lebih sistematis dalam memerangi penyebarluasan hoax, misinformasi dan disinformasi.

Post-truth yang menciptakan jebakan pembodohan itu layak diterima dan disikapi sebagai tantangan bersama era terkini. Disadari atau tidak, salah satu model kejahatan era post truth yang nyaris terjadi setiap hari adalah rekayasa jebakan untuk membodohi banyak orang.

Cara yang ditempuh adalah menjejali ruang pubik dengan menyosialisasikan narasi sesat, rangkaian pernyataan bohong hingga manipulasi informasi.

Melalui penyebarluasan misinformasi, disinformasi serta hoax yang berkelanjutan pada platform media sosial, publik dipaksa untuk menerima fakta yang salah sebagai kebenaran, dan sebaliknya, fakta tentang kebenaran dipaksakan untuk diterima sebagai kesalahan.

Layak disebut kejahatan karena jebakan pembodohan (stupidity trap) itu menargetkan pengrusakan kewarasan bersama. Jebakan pembodohan tentu saja dirancang sedemikian rupa, dengan tujuan mencegah kemampuan individu atau komunitas menggunakan akal sehat, intelektualitas dan analisis kritis.

Selain penyebarluasan hoax dan disinformasi, upaya pembodohan tak jarang dilakukan dengan menciptakan situasi – bahkan sistem – guna menimbulkan kebingungan, penyesatan, atau menghalangi orang berpikir kritis dalam memahami sebuah kebenaran maupun sebuah kesalahan.

Patut untuk disadari bersama bahwa semua itu dirancang dan dijejalkan ke ruang publik untuk menggoyahkan atau membuat rapuh kewarasan bersama.

Lebih dari itu, jebakan pembodohan itu bahkan ditujukan untuk membentuk atau memelihara polarisasi masyarakat demi merawat dan melindungi kepentingan sempit kelompok-kelompok tertentu.

Polarisasi yang telah terbentuk dilanjutkan dengan upaya menyulut emosi antar-kelompok masyarakat, semata-mata untuk menyikapi fakta masalah yang tidak berkait langsung dengan kepentingan dan kebaikan bersama.

Mereka yang menunggangi fenomena post-truth untuk membodohi banyak komunitas itu biasanya tak pernah jauh dari masyarakat. Bahkan mereka umumnya menjadi bagian tak terpisah dari masyarakat itu sendiri.

Sebab, masyarakat di sekitarnyalah yang memang menjadi target kebohongan dan perilaku manipulatif mereka.

Ada yang menyandang status sebagai figur terpandang atau kaum elit. Ada Pebisnis hingga oknum politisi. Mereka punya rekam jejak tak terpuji. Umumnya haus kuasa dan koruptif.

Haus kuasa dan perilaku koruptif itulah yang ingin mereka tutup-tutupi dengan membangun narasi sesat, hoaks hingga disinformasi untuk kemudian disemburkan ke ruang pubik.

Dengan menyemburkan narasi sesat dan hoax, mereka ingin membantah, mementahkan atau mengaburkan ragam fakta dan data yang telah nyata-nyata menggambarkan mereka sebagai sosok-sosok dengan perilaku serta rekam jejak tak terpuji.

Mengerahkan orang-orang bayaran untuk membantah dan berdebat sekadar menarasikan pembelaan bagi mereka.

Mereka melakukan semua itu dengan penuh kesadaran, bahkan juga direncanakan, karena berasumsi bahwa banyak komunitas di dalam masyarakat masih bodoh dan bisa dibohongi.

Dengan menyemburkan narasi sesat atau hoax ke ruang publik secara masif dan berkelanjutan, mereka sedang berusaha dan berharap bisa membuat rapuh atau merusak kualitas kewarasan banyak komunitas.

Hari- hari ini, sebagaimana bisa disimak bersama di ruang publik, jebakan pembodohan itu terus saja berlangsung.

Bahkan cenderung tak terkendalikan sehingga sudah menghadirkan ekses nyata yang telah dialami begitu banyak orang, termasuk negara dan pemerintah.

Ada upaya mengeliminasi ragam tindak pidana, termasuk korupsi, dengan rentetan kebohongan dan narasi yang menyesatkan.

Selain itu, ruang publik juga begitu sering dijejali dengan retorika politik bernuanasa kebohongan, serta janji-janji tidak realistis, termasuk membohongi pemimpin dengan materi laporan ‘yang penting’ asal bapak senang (ABS).

Bahkan di tengah bencana Sumatera yang menghadirkan ragam fakta, upaya menggemakan kebohongan dan narasi yang coba menyesatkan pemahaman masyarakat tentang sebab musabab bencana ekologis itu terus saja dilakukan.

Durasi era post-truth akan berkepanjangan, namun jebakan pembodohan di sepanjang era ini tak boleh dibiarkan atau dianggap sebagai fenomena biasa yang boleh disederhanakan.

Jebakan pembodohan yang menargetkan pengrusakan kewarasan bersama melalui penyebarluasan hoax, disinformasi dan misinformasi harus dilihat dan dipahami sebagai kejahatan, dan karena itu tidak boleh dibiarkan.

Sebab, aspek yang pada akhirnya terancam dari rekayasa pembodohan dan upaya berkelanjutan merusak kewarasan banyak komunitas adalah peradaban.

Perkembangan teknologi memang signifikan memengaruhi perilaku kehidupan setiap individu dan komunitas.

Namun, perkembangan teknologi itu sekali-kaii tidak boleh dimanfaatkan untuk mereduksi atau merapuhkan kewarasan bersama.

Sebaliknya, kemajuan teknologi yang telah memberi manfaat bagi kehidupan idealnya mendorong setiap individu dan komunitas untuk semakin cerdas dan bijaksana, utamanya saat melihat dan memahami fakta tentang benar atau salah.

Di tengah hiruk-pikuk demokrasi Indonesia yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, negara dan pemerintah hendaknya tidak mengabaikan kewajibannya melindungi kewarasan publik dan akal sehat bersama.

Kewajiban yang satu ini perlu digarisbawahi lagi karena kebebasan berbicara dan berpendapat pada era post-truth ini begitu sering dimanfaatkan untuk merekayasa jebakan untuk membodohi banyak orang, serta upaya merusak kewarasan bersama.

Demi masa depan peradaban generasi anak-cucu, negara-bangsa yang telah dan akan terus diperkuat dengan peraturan perundang-undangan hendaknya semakin bijaksana dan lebih sistematis dalam memerangi penyebarluasan hoax, misinformasi dan disinformasi, semata-mata untuk melindungi kewarasan bersama. (*)

Catatan Politik Bamsoet

Bambang Soesatyo
Anggota DPR RI/Ketua MPR RI
ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua komisi II| DPR RI ke-7/Dosen Pascasarjana (S3) lImu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (Unhan)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Rudianto Lallo Apresiasi Jaksa Agung Setor Rp11,42 Triliun ke Negara

April 10, 2026

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Ada Upaya Gulingkan Prabowo Secara Inkonstitusional

April 10, 2026

Ahmad Sahroni Jadi Korban Pemerasaan Oknum Pegawai KPK Gadungan, Ngaku Bisa Urus Perkara

April 10, 2026
Berita Terkini

Rudianto Lallo Apresiasi Jaksa Agung Setor Rp11,42 Triliun ke Negara

April 10, 20263 Views

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Ada Upaya Gulingkan Prabowo Secara Inkonstitusional

April 10, 20264 Views

Ahmad Sahroni Jadi Korban Pemerasaan Oknum Pegawai KPK Gadungan, Ngaku Bisa Urus Perkara

April 10, 20263 Views

Rencana Pajaki Pedagang Online, Komisi VI DPR Minta Jangan Sampai Bebani Pelaku Usaha Kecil!

April 10, 20264 Views

Komisi IX DPR Desak Pekerja Miskin Dapat Jaminan Ketenagakerjaan

April 10, 202613 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi IX DPR Desak Pekerja Miskin Dapat Jaminan Ketenagakerjaan

April 10, 202613 Views

Rachmat Gobel Pastikan Investasi Jepang di Indonesia Tidak Main-Main

April 5, 20267 Views

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Ada Upaya Gulingkan Prabowo Secara Inkonstitusional

April 10, 20264 Views
Pilihan Editor

Rudianto Lallo Apresiasi Jaksa Agung Setor Rp11,42 Triliun ke Negara

April 10, 2026

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Ada Upaya Gulingkan Prabowo Secara Inkonstitusional

April 10, 2026

Ahmad Sahroni Jadi Korban Pemerasaan Oknum Pegawai KPK Gadungan, Ngaku Bisa Urus Perkara

April 10, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?