MataParlemen.id– – Ketua Kelompok DPD RI di MPR RI, Dr. Dedi Iskandar Batubara, menyerahkan buku berjudul DPD RI di Tengah Dinamika Kedaerahan kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Penyerahan buku dilakukan di sela-sela Rapat Gabungan Pimpinan MPR RI bersama pimpinan fraksi, Kelompok DPD RI di MPR RI, dan Alat Kelengkapan MPR RI yang membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya persiapan Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dedi Iskandar menjelaskan, buku tersebut merupakan bunga rampai yang menghimpun pemikiran para anggota DPD RI, akademisi, dan sejumlah tokoh mengenai peran DPD RI sebagai lembaga negara sekaligus representasi kepentingan daerah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

“Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari berbagai penulis yang kemudian diramu menjadi satu kesatuan. Kami ingin membangun tradisi intelektual di lingkungan Kelompok DPD RI di MPR RI agar terus memberikan kontribusi pemikiran melalui karya tulis yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat, akademisi, maupun para pengambil kebijakan,” ujar Dedi.

Senator asal Sumatera Utara itu mengatakan, buku tersebut juga menggambarkan berbagai dinamika perjuangan DPD RI dalam memperkuat perannya sebagai lembaga perwakilan daerah, baik dalam pelaksanaan fungsi legislasi, pemberian pertimbangan, maupun pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kepentingan daerah.

“Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bagaimana DPD RI, dengan kewenangan yang diberikan oleh UUD NRI Tahun 1945, terus berupaya memberikan pandangan, masukan, dan kontribusi terhadap berbagai kebijakan nasional yang berdampak bagi daerah,” katanya.

Menurut Dedi, dinamika hubungan pusat dan daerah terus berkembang, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Di sisi lain, masih terdapat sejumlah regulasi yang dinilai pemerintah daerah belum sepenuhnya mengakomodasi karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah karena cenderung bersifat sentralistis. Berbagai persoalan tersebut menjadi bagian penting yang dibahas dalam buku ini.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi bahan rujukan bagi anggota DPD RI, para pengambil kebijakan, akademisi, peneliti, maupun masyarakat luas dalam memahami peran strategis DPD RI dalam memperkuat sistem ketatanegaraan Indonesia dan memperjuangkan aspirasi daerah.

Ketua MPR RI Apresiasi Terbitnya Buku

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam kata pengantarnya menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Menurutnya, buku DPD RI di Tengah Dinamika Kedaerahan menjadi referensi penting dalam memperkaya khazanah pemikiran ketatanegaraan Indonesia.

“Dewan Perwakilan Daerah RI memiliki peran konstitusional yang strategis sebagai representasi kepentingan daerah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Di tengah dinamika hubungan pusat dan daerah yang terus berkembang, kehadiran buku ini menjadi sangat relevan untuk mengulas berbagai persoalan kedaerahan secara komprehensif, mulai dari pengawasan kebijakan, otonomi daerah, ketahanan pangan, penanggulangan bencana ekologis, hingga peran perguruan tinggi dalam pembangunan nasional,” tulis Ahmad Muzani.

Ketua MPR RI juga memberikan apresiasi kepada seluruh penulis dan pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku tersebut, seraya berharap karya tersebut dapat memperkaya diskursus mengenai penguatan sistem ketatanegaraan dan pembangunan daerah.

Buku setebal 424 halaman tersebut merupakan kumpulan tulisan para pimpinan dan anggota Kelompok DPD RI di MPR RI bersama para akademisi yang disusun berdasarkan hasil diskusi publik. Sejumlah penulis yang berkontribusi di antaranya Dr. Dedi Iskandar Batubara, Prof. Jhon Pieris, Hj. Nurmawati Bantilan, Prof. G.W.

Kemudian hadir  Djohermansyah Djohan, Prof. Belandina Labola, Dr. Radian Syam, Pdt. David Harold Waromi, Prof. G.W. Irfan Ridwan Maksum, Dr. Suyoto, Dr. Suhirman Madjid, Dr. Indri Arrafi Juliannisa, Dr. Akhmad Musyafak, Prof. G.W. Harianto, Dr. Sutia Budi, Anna Latuconsina, Prof. Basuki Supartono, Dr. Harsanto Nurtsadi, Dr. Sadino, Jan Prince Permata, Prof. G.W. Dailami Firdaus, Maria Goreti, Prof. Ahmad Zainul Hamdi, Prof. Asep Saefuddin, dan Prof. Rizki Briandana. (har)

Share.
Exit mobile version