Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 2026

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Mei 19, 2026

5 WNI Diculik Tentara Israel, Partai Gelora Kecam dan Tuntut Pembebasan Segera

Mei 19, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Kesenjangan AI Kian Lebar, PKB Dorong Regulasi dan Kesadaran Digital
DPR

Kesenjangan AI Kian Lebar, PKB Dorong Regulasi dan Kesadaran Digital

RedaksiBy RedaksiMei 4, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Sekjen PKB M. Hasanuddin Wahid saat membuka diskusi bertajuk “AI vs Manusia” yang diselenggarakan oleh Garda Bangsa di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M. Hasanuddin Wahid atau yang akrab disapa Cak Udin, menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini mulai merambah ranah religiusitas.

Hal tersebut disampaikan saat membuka diskusi bertajuk “AI vs Manusia” yang diselenggarakan oleh Garda Bangsa di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Dalam paparannya, Cak Udin mengungkapkan adanya kekhawatiran terhadap peran manusia, khususnya guru, ulama, dan pendakwah yang mulai terdisrupsi oleh kehadiran AI.

“Ada satu kerisauan saat ini. Peran guru, ulama, hingga pendakwah berpotensi tergantikan AI. Referensi yang diberikan AI sering kali lebih lengkap, sehingga peran mereka menjadi kurang diminati,” ujarnya.

Baca juga:

Herman Khaeron Apresiasi Kinerja BNI dan BTN di Tengah Tekanan Global, Dorong Digitalisasi dan KUR Perumahan

Ia juga menyoroti adanya kesenjangan antara perkembangan teknologi AI dengan kesiapan masyarakat sebagai pengguna.

Menurutnya, kesenjangan tersebut bukan semata pada kemampuan memproduksi teknologi, melainkan pada aspek pemanfaatan yang masih terbatas di kota-kota besar.

“Kita melihat adanya gap yang nyata. Penggunaan AI masih terkonsentrasi di perkotaan, sementara masyarakat di daerah belum sepenuhnya tersentuh. Ini menjadi tantangan serius,” tambahnya.

Selain kesenjangan digital, Cak Udin menekankan pentingnya peningkatan kesadaran digital masyarakat agar mampu memanfaatkan AI secara bijak dan produktif.

Ia juga mendorong adanya kejelasan regulasi terkait pengembangan dan penerapan AI di Indonesia, termasuk penentuan lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya.

“Perlu dipikirkan apakah diperlukan undang-undang khusus terkait AI. Selain itu, siapa yang bertanggung jawab—apakah Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pendidikan Tinggi, atau Kementerian Perindustrian—ini harus jelas,” tegasnya.

Cak Udin menegaskan bahwa AI tidak akan sepenuhnya menggantikan manusia. Namun, ia mengingatkan potensi perubahan besar terhadap pola pikir, gaya hidup, hingga budaya manusia akibat ketergantungan pada teknologi.

“Saya yakin AI tidak bisa menggantikan manusia. Tapi yang perlu kita waspadai adalah bagaimana ciptaan manusia ini justru mengendalikan cara berpikir, hidup, dan budaya kita,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, yang hadir sebagai narasumber, turut mengakui adanya kesenjangan antara manusia dan AI.

“Kesenjangan itu nyata, baik dari sisi kemampuan penggunaan maupun dari aspek geografis antara masyarakat di kota besar dan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, AI sejatinya tidak menggantikan kecerdasan manusia maupun pengambilan keputusan, melainkan menjadi alat bantu dalam proses tersebut.

“Keputusan tetap ada di tangan manusia—apa yang ingin kita gunakan dan apa yang ingin kita abaikan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya perumusan regulasi yang komprehensif, termasuk mekanisme pengawasan dan sanksi terhadap dampak negatif dari penerapan AI.

“Regulasi adalah kunci. Kita perlu memikirkan bersama bagaimana aturan dan sanksi yang tepat dalam penerapan AI,” pungkasnya.

Selain Stella, hadir sebagai narasumber antara lain anggota Komisi X DPR RI Gus Hilman, KORIKA Leontinus Alpha, Ketua Umum Aspsiasi AI Indonesia Dian Martin, serta Direktur Etika dan Tata Kelola KORIKA Nur Anis Handayati. (Ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 2026

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Mei 19, 2026

5 WNI Diculik Tentara Israel, Partai Gelora Kecam dan Tuntut Pembebasan Segera

Mei 19, 2026
Berita Terkini

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 20261 Views

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Mei 19, 20261 Views

5 WNI Diculik Tentara Israel, Partai Gelora Kecam dan Tuntut Pembebasan Segera

Mei 19, 20260 Views

Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000

Mei 19, 20264 Views

DPR Nilai Keterlibatan UMKM di MBG Masih Kec

Mei 19, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Misbakhun Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Level 16.000

Mei 19, 20264 Views

Pimpinan MPR Dorong Penguatan Energi dan Ekonomi Imbas Timur Tengah

Maret 10, 20263 Views

DPR Dukung Pemerintah RI untuk Desak PBB dan AS Bebaskan Aktivis dan Jurnalis Indonesia yang Disandera Israel

Mei 18, 20262 Views
Pilihan Editor

DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional

Mei 20, 2026

Ketua DPD RI Beri Pembekalan ke 1.700 Calon Wisudawan UGM

Mei 19, 2026

5 WNI Diculik Tentara Israel, Partai Gelora Kecam dan Tuntut Pembebasan Segera

Mei 19, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?