Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Pencarian 5 Jurnalis Dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Resmi Dihentikan

September 17, 2026

Golkar: Sistem Multipartai Sederhana Kunci Presidensial Efektif

Februari 1, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Gejolak Pasar Saham, Bamsoet Dorong Reformasi Tata Kelola Pasar Modal Dipercepat
MPR

Gejolak Pasar Saham, Bamsoet Dorong Reformasi Tata Kelola Pasar Modal Dipercepat

RedaksiBy RedaksiFebruari 1, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo, (Bamsoet) menegaskan gejolak tajam pasar saham Indonesia yang diikuti pengunduran diri pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus dibaca sebagai peringatan dini atau early warning bagi negara.

Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan hingga sekitar 16 persen yang disertai aksi jual investor asing yang diperkirakan mencapai lebih dari US$80 miliar, menunjukkan bahwa pasar keuangan Indonesia sangat sensitif terhadap sinyal dunia.

Peringatan dari MSCI terkait transparansi dan struktur pasar langsung diterjemahkan investor sebagai risiko sistemik, bukan sekadar isu teknis.

“Yang terjadi di bursa dalam beberapa hari terakhir merupakan alarm serius. Ini early warning bahwa stabilitas pasar keuangan sangat rentan terhadap persepsi dunia. Negara harus hadir dengan memastikan kesinambungan kepemimpinan di BEI dan OJK agar ruang spekulasi bisa segera ditutup,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menilai, pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman, disusul Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar serta jajaran pengawas pasar modal, sebagai bentuk tanggung jawab moral yang patut dihargai.

Namun pada saat yang sama, langkah tersebut juga menjadi ujian serius bagi kekuatan institusi ekonomi Indonesia.

“Dalam situasi pasar yang bergejolak, yang paling dibutuhkan adalah kepastian. Negara harus hadir memastikan kesinambungan kepemimpinan di BEI dan OJK berjalan cepat, transparan, dan kredibel. Jangan sampai kekosongan ini dibaca pasar sebagai tanda lemahnya kontrol negara,” tegas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan, stabilitas pasar keuangan berkaitan langsung dengan keamanan ekonomi negara.

Capital out flow yang berlanjut dapat menekan nilai tukar, meningkatkan inflasi, dan pada akhirnya memukul daya beli masyarakat.

Jika tekanan ini menjalar ke sektor riil, risiko pemutusan hubungan kerja dan kontraksi industri akan meningkat, terutama di kawasan urban dan sentra manufaktur.

Bamsoet juga mengingatkan dalam iklim ekonomi modern, faktor politik dan ekonomi semakin saling memengaruhi.

Kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal, belanja negara, serta independensi bank sentral dan otoritas keuangan menjadi variabel utama dalam pengambilan keputusan investasi.

“Investor asing tidak lagi memisahkan ekonomi dari politik. Kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal, belanja negara, serta independensi bank sentral dan otoritas keuangan menjadi variabel utama dalam pengambilan keputusan investasi. Ketika salah satu ditanyakan, pasar bereaksi keras,” jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran ini mendorong pemerintah untuk memperkuat strategi komunikasi publik secara terkoordinasi.

Narasi yang disampaikan harus menegaskan bahwa sistem keuangan nasional tetap terkendali, pengawasan berjalan, dan negara memiliki kapasitas penuh untuk menjaga stabilitas. Komunikasi yang lambat atau saling bertentangan justru akan memperdalam kenyamanan.

Momentum ini juga harus dijadikan sebagai motivasi untuk mempercepat reformasi tata kelola pasar modal.

Peningkatan transparansi, perbaikan struktur kepemilikan dan free float saham, serta penguatan basis investor nasional perlu dipercepat sebagai sinyal keseriusan Indonesia memperkuat fondasi pasar keuangan.

“Negara harus bergerak cepat, terkoordinasi, dan tegas. Kalau momentum ini dikelola dengan tepat, krisis kepercayaan bisa diubah menjadi titik balik penguatan tata kelola. Namun jika diabaikan, risikonya bisa berkembang menjadi tekanan strategis yang lebih luas,” pungkas Bamsoet. (ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 2026

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Mendagri-Menteri PKP Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Produksi Genteng di Jawa Barat

September 30, 2026
Berita Terkini

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 20260 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20261 Views

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 20260 Views

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 20260 Views

Mendagri-Menteri PKP Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Produksi Genteng di Jawa Barat

September 30, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 2026

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?