Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Menteri PU Targetkan Jalan Perbatasan Kalimantan Selesai Tahun 2028

Oktober 23, 2026

DPR RI Beri Perhatian Dugaan Diskriminasi di SMA Strada St. Thomas Aquino Tangerang

Oktober 21, 2026

Senator Agita: Perbaiki DTSEN agar Bantuan Pendidikan dan Kesehatan Tepat Sasaran

Oktober 20, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Evaluasi Dua Tahun Prabowo, Rieke Soroti Regulasi yang Menghambat Implementasi Kebijakan
DPR

Evaluasi Dua Tahun Prabowo, Rieke Soroti Regulasi yang Menghambat Implementasi Kebijakan

RedaksiBy RedaksiOktober 22, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti implementasi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya perlu diperkuat melalui tata kelola hukum, perencanaan pembangunan berbasis data akurat, serta pengendalian kedaulatan data dan ekosistem digital nasional.

Hal tersebut disampaikan Rieke dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Rieke menilai, dua tahun pemerintahan Prabowo berlangsung di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang tidak mudah. 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam merealisasikan visi dan misi pembangunan nasional.

Meski demikian, ia menilai gagasan Prabowo mengenai pembangunan nasional menjadi momentum untuk mengembalikan arah pembangunan pada cita-cita kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yakni mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Indonesia maju belum tentu berarti ada keadilan dan kemakmuran. Karena itu, kita harus kembali pada visi Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Rieke.

Ia menegaskan, pencapaian cita-cita tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab presiden, melainkan seluruh elemen negara, termasuk DPR, pemerintah, lembaga yudikatif, dan media.

Menurut Rieke, pembangunan nasional harus berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, mulai dari kebutuhan sandang, pangan, dan papan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, jaminan sosial, perlindungan hukum dan hak asasi manusia, hingga infrastruktur serta lingkungan hidup yang layak.

*Dorong Pembangunan Berbasis Data Akurat*

Rieke menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat sebagai fondasi perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional. 

Ia mengingatkan bahwa kebijakan pembangunan tidak akan berjalan optimal apabila tidak didukung data yang mencerminkan kondisi riil masyarakat serta potensi daerah.

Menurutnya, data pembangunan harus terintegrasi antara data numerik dan data spasial sehingga pemerintah dapat mengetahui kondisi masyarakat secara lebih tepat, termasuk persebaran penduduk dan kebutuhan di setiap wilayah.

Ia juga menyoroti persoalan metodologi pendataan dan penggunaan kategori desil dalam menentukan kelompok masyarakat. Rieke menilai pembenahan sistem data menjadi kebutuhan mendasar agar program pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Rieke menyebut lahirnya kebijakan Satu Data Indonesia sebagai salah satu perkembangan penting dalam dua tahun pemerintahan Prabowo. Namun, ia mengingatkan bahwa keberadaan regulasi saja tidak cukup apabila aturan pelaksanaan dan tata kelola kelembagaannya belum berjalan secara efektif.

“Tidak mungkin pembangunan dilakukan tanpa data yang akurat. Data itu harus menunjukkan kondisi riil kehidupan masyarakat dan potensi Indonesia, dari desa hingga kelurahan di seluruh wilayah,” tegasnya.

*Kritik Lambannya Aturan Pelaksanaan*

Selain persoalan data, Rieke menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan pemerintah dengan peraturan perundang-undangan. Ia mempertanyakan lambannya penyelesaian aturan turunan yang dibutuhkan untuk menjalankan sejumlah kebijakan.

Menurutnya, gagasan presiden harus diterjemahkan ke dalam instrumen hukum yang jelas agar implementasinya tidak terhambat oleh persoalan regulasi maupun perbedaan arah kebijakan antarlembaga.

Rieke juga mengingatkan bahwa fungsi DPR tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi menjalankan tanggung jawab konstitusional melalui legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Ia menilai, ketidaksinkronan regulasi berpotensi menghambat pelaksanaan program strategis pemerintah, termasuk pengembangan koperasi desa dan kebijakan pemenuhan gizi masyarakat.

Terkait program pemenuhan gizi, Rieke menyatakan dukungannya terhadap tujuan peningkatan gizi masyarakat. Namun, ia meminta pemerintah memperbaiki tata kelola program agar kebijakan tersebut tidak sebatas pembagian makanan, melainkan terintegrasi dengan sistem kesehatan, pendidikan, serta penguatan produksi pangan dan industri nasional.

*Soroti Kedaulatan Data dan Ekosistem Digital*

Rieke juga menyoroti persoalan penguasaan data dan ekosistem digital pemerintah. Ia mengingatkan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara dan kemampuan pemerintah mengendalikan sistem administrasinya sendiri.

Menurutnya, pengelolaan data nasional dan ekosistem digital yang terpisah berpotensi menimbulkan persoalan koordinasi, keamanan, dan efektivitas pelayanan publik.

Ia mempertanyakan pihak yang memiliki kendali atas infrastruktur digital pemerintah serta bagaimana sistem tersebut diawasi untuk memastikan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas.

“Yang perlu kita perhatikan bukan hanya persoalan demonstrasi di jalan, tetapi juga siapa yang mengendalikan data dan ekosistem digital kita,” kata Rieke.

Ia berpandangan, pengelolaan data dan digitalisasi pemerintahan perlu ditempatkan dalam kerangka kedaulatan nasional dengan koordinasi yang kuat di bawah kepemimpinan presiden.

Rieke menambahkan, sistem pemerintahan digital harus terintegrasi dengan berbagai sektor, termasuk pelayanan kesehatan, kependudukan, imigrasi, pertahanan, dan keamanan. Dengan demikian, negara memiliki kemampuan untuk memastikan keberlanjutan pelayanan publik serta melindungi kepentingan masyarakat.

Di akhir pemaparannya, Rieke mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dalam membenahi sistem data nasional, menyelaraskan regulasi, dan memastikan pembangunan berjalan sesuai amanat konstitusi.

Ia menegaskan, keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari banyaknya program atau regulasi yang diterbitkan, tetapi juga dari kemampuan menerjemahkan kebijakan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya tanggung jawab Presiden Prabowo. Kita semua, termasuk anggota DPR, harus berhenti sekadar beretorika dan bersama-sama memperjuangkan pembangunan yang benar-benar berpihak kepada rakyat,” pungkasnya. (erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Ahmad Irawan Desak Pemerintah Perbaiki Tata Kelola MBG Dan Kopdes Merah Putih

Oktober 22, 2026

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKB Dorong Pemerataan Pendidikan dan Pengurangan Utang

Oktober 22, 2026

Mardani Ali Sera Soroti Harga Pangan, Anggaran Daerah, hingga Gaji Guru di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Oktober 22, 2026
Berita Terkini

KPK Kaji Pemanggilan Paksa Nusron Wahid Setelah 2 Kali Absen

Oktober 23, 20260 Views

Bahlil Akan Stop Ekspor Gas Ke Negara Yang Tidak Menghargai Indonesia

Oktober 23, 20260 Views

Menteri PU Targetkan Jalan Perbatasan Kalimantan Selesai Tahun 2028

Oktober 23, 20261 Views

KPK Buka Peluang Usut Peran Bobby Nasution Dalam Kasus Korupsi Jalan Di Sumut

Oktober 22, 20260 Views

Wamen Kemendiktisaintek Targetkan FKG Ada Di Setiap Provinsi Tahun 2029

Oktober 22, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Kawasan Hutan di Yogyakarta

Oktober 20, 202619 Views

Fraksi PKS Raih Penghargaan PR Excellence Awards 2026, Sukamta: Komunikasi Krisis Harus Ditangani Secara Menyeluruh

Oktober 18, 202610 Views

Demo 20 Oktober Polda Metro Himbau Masyarakat Hindari Istana Dan DPR 

Oktober 19, 20268 Views
Pilihan Editor

KPK Kaji Pemanggilan Paksa Nusron Wahid Setelah 2 Kali Absen

Oktober 23, 2026

Bahlil Akan Stop Ekspor Gas Ke Negara Yang Tidak Menghargai Indonesia

Oktober 23, 2026

Menteri PU Targetkan Jalan Perbatasan Kalimantan Selesai Tahun 2028

Oktober 23, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?