MataParlemen.id – Pemerintah menyiapkan sekolah sementara bagi anak-anak terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meski sejumlah sekolah mengalami kerusakan akibat gempa.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat menemui masyarakat yang mengungsi di Posko Golo Cigir, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (25/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Suharyanto didampingi Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, Wakil Bupati Manggarai Timur Vincentius Tala, Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, dan Kasdim 1612/Manggarai Mayor Inf Roberto Carlos.
Suharyanto mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan tenda sekolah sementara untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak di wilayah terdampak.
“Fasilitas pendidikan sementara tersebut akan digunakan selama sekolah yang mengalami kerusakan masih dalam proses perbaikan atau pembangunan kembali,” katanya.
Menurut Suharyanto, anak-anak tidak boleh terlalu lama kehilangan kesempatan belajar akibat bencana. Karena itu, kegiatan pendidikan harus tetap berlangsung meskipun dalam kondisi darurat.
Selain sektor pendidikan, pemerintah juga menyiapkan penanganan sementara untuk fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan akibat gempa, termasuk gereja dan masjid.
Suharyanto berharap penanganan tersebut dapat membantu memulihkan aktivitas masyarakat secara bertahap sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk kembali belajar di tengah proses pemulihan pascagempa.
Penyediaan fasilitas pendidikan sementara menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat terdampak tidak hanya mencakup makanan, minuman, dan tempat tinggal, tetapi juga keberlanjutan pendidikan anak-anak.(erc)




