MataParlemen.id-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengingatkan agar sektor kebencanaan dan kesehatan lebih waspada terhadap dampak musim hujan yang mulai meningkat di sejumlah wilayah Indonesia.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyampaikan, potensi banjir, longsor, dan genangan air di daerah dengan curah hujan tinggi harus diantisipasi melalui edukasi masyarakat, pembersihan saluran air, dan kesiapan jalur evakuasi.
“Langkah pencegahan dini penting untuk meminimalkan risiko bencana, terutama di daerah rawan,” ujar Dwikorita dalam keterangan pers, Jumat (12/9/2025).
Selain itu, pada periode transisi di NTB, NTT, Papua Selatan, dan sebagian Sumatera, ancaman kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai. BMKG menekankan perlunya penguatan patroli, kesiapan peralatan pemadaman, serta keterlibatan masyarakat dalam pencegahan karhutla.
Dari sisi kesehatan, meningkatnya kelembaban udara diprakirakan memperbesar peluang penyebaran penyakit tropis, khususnya demam berdarah dengue (DBD) pada Desember 2025 hingga Januari 2026. BMKG mendorong upaya pemberantasan sarang nyamuk, fogging fokus, serta peningkatan edukasi masyarakat untuk menekan risiko wabah.
“BMKG telah meningkatkan layanan informasi iklim dan cuaca melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi mobile, media sosial, dan jaringan komunikasi langsung dengan pemerintah daerah. Kami berharap informasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan, mitigasi, dan pengambilan keputusan yang tepat, sehingga dampak ancaman bahaya dapat diminimalkan,” tambah Dwikorita.
Dwikorita mengimbau masyarakat tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, serta aktif memantau informasi resmi terkait cuaca dan iklim agar dampak buruk musim hujan dapat ditekan sekecil mungkin. (*)


