MataParlemen.id-BKSAP DPR RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergitas Solidaritas Indonesia untuk Palestina: Satu Hati, Satu Suara: Indonesia Menyatu untuk Palestina” di Ruang Diplomasi, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengonsolidasikan berbagai elemen masyarakat guna memperkuat dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
FGD tersebut menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, serta berbagai organisasi masyarakat (ormas), lembaga kemanusiaan, dan komunitas yang selama ini aktif dalam isu solidaritas Palestina.
Ketua BKSAP, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah antara parlemen dan elemen masyarakat agar gerakan solidaritas tidak berjalan secara parsial, melainkan terkoordinasi dan saling menguatkan.
Baca juga:
“FGD ini menjadi wadah untuk mengonsolidasikan gerakan solidaritas Palestina, sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri. Kita ingin semua pihak bergerak dalam satu irama, saling melengkapi, dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Syahrul.
Ia menjelaskan, selama ini terdapat ratusan organisasi yang bergerak dalam isu Palestina dengan beragam bentuk kegiatan, mulai dari edukasi publik, penggalangan dana, hingga bantuan kemanusiaan.
Namun demikian, tanpa koordinasi yang baik, potensi tumpang tindih program dan ketidakefektifan gerakan menjadi tantangan tersendiri.
Oleh karena itu, BKSAP mendorong dilakukannya pemetaan (mapping) terhadap organisasi-organisasi tersebut, baik dari sisi program, sasaran, maupun wilayah kerja.
Dengan pemetaan ini, diharapkan dapat diidentifikasi ruang-ruang yang belum tersentuh, sehingga seluruh kebutuhan masyarakat Palestina dapat terakomodasi secara lebih merata.
“Kita ingin melihat secara utuh, dari sekian banyak kegiatan yang dilakukan, mana yang sudah banyak dilakukan dan mana yang masih kurang. Dengan begitu, gerakan solidaritas ini bisa lebih strategis, tepat sasaran, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Dalam FGD tersebut juga ditegaskan bahwa isu Palestina merupakan isu kemanusiaan global yang melampaui batas agama, suku, maupun kelompok tertentu.
Oleh karena itu, partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda dan komunitas lintas latar belakang, menjadi sangat penting dalam memperluas dukungan.
BKSAP juga menyatakan komitmennya untuk terus memfasilitasi sinergi antara parlemen dan organisasi masyarakat, baik dalam bentuk edukasi publik, penguatan narasi kemanusiaan, penggalangan bantuan, hingga koordinasi penyaluran bantuan ke Palestina secara lebih terorganisir.
Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia.
Ia mengaku terkesan dengan berbagai bentuk solidaritas yang dinilai tidak hanya terbatas pada aksi demonstrasi, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai inovasi, kampanye edukatif, serta gerakan kreatif yang melibatkan generasi muda.
Menurutnya, dukungan dari Indonesia menjadi salah satu kekuatan moral yang sangat berarti bagi rakyat Palestina di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
Menutup pernyataannya, Syahrul menegaskan bahwa komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi yang tidak boleh diabaikan.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga konsistensi dan memperkuat kontribusi dalam perjuangan tersebut.
“Kita tidak boleh berhenti. Selama Palestina belum merdeka, seluruh komponen bangsa harus terus berkontribusi dan mengambil peran dalam perjuangan ini,” pungkasnya. (ira)


