MataParlemen.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mengusut peredaran beras fortifikasi yang diduga bermasalah. Hingga pekan pertama Agustus 2026, Bapanas telah mengumpulkan lebih dari 1Usut00 sampel beras fortifikasi yang berasal dari delapan produsen terdaftar dalam Sistem Informasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (SIPSAT).
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto mengatakan pengumpulan sampel tersebut merupakan bagian dari pengawasan intensif terhadap beras fortifikasi yang beredar di pasaran.
“Dalam beberapa waktu terakhir, kita melakukan intensif terkait dengan pengawasan beras fortifikasi. Fortifikasi ini kemarin kita lakukan sampling. Jadi kita sudah meng-collect lebih dari 100 sampel. Itu mewakili 8 produsen,” sebut Andriko dalam keterangan resminya pada Selasa (11/8/2026).
Andriko menjelaskan pengawasan akan dilakukan secara tuntas dan komprehensif. Pemeriksaan tidak hanya mencakup kandungan dan klaim gizi pada produk, tetapi juga legalitas izin edar beras fortifikasi yang ditemukan di pasaran.
Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 40 izin edar beras fortifikasi yang terdaftar. Bapanas akan memastikan produk yang beredar, khususnya di berbagai ritel modern, telah memiliki izin edar sesuai ketentuan.
“Dari total izin edar yang terdaftar sekitar 40 izin, ini Bapak Kepala Bapanas minta pengawasan secara tuntas dan komprehensif. Jadi dimulai dari izin edar, apakah produk yang beredar di pasaran memiliki izin edar atau tidak,” ujar Andriko.
Dia menegaskan produk yang ditemukan beredar di pasar tetapi tidak tercatat dalam SIPSAT dapat dikategorikan melakukan pelanggaran.
“Manakala kita ketemu produk beredar di pasar, tapi setelah kita cek di SIPSAT, dia tidak memiliki izin edar, maka produk tersebut telah melakukan pelanggaran,” imbuhnya.
Selain legalitas, Bapanas juga akan menguji klaim yang dicantumkan produsen pada kemasan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat klaim berlebihan atau overclaim terkait kandungan dan manfaat kesehatan produk.
Beberapa klaim yang akan diperiksa antara lain beras organik, bebas gula, nonkolesterol, tinggi serat, hingga memiliki indeks glikemik rendah. (erc)




