MataParlemen.id – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih terus mengepul dan mengepung Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memicu sorotan tajam. Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Tengah Bambang Purwanto mendesak agar alokasi anggaran penanganan bencana senilai Rp 15 miliar benar-benar disalurkan secara transparan dan tepat sasaran di lapangan.
Kritik keras ini dilontarkan mengingat kabut asap pekat masih menyelimuti kawasan pemukiman, sementara ribuan warga mulai bertumbangan terserang penyakit saluran pernapasan. Bambang menilai besarnya dana penanggulangan harus sebanding dengan efektivitas pemadaman dan perlindungan nyata bagi masyarakat.
“Anggaran Rp 15 miliar itu angka yang sangat besar. Jangan sampai dana sebesar ini menguap pada urusan administratif atau kegiatan yang tidak langsung dirasakan manfaatnya. Fokus utama harus pada percepatan pemadaman titik api dan bantuan kesehatan langsung bagi warga terdampak,” ujar Bambang Purwanto
Ia menegaskan, penanganan Karhutla di Kobar tidak boleh sekadar menjadi agenda rutinitas tahunan tanpa adanya evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan anggaran. Tim Satgas dan pemerintah daerah diminta memprioritaskan pemenuhan peralatan pemadam untuk personil di lapangan serta pemenuhan logistik posko.
Bambang juga menyoroti pentingnya keterbukaan publik mengenai alokasi dana penanggulangan bencana agar tidak memicu kecurigaan di tengah penderitaan masyarakat yang tercekik asap.
“Masyarakat Kobar butuh udara bersih dan penanganan cepat, bukan formalitas. Kita akan kawal ketat agar Rp 15 miliar ini menyasar pemadaman di titik kritis, penyediaan perlengkapan relawan, dan penanganan medis warga yang terpapar ISPA,” pungkasnya.(erc)


