MataParlemen.id – Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) Bachtiar Nasir menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan insan pers dalam menyampaikan kebijakan luar negeri Indonesia kepada masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat membuka Sajid Diplomat Talk di Gedung Konstitusi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta sebagai pembicara utama dan diikuti sekitar 50 jurnalis dari berbagai media.
Dalam sambutannya, Bachtiar mengatakan kebijakan luar negeri tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun pemahaman dan dukungan publik di dalam negeri.
Karena itu, media memiliki peran strategis sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap isu-isu global yang dihadapi Indonesia.
“Negara kita saat ini menghadapi tantangan besar. Kebijakan-kebijakan luar negeri tidak bisa dipisahkan dari sosialisasi di dalam negeri. Di sinilah sebetulnya peran kita untuk menjadi mitra,” kata Bachtiar.
Menurut dia, amanah jurnalistik dalam Islam bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga berkontribusi membangun bangsa di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.
“Jurnalistik dalam Islam bukan cuma sekadar menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran kita, tetapi juga bagaimana membangun negeri ini, membangun bangsa ini di tengah gejolak geopolitik yang tidak menentu. Penting sekali kita mendengar langsung penjelasan dari pihak yang memang berkiprah di dalamnya,” ujarnya.
Bachtiar menegaskan, kemitraan dengan pemerintah tidak boleh mengurangi independensi pers.Menurut dia, jurnalis tetap harus menjaga sikap kritis serta berpegang teguh pada prinsip-prinsip jurnalistik.
“Agar suara-suara kita menjadi penyampai kebenaran, menjadi penyampai amanah yang sesuai. Tanpa menghilangkan daya kritis tentunya, tanpa merendahkan prinsip jurnalisme yang harus kita pegang dengan teguh,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya akhlak dalam menjalankan profesi jurnalistik. Mengutip Surah Al-Qalam, Bachtiar mengatakan pena merupakan simbol amanah untuk menyampaikan ilmu dan kebenaran yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Pada kesempatan itu, Bachtiar menyampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta yang tetap meluangkan waktu berdialog dengan para jurnalis di tengah padatnya agenda kenegaraan.
Ia berharap Sajid Diplomat Talk dapat menjadi forum yang digelar secara rutin sehingga komunikasi antara Kementerian Luar Negeri dan kalangan media semakin erat.
“Harapannya ke depan ada intensitas komunikasi supaya apa yang kita sampaikan ke publik, dari Kementerian Luar Negeri yang sudah berbuat di luar, dapat didukung oleh publik di dalam negeri sehingga terjadi sinkronisasi,” ujar Bachtiar. (awn)


