Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

KPK Panggil 4 Saksi Swasta Kasus Korupsi ATR/BPN

Oktober 2, 2026

DPR Sahkan RAPBN 2027 Menjadi UU, Pendapatan Negara Rp3.435,10 triliun

September 29, 2026

Sertifikat Halal Jangan Bebani Pedagang Kaki Lima

Oktober 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Kemenkes Didesak Percepat Pengadaan Reagen Deteksi HIV pada Bayi
DPD

Kemenkes Didesak Percepat Pengadaan Reagen Deteksi HIV pada Bayi

RedaksiBy RedaksiJuli 13, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma. (Foto: DPD RI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id- Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mendesak Kementerian Kesehatan mempercepat pengadaan reagen pemeriksaan early infant diagnosis (EID) guna mendukung layanan deteksi dini HIV pada bayi di Provinsi Papua Barat.

Keterlambatan pengadaan reagen selama beberapa bulan menjadi persoalan serius karena berdampak langsung terhadap bayi yang lahir dari ibu dengan diagnosa HIV (human immunodeficiency virus).

“Pemeriksaan EID sangat penting supaya bayi yang terinfeksi memperoleh terapi antiretroviral. Kami minta Kemenkes percepat pengadaan reagen untuk Papua Barat,” kata Filep melalui keterangan tertulis yang diterima di Manokwari, Senin.

Menurut dia, bayi terinfeksi HIV berisiko berkembang menjadi AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) jika tidak segera mendapat pengobatan, dan sampel darah bayi di Papua Barat yang dikumpulkan sejak akhir November 2025 belum dapat diperiksa.

Baca juga:

Bangun Kesadaran Kolektif, MPR Minta Antisipasi Meluasnya Potensi Ancaman Virus Hanta

Pemeriksaan EID menyasar bayi berusia satu hingga 18 bulan yang lahir dari ibu dengan HIV menggunakan metode dried blood spot (DBS), yaitu pengambilan darah dari tumit bayi kemudian diteteskan pada kertas khusus sebelum dikirim ke laboratorium.

“Sekitar 50 persen bayi bisa meninggal dunia sebelum dua tahun, kalau tidak mendapatkan terapi. Deteksi dini itu penting sekali karena akan menentukan kualitas dan harapan hidup anak,” ujar Filep.

Berdasarkan informasi yang diterima, kata Filep, keterlambatan pengiriman reagen karena proses pengadaan di tingkat pusat belum tuntas sehingga pelayanan EID tidak hanya terganggu di Papua Barat, tetap juga di berbagai provinsi lainnya.

Seluruh sampel EID dari wilayah Papua Barat selama ini dikirim ke laboratorium rujukan di Jakarta, karena fasilitas pemeriksaan yang juga tersedia di Sorong dan Jayapura mengalami keterbatasan reagen bahkan tidak tersedia.

“Pengadaan dilakukan terpusat, dan proses lelang belum tuntas. Sedangkan sampel pemeriksaan di Papua Barat sudah tersimpan sejak akhir November. Kalau terlalu lama, tentu jadi persoalan serius dan sangat disayangkan,” ucap Filep.

Dia menyebut keterlambatan proses pengadaan reagen menjadi bahan evaluasi bagi Kemenkes agar dapat memperbaiki sistem perencanaan hingga pelelangan, sehingga tidak menghambat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di daerah.

Kemenkes harus memberi ruang kepada daerah untuk menyusun perencanaan anggaran sesuai kebutuhan masing-masing provinsi dan memperluas kerja sama dengan laboratorium yang sudah memiliki peralatan dimaksud.

“Persoalannya, daerah tidak memiliki kewenangan karena seluruh pengadaan dilakukan secara terpusat,” ujar Filep.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat dr Alwan Rimosan membenarkan keterlambatan pemeriksaan EID akibat belum tersedianya reagen yang pengadaan dilakukan secara terpusat oleh Kemenkes.

Meski demikian, seluruh layanan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak tetap berjalan, dan bayi yang lahir dari ibu dengan HIV juga tetap memperoleh tata laksana sesuai pedoman, termasuk pemberian profilaksis serta pemantauan klinis.

“Memang benar terjadi keterlambatan pelayanan pemeriksaan EID karena reagen belum tersedia. Kondisi ini tidak hanya Papua Barat, tetapi berbagai provinsi di Indonesia,” kata Alwan.

Dinas Kesehatan Papua Barat, kata dia, terus berkoordinasi dengan Kemenkes agar proses distribusi reagen segera dilakukan sehingga pemeriksaan sampel darah yang tertunda dapat ditindaklanjuti.

“Kami berkomitmen memastikan tidak ada bayi yang kehilangan kesempatan memperoleh diagnosis dan pengobatan sedini mungkin. Keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama,” ujar dr. Alwan. (har)

#filep wamafma #komite III dpd ri DPD RI reagen deteksi reagen deteksi HIV
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Program KPTDP dan Perlinsos Terkendala di Daerah, Mendagri dan Kemensos Diminta Turun Tangan

Oktober 5, 2026

Ketua DPD Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional

September 25, 2026

Pertemuan Ketua DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 Dan Penataan Demokrasi

September 21, 2026
Berita Terkini

Sertifikat Halal Jangan Bebani Pedagang Kaki Lima

Oktober 11, 20261 Views

Menteri PKP Perluas Bedah Rumah Dan Peluang Bantuan Warga Kontrakan

Oktober 11, 20260 Views

Prabowo-El Sisi Sepakat Perkuat Kerjasama Investasi Indonesia Dan Mesir

Oktober 11, 20260 Views

Evaluasi Panja Haji DPR, Akomodasi Hotel Terlalu Jauh Dari Masjidil Haram Dicoret

Oktober 11, 20261 Views

Indonesia Dan Mesir Sepakat Solusi 2 Negara Untuk Palestina

Oktober 11, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi IX DPR RI Dorong Permenkes Untuk Lindungi Pasien Dari MalPraktek

Oktober 7, 202611 Views

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20266 Views

Komitmen Presiden Prabowo Hadirkan Subsidi Biaya Haji 2027

Oktober 7, 20265 Views
Pilihan Editor

Sertifikat Halal Jangan Bebani Pedagang Kaki Lima

Oktober 11, 2026

Menteri PKP Perluas Bedah Rumah Dan Peluang Bantuan Warga Kontrakan

Oktober 11, 2026

Prabowo-El Sisi Sepakat Perkuat Kerjasama Investasi Indonesia Dan Mesir

Oktober 11, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?