MataParlemen.id- Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Bali digelar di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Denpasar, Sabtu (4/7/2026). Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Ir. Abraham Liyanto membuka LCC Empat Pilar MPR RI di Provinsi Bali.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu metode MPR RI dalam memperkuat pemahaman generasi muda di Pulau Dewata dterhadap nilai-nilai kebangsaan.
Dalam sambutannya, Abraham Liyanto, Anggota MPR RI dari Kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menegaskan bahwa pelaksanaan LCC Empat Pilar merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 dan Tata Tertib MPR RI yang menugaskan Badan Sosialisasi MPR RI untuk memasyarakatkan Empat Pilar MPR RI.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn. dan Aanya Rina Casmayanti, S.E., Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, S.E., M.M., Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali Drs. I Made Arbawa.
Baca juga:
Jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI, para guru pendamping, serta dewan juri, yakni Dosen FISIP Universitas Warmadewa Dr. Anak Agung Puti Sugiantiningsih, S.IP., M.AP., Dosen Pascasarjana Universitas Warmadewa Dr. I Made Suniastha Amerta, S.S., M.Par., CPOD., dan Dosen STISPOL Wira Bhakti Dr. I Made Adiwidya Yowana, S.H., M.H.Li.
LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Bali diikuti sembilan SMA, SMK, dan sederajat dari berbagai kabupaten dan kota di Bali. Perlombaan berlangsung melalui tiga babak penyisihan dan satu babak final dengan kategori soal Wawasan Empat Pilar, Tematik Empat Pilar, dan Rebutan.
Setelah melalui seluruh tahapan kompetisi, SMKN 1 Amlapura berhasil keluar sebagai Juara I dengan perolehan 145 poin. Posisi kedua diraih SMAN 1 Negara dengan 90 poin, sedangkan SMAN 1 Kuta Utara menempati peringkat ketiga dengan 80 poin.
Atas hasil tersebut, SMKN 1 Amlapura berhak mewakili Provinsi Bali pada Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI di Jakarta.
Panitia juga memberikan penghargaan Yel-Yel Terbaik kepada SMAN 1 Tegallalang pada Babak Penyisihan I, SMAS Kristen Harapan Denpasar pada Babak Penyisihan II, dan SMAN 1 Bangli pada Babak Penyisihan III.
Menuju Final Nasional
Anggota tim SMKN 1 Amlapura, Ni Putu Restiasi, mengaku keberhasilan timnya merupakan hasil pembinaan yang telah dimulai sejak April. Proses seleksi dilakukan secara bertahap dari tingkat sekolah hingga akhirnya terpilih sepuluh siswa terbaik untuk mengikuti pembinaan intensif.
Selain mempelajari materi Empat Pilar, tim juga menghafal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Ketetapan MPR dengan metode pembagian materi sesuai kemampuan masing-masing anggota.
Rekannya, Ni Putuh Indra Indriani, mengakui tantangan terbesar adalah membagi waktu antara pembinaan LCC, kegiatan organisasi sekolah, praktik sebagai siswa SMK, hingga ujian semester. Meski demikian, ia optimistis timnya mampu tampil maksimal pada final nasional dengan memperdalam pemahaman materi, terutama pada soal-soal tematik dan argumentasi.
Guru pendamping SMKN 1 Amlapura, I Gede Subrata, mengatakan persiapan menuju tingkat nasional akan difokuskan pada pendalaman substansi materi, bukan sekadar menghafal pasal atau teks peraturan.
“Kami ingin anak-anak memahami makna dari setiap materi sehingga mampu menjawab berbagai variasi soal yang diberikan. Kami berharap dapat memberikan hasil terbaik bagi sekolah dan mengharumkan nama Bali di tingkat nasional,” ujarnya.(har)


