Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Bambang Purwanto : Potensi Kesenjangan Antara Kota Dan Desa Ancam Regenerasi Petani

September 22, 2026

BAKN Kunjungi Telkom, Dorong Penguatan Transparansi, Akuntabilitas & Tata Kelola BUMN

Juli 10, 2026

DPR Gerak Cepat Tangani Aduan Konflik Agraria, Pekan Depan Gelar Raker Libatkan Lintas Komisi

Juni 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » ASEAN Didorong Miliki Mata Uang Regional
Peristiwa

ASEAN Didorong Miliki Mata Uang Regional

RedaksiBy RedaksiJuni 18, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Sinergi dan Kolaborasi Bersama Menguatkan Rupiah, RI Tak Lagi Bergantung Pada Dolar” yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (Foto: MataParlemen.id)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemem.id — Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan internasional, perlu terus diperkuat melalui perluasan penggunaan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS). Menurut dia, langkah tersebut menjadi penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi kawasan dan mengurangi risiko gejolak akibat dominasi dolar dalam sistem keuangan global.

“Sebelum dolar menjadi mata uang utama dunia, perdagangan global pernah menggunakan emas sebagai acuan nilai,” ungkap Huda, dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema
diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Bersama Menguatkan Rupiah, RI Tak Lagi Bergantung Pada Dolar”, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Namun, lanjut Huda, seiring berkembangnya ekonomi global dan meningkatnya cadangan emas Amerika Serikat pada masa lalu, dolar kemudian mengambil peran sebagai alat pembayaran internasional yang paling dominan.

“Pada awalnya nilai perdagangan dipatok dengan emas. Ketika sistem itu berubah, dolar menjadi standar karena didukung cadangan emas yang besar dan digunakan secara luas dalam perdagangan internasional,” katanya lagi.

Meski sejumlah negara kini mulai mengembangkan skema transaksi menggunakan mata uang lokal, Huda menilai pengaruh dolar masih sangat kuat. Dalam praktik LCS, nilai tukar antar mata uang masih kerap mengacu pada dolar sebagai mata uang perantara sehingga fluktuasi dolar tetap memengaruhi transaksi internasional.

Menurut dia, dominasi dolar tidak hanya ditopang oleh kekuatan ekonomi Amerika Serikat, tetapi juga oleh luasnya jaringan perdagangan global yang menggunakan mata uang tersebut. Akibatnya, banyak negara tetap menjadikan dolar sebagai referensi utama dalam transaksi lintas negara maupun pengukuran nilai tukar.

Huda mengatakan pengembangan LCS seharusnya tidak dipahami sebagai upaya menghapus penggunaan dolar secara total. Sebaliknya, kebijakan tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap ketersediaan dolar dan memperbesar porsi penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral.

“Tujuannya bukan mengeluarkan dolar dari sistem perdagangan, tetapi mengurangi ketergantungan terhadap dolar sehingga transaksi bisa lebih banyak menggunakan mata uang masing-masing negara,” ujarnya.

Lebih jauh, Huda mendorong negara-negara ASEAN untuk mulai memikirkan pembentukan mata uang regional yang dapat digunakan secara luas di kawasan, serupa dengan euro di Eropa. Menurut dia, keberadaan mata uang regional akan memperkuat integrasi ekonomi ASEAN sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap mata uang negara lain.

Ia mencontohkan keberhasilan Uni Eropa yang mampu membangun sistem transaksi antarnegara anggota tanpa bergantung sepenuhnya pada dolar karena didukung penggunaan euro yang luas dan mekanisme kelembagaan yang kuat.

“Ketika transaksi antarnegara Eropa dilakukan dengan euro, ketergantungan terhadap dolar menjadi jauh berkurang. ASEAN seharusnya bisa mengarah ke model seperti itu dalam jangka panjang,” katanya.

Namun, Huda mengakui pembentukan mata uang regional ASEAN bukan perkara mudah. Langkah tersebut membutuhkan kesepakatan politik, harmonisasi kebijakan ekonomi, serta perjanjian internasional yang kuat di antara negara-negara anggota.

Di sisi lain, ia menyoroti masih tingginya dominasi dolar dalam cadangan devisa dan transaksi global. Kondisi itu membuat proses transisi menuju sistem pembayaran yang lebih beragam tidak dapat dilakukan secara instan.

Karena itu, Huda menilai perluasan implementasi LCS tetap menjadi langkah paling realistis saat ini. Selain memperkuat posisi mata uang lokal, kebijakan tersebut juga dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi domestik dari tekanan eksternal yang berasal dari pergerakan dolar AS. (har)

Celios DPR Mata uang asean Mata uang regional
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Threshold 5 Persen Mengancam Partai Baru? Sekjen PRI: Jangan Sampai Suara Rakyat Tak Terwakili

Oktober 1, 2026

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

1527 Kasus Influenza Tercatat di Indonesia : DKI Dan Jabar Tertinggi

September 30, 2026
Berita Terkini

Bamsoet: Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman dan Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional

Oktober 1, 20260 Views

LHKPN Menteri Perindustrian Yang Baru Sarmuji 14,9 M Termasuk Kapal Tanker

Oktober 1, 20260 Views

Threshold 5 Persen Mengancam Partai Baru? Sekjen PRI: Jangan Sampai Suara Rakyat Tak Terwakili

Oktober 1, 20260 Views

Dirjenpas Mashudi Mundur Dari Jabatannya Usai Lapas Mewah Cibinong

Oktober 1, 20260 Views

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views
Pilihan Editor

Bamsoet: Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman dan Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional

Oktober 1, 2026

LHKPN Menteri Perindustrian Yang Baru Sarmuji 14,9 M Termasuk Kapal Tanker

Oktober 1, 2026

Threshold 5 Persen Mengancam Partai Baru? Sekjen PRI: Jangan Sampai Suara Rakyat Tak Terwakili

Oktober 1, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?