Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 2026

Perkuat Dukungan Moral, Sari Yuliati Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor di Bandung Barat

Maret 15, 2026

Rakor Finalisasi Perpres Ojol Fokus pada Penyempurnaan Kebijakan

Agustus 11, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Transformasi Pendidikan Fondasi Utama Wujudkan Generasi Emas 2045
Nasional

Transformasi Pendidikan Fondasi Utama Wujudkan Generasi Emas 2045

RedaksiBy RedaksiJuni 11, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Wakil Rektor Universitas Paramadina Harry T.Y. Achsan dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Menata Masa Depan: Transformasi Pendidikan Indonesia untuk Generasi Emas” yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: MataParlemen.id)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id- Transformasi pendidikan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Wakil Rektor Universitas Paramadina Harry T.Y. Achsan menegaskan transformasi pendidikan nasional dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Generasi Emas 2045.

Sistem pendidikan tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dalam jumlah besar, tetapi juga mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global.

Penegasan disampaikan Harry T.Y. Achsan dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Menata Masa Depan: Transformasi Pendidikan Indonesia untuk Generasi Emas” yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Harry, Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada 2045, bertepatan dengan satu abad kemerdekaan Republik Indonesia. Pada periode tersebut, sekitar dua pertiga penduduk Indonesia berada pada usia produktif yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertanyaannya bukan apakah Indonesia memiliki cukup penduduk usia produktif, tetapi apakah sistem pendidikan kita mampu mengubah penduduk usia produktif menjadi SDM yang produktif,” kata Harry.

Ia mengingatkan bahwa bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan. Tanpa kualitas pendidikan yang memadai, kondisi tersebut justru dapat berubah menjadi beban sosial dan ekonomi.

Harry mencontohkan sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan China yang berhasil memanfaatkan bonus demografi untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Sebaliknya, negara yang gagal meningkatkan kualitas SDM berisiko kehilangan momentum pertumbuhan.

“Kita masih memiliki waktu sekitar seperempat abad untuk mempersiapkan diri. Jika tidak ditangani dengan baik, bonus demografi bisa berubah menjadi beban demografi,” ujarnya.

Dalam paparannya, Harry menilai Indonesia sebenarnya telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam akses pendidikan tinggi. Ia menyebut peningkatan jumlah lulusan sarjana dan pascasarjana merupakan hasil dari kebijakan negara yang mengalokasikan minimal 20 persen APBN dan APBD untuk sektor pendidikan.

Menurut dia, tantangan pendidikan Indonesia saat ini bukan lagi terletak pada besaran anggaran, melainkan pada peningkatan kualitas SDM, riset, inovasi, serta daya saing nasional.

“Tantangan kita sekarang bukan anggaran lagi. Tantangan kita adalah bagaimana meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan kualitas riset, inovasi, dan daya saing bangsa,” katanya.

Meski demikian, Harry mengakui kualitas pendidikan tinggi Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah yang besar. Berdasarkan data akreditasi perguruan tinggi, hanya sebagian kecil kampus yang masuk kategori unggul, sementara mayoritas masih berada pada kategori baik.

Kondisi tersebut, lanjutnya, tercermin dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi tingkat Asia. Negara-negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia terus menunjukkan peningkatan jumlah universitas yang masuk jajaran terbaik kawasan.

“Malaysia bergerak sangat agresif. Ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi agar mampu bersaing di tingkat regional maupun global,” tutup Harry. (ira)

#Universitas Paramadina Dialektika Demokrasi DPR Harry T.Y. Achsan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP)
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Pratikno Membantah Isu Dirinya Mundur Dari Menko PMK Karena Sakit

Agustus 11, 2026

Gus Ipul Prihatin 1900 Pegawai Kemensos Terindikasi Terlibat Judi Online, 42 Pegawai Terancam Diberhentikan

Agustus 11, 2026

Mentan : Reformasi Sektor Pertanian Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Agustus 11, 2026
Berita Terkini

Sahroni Minta Polri Usut Dalang Di Balik Industri Penyebaran Hoaks Di Medsos

Agustus 11, 20261 Views

Komisi III DPR Akan Kawal Tuntas Kasus Kematian WL di Medan, Minta Polisi Profesional

Agustus 11, 20262 Views

Dasco Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Menteri dan KPA, Bahas Penyelesaian Konflik Agraria yang Mendesak Dituntaskan

Agustus 11, 20261 Views

Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD untuk Rakyat, Hadirkan Penerima Manfaat Hingga Teladan

Agustus 11, 20260 Views

Pemerintah Luncurkan Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran, Hadirkan Layanan Publik Terintegrasi

Agustus 11, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 202629 Views

Sejumlah Tokoh Dorong Sejarah Perjuangan Pendirian Kabupaten Kepulauan Meranti Dibukukan

Agustus 8, 202612 Views

KWP Minta Anggota DPR Deddy Sitorus Minta Maaf Atas Pernyataan Diduga Menghina Profesi Wartawan 1X24 Jam

Juli 30, 20268 Views
Pilihan Editor

Sahroni Minta Polri Usut Dalang Di Balik Industri Penyebaran Hoaks Di Medsos

Agustus 11, 2026

Komisi III DPR Akan Kawal Tuntas Kasus Kematian WL di Medan, Minta Polisi Profesional

Agustus 11, 2026

Dasco Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Menteri dan KPA, Bahas Penyelesaian Konflik Agraria yang Mendesak Dituntaskan

Agustus 11, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?