Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Pemilihan Ketum PBNU Dan Rais Am Dijadwalkan Minggu Malam

Agustus 30, 2026

DPR RI Memasuki HUT ke-81, Pesan Dasco: Teguhkan Komitmen Menjaga Demokrasi dan Merawat Persatuan

Agustus 30, 2026

Muktamar Ke-35 NU Sepakat Larang Ketum Dan Rais Aam Rangkap Jabatan

Agustus 29, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Hilman Mufidi Minta Pengawasan PIP Diperkuat untuk Cegah Pungli
DPR

Hilman Mufidi Minta Pengawasan PIP Diperkuat untuk Cegah Pungli

RedaksiBy RedaksiMaret 10, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota Komisi X DPR, Muhammad Hilman Mufidi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Anggota Komisi X DPR, Muhammad Hilman Mufidi meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pengawasan dalam implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) guna mencegah praktik pungutan liar (pungli) yang merugikan masyarakat.

“Kemendikdasmen harus meningkatkan pengawasan agar program ini benar-benar tepat sasaran,” kata Hilman di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Menurut Hilman, hingga kini pemerintah dinilai belum menunjukkan langkah tegas dalam menindak dugaan praktik pungli yang disebut-sebut terjadi dalam proses penyaluran bantuan pendidikan tersebut.

“Informasi tentang adanya pungutan liar dalam Program Indonesia Pintar ini memang telah lama terdengar. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tindakan tegas dan tuntas dari kementerian untuk menyikat oknum-oknum tersebut. Ini sangat merugikan masyarakat miskin yang seharusnya dibantu, bukan malah diperas,” kata dia.

Baca juga:

Misbakhun: MBG Pakai Dana Pendidikan Itu Strategi Cerdas, Layak Diapresiasi

Hilman menilai penguatan pengawasan dapat dilakukan melalui berbagai langkah, salah satunya dengan memberikan pendampingan intensif kepada calon penerima PIP.

“Salah satu solusinya adalah memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan intensif terhadap calon penerima PIP,” ujar Hilman.

Ia menjelaskan bahwa salah satu celah terjadinya pungli dalam program tersebut adalah rendahnya literasi administrasi di kalangan penerima bantuan.

Banyak orang tua siswa yang belum memahami prosedur pencairan dana PIP sehingga mudah terjebak pada jasa perantara atau oknum yang menjanjikan kemudahan proses dengan meminta imbalan tertentu.

Menurut Hilman, kondisi tersebut membuat masyarakat rentan menjadi korban pungli karena mereka menyerahkan seluruh proses administrasi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Penerima maupun orang tua sering kali tidak tahu tahapan administrasinya. Akhirnya, mereka menyerahkan prosesnya kepada oknum yang berpotensi melakukan pungli. Jika ada pendampingan resmi dari pemerintah daerah atau dinas terkait, potensi pungli ini bisa ditekan habis,” katanya.

Legislator dari Jawa Timur itu juga menyoroti terus meningkatnya jumlah penerima PIP setiap tahun. Pada 2023, tercatat sebanyak 18,10 juta siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK menerima bantuan tersebut. Jumlah itu meningkat menjadi 18,59 juta siswa pada 2024 dan 18,60 juta siswa pada 2025.

Dengan jumlah penerima yang sangat besar, Hilman menilai pengawasan manual tidak lagi memadai. Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat digitalisasi sistem penyaluran dan pengawasan program.

“Kami terus mendorong transparansi program ini dengan penguatan digitalisasi karena dengan jumlah penerima yang mencapai belasan juta jiwa, pengawasan manual saja tidak akan cukup,” kata Hilman.

Ia berharap penguatan pengawasan dan transparansi dapat memastikan Program Indonesia Pintar benar-benar membantu siswa dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terbebani praktik pungutan liar. (ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

9 Ulama Terpilih Menjadi Anggota AHWA Untuk Memilih Rais Aam Dan Ketum PBNU 2026 – 2031

Agustus 30, 2026

Bamsoet Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026

Agustus 30, 2026

DPR RI Memasuki HUT ke-81, Pesan Dasco: Teguhkan Komitmen Menjaga Demokrasi dan Merawat Persatuan

Agustus 30, 2026
Berita Terkini

9 Ulama Terpilih Menjadi Anggota AHWA Untuk Memilih Rais Aam Dan Ketum PBNU 2026 – 2031

Agustus 30, 20262 Views

Bamsoet Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026

Agustus 30, 20260 Views

DPR RI Memasuki HUT ke-81, Pesan Dasco: Teguhkan Komitmen Menjaga Demokrasi dan Merawat Persatuan

Agustus 30, 20263 Views

Gus Ipul : Kericuhan Muktamar NU Ke-35 Mereda Itulah NU

Agustus 30, 20260 Views

Muktamar NU Memanas Massa Minta Kyai Sepuh Evaluasi Pimpinan Sidang Terkait Masa Iddah Jabatan Politik 

Agustus 30, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi I DPR Dukung Tidak Adanya Larangan Hijab di Unhan dan Mendorong Konsistensi Penerapannya

Agustus 24, 2026121 Views

Soroti Masih Adanya Pembelajaran di Tenda, Hetifah: Perlu Percepatan Revitalisasi Sekolah

Februari 20, 202616 Views

Pimpinan DPR Terima Aspirasi Rakyat Pati : RUU Perampasan Aset, Masalah Nelayan ,Kekerasan Seksual

Agustus 24, 202613 Views
Pilihan Editor

9 Ulama Terpilih Menjadi Anggota AHWA Untuk Memilih Rais Aam Dan Ketum PBNU 2026 – 2031

Agustus 30, 2026

Bamsoet Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026

Agustus 30, 2026

DPR RI Memasuki HUT ke-81, Pesan Dasco: Teguhkan Komitmen Menjaga Demokrasi dan Merawat Persatuan

Agustus 30, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?