Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Bambang Purwanto : Potensi Kesenjangan Antara Kota Dan Desa Ancam Regenerasi Petani

September 22, 2026

BAKN Kunjungi Telkom, Dorong Penguatan Transparansi, Akuntabilitas & Tata Kelola BUMN

Juli 10, 2026

DPR Gerak Cepat Tangani Aduan Konflik Agraria, Pekan Depan Gelar Raker Libatkan Lintas Komisi

Juni 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Panic Buying BBM, Ateng Sutisna Ungkap Lemahnya Logistik Rantai Pasok Energi Nasional
DPR

Panic Buying BBM, Ateng Sutisna Ungkap Lemahnya Logistik Rantai Pasok Energi Nasional

RedaksiBy RedaksiMaret 10, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS Ateng Sutisna (Foto: istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS Ateng Sutisna menilai kejadian antrean panjang dan fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah seperti Aceh Tengah dan Banda Aceh mengungkap persoalan struktural dalam sistem ketahanan energi nasional.

Menurutnya, peristiwa tersebut memberikan studi kasus empiris mengenai kegagalan manajemen komunikasi publik di sektor energi.

Fenomena panic buying tidak muncul dari ruang hampa, melainkan akibat ketidakseimbangan informasi (information asymmetry) dan hilangnya kepercayaan sesaat masyarakat terhadap jaminan pasokan negara.

“Kejadian ini membuka fakta lain, adanya defisit infrastruktur storage BBM nasional serta kelemahan pada mekanisme logistik dan rantai pasok energi kita,” ujarnya.

Baca juga:

Rachmat Gobel: Pemerintah Harus Terbuka soal Kondisi Stok BBM

Ia menjelaskan, meskipun sistem operasional distribusi Pertamina terbukti cukup resilient dalam memastikan pasokan BBM di tingkat ritel, kegaduhan publik terkait pernyataan ketersediaan stok BBM selama 21 hari menjadi penanda adanya kerentanan pada level makro infrastruktur energi nasional.

Menurutnya, negara dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa yang tingkat konsumsi energi hariannya sangat besar, namun hanya memiliki daya tampung cadangan BBM kurang dari satu bulan, menunjukkan adanya ketertinggalan investasi infrastruktur penyimpanan energi.

Kerentanan tersebut semakin terlihat ketika postur ketahanan energi Indonesia dibandingkan dengan standar global. International Energy Agency (IEA) menetapkan standar minimum cadangan strategis nasional bagi negara importir minyak sebesar 90 hari konsumsi impor bersih harian.

Sebagai perbandingan, Jepang yang secara geografis juga merupakan negara kepulauan dan memiliki ketergantungan impor energi yang tinggi mampu membangun cadangan BBM strategis hingga mencapai sekitar 254 hari.

“Kesenjangan ini membuat posisi menjadi lebih rentan secara geopolitik dan geoekonomi apabila dihadapkan pada skenario terburuk, misalnya gangguan rantai pasok global atau bahkan blokade,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menjelaskan bahwa sistem pengelolaan pasokan BBM nasional memang tidak dirancang sebagai penyimpanan statis, melainkan sebagai ekosistem inventaris yang sangat dinamis dan terus bergerak.

Pihak Pertamina Patra Niaga juga telah menjelaskan bahwa cadangan energi di kisaran 21–23 hari merupakan level stok operasional normal yang dijaga keberlangsungannya sesuai dengan batas ambang.

Pada beberapa jenis BBM tertentu, ketahanan cadangan logistik bahkan dapat mencapai sekitar 35 hari. Pertamina juga telah mengintegrasikan teknologi digital melalui inisiatif Pertamina Digital Hub yang berfungsi sebagai pusat komando pemantauan rantai pasok energi nasional.

Melalui sistem ini, pergerakan kapal tanker, estimasi waktu kedatangan (Estimated Time of Arrival), serta volume kargo energi dapat dimonitor secara real-time dari berbagai titik distribusi global.

Pada level hilir, sistem ini memungkinkan pemantauan presisi terhadap level inventaris di setiap tangki timbun Terminal BBM hingga ke dispenser di SPBU di seluruh Indonesia.

Namun, mekanisme ini juga memiliki kerentanan apabila terjadi kondisi force majeure, seperti bencana alam atau gangguan transportasi maritim yang menyebabkan kelumpuhan distribusi energi.

“Defisit infrastruktur storage BBM dan masih adanya potensi lemahnya mekanisme logistik serta rantai pasok BBM nasional merupakan persoalan ketahanan energi nasional,” tegasnya.

Ia menilai Komisi XII DPR RI perlu mendorong kebijakan strategis yang memastikan adanya ketersediaan cadangan minimum BBM nasional dengan pembangunan storage strategis di berbagai wilayah, pemanfaatan digitalisasi pengawasan rantai pasok, serta sinkronisasi pembangunan kilang.

“Kita perlu mendorong kebijakan nasional yang memastikan adanya cadangan minimum BBM di dalam negeri, seperti pembangunan storage strategis per wilayah, pemanfaatan bersama infrastruktur penyimpanan dan pengangkutan, digitalisasi pengawasan rantai pasok secara real-time, serta sinkronisasi pembangunan kilang dengan infrastruktur logistik hilir, khususnya untuk wilayah 3T dan daerah rawan bencana,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Indonesia sebenarnya telah memiliki jaringan distribusi BBM yang sangat luas, namun belum sepenuhnya ditopang oleh cadangan wilayah, storage strategis, serta desain logistik yang cukup redundan bagi negara kepulauan yang memiliki tingkat kerentanan geografis tinggi.

Karena itu, kebijakan energi nasional ke depan perlu difokuskan agar berorientasi pada ketahanan energi jangka panjang. (ira)

“Fokusnya ada tiga sasaran, yaitu menambah kapasitas storage BBM nasional, memperkuat resiliensi logistik energi, serta membangun tata kelola stok energi nasional yang lebih disiplin dan terukur,” pungkasnya. (ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

LHKPN Menteri Perindustrian Yang Baru Sarmuji 14,9 M Termasuk Kapal Tanker

Oktober 1, 2026

Threshold 5 Persen Mengancam Partai Baru? Sekjen PRI: Jangan Sampai Suara Rakyat Tak Terwakili

Oktober 1, 2026

Dirjenpas Mashudi Mundur Dari Jabatannya Usai Lapas Mewah Cibinong

Oktober 1, 2026
Berita Terkini

Bamsoet: Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman dan Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional

Oktober 1, 20260 Views

LHKPN Menteri Perindustrian Yang Baru Sarmuji 14,9 M Termasuk Kapal Tanker

Oktober 1, 20260 Views

Threshold 5 Persen Mengancam Partai Baru? Sekjen PRI: Jangan Sampai Suara Rakyat Tak Terwakili

Oktober 1, 20260 Views

Dirjenpas Mashudi Mundur Dari Jabatannya Usai Lapas Mewah Cibinong

Oktober 1, 20260 Views

Presiden Prabowo Resuffle Sejumlah Menteri Dan Pejabat Negara

Oktober 1, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views
Pilihan Editor

Bamsoet: Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman dan Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional

Oktober 1, 2026

LHKPN Menteri Perindustrian Yang Baru Sarmuji 14,9 M Termasuk Kapal Tanker

Oktober 1, 2026

Threshold 5 Persen Mengancam Partai Baru? Sekjen PRI: Jangan Sampai Suara Rakyat Tak Terwakili

Oktober 1, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?