Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Bimtek ke-2 Tahun 2026: Siap Menang dan Raih Kursi DPR RI, Partai Gelora Siapkan Strategi Berbeda

Juni 14, 2026

Libur Sekolah, Legislator PDIP Usul Program MBG Dihentikan Sementara

Juni 14, 2026

Revisi UU Pangan, Titiek Soeharto: Harus Berkeadilan, Berpihak kepada Petani, Nelayan, Peternak, dan Konsumen

Juni 14, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Mahfuz Sidik: Waspadai 5 Dampak Serius Jika Perang Berlarut di Timur Tengah
DPR

Mahfuz Sidik: Waspadai 5 Dampak Serius Jika Perang Berlarut di Timur Tengah

RedaksiBy RedaksiMaret 3, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik mengatakan, konflik yang terjadi antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran sekarang adalah perang sesungguhnya di Kawasan Timur Tengah (Timteng), bukan hanya sekedar serangan militer biasa.

Meskipun Israel dan AS menyebutnya sebagai serangan militer pencegahan (pre-emptive), dan Iran menyebutnya serangan militer pembalasan (retaliation).

“Karena itu, kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pimpinan terasnya, terbukti tidak menyurutkan langkah pembalasan dari militer Iran. Bahkan sasarannya meluas ke basis militer AS di sejumlah negara Teluk,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, Iran diyakini menyiapkan rencana operasi serangan pembalasan berlarut, setelah dua kali serangan militer Israel dan Amerika Serikat tidak berhasil melumpuhkan kekuatan militer Iran.

“Situasi ini perlu diwaspadai. Karena ketika perang ini berlarut maka akan timbul sejumlah dampak besar dan sangat serius,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini.

Baca juga:

Timur Tengah Memanas, Presiden PKS: Jadikan Ramadan Momentum Perdamaian

Dampak pertama adalah kekacauan politik di kawasan Timur Tengah, ketika sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer AS terjebak pada dilema menyikapi serangan pembalasan dari Iran.

Jika negara seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Kuwait membentuk front bersama Israel dan AS untuk menghadapi Iran, maka akan ada resiko domestik penolakan dari warganya.

“Ini berpotensi memicu kekacauan politik domestic,” ujar Mahfuz.

Dampak kedua adalah raibnya perimbangan militer di kawasan. Jika kekuatan militer Iran berhasil dihancurkan, maka akan menyisakan Israel sebagai kekuatan militer dominan di kawasan tersebut.

Sehingga serangan rudal Israel ke wilayah Qatar untuk menyasar delegasi Hamas beberapa waktu lalu, bakal menjadi mimpi buruk terus bagi negara di kawasan ini, karena kejadian tersebut, bisa saja akan terjadi lagi.

“Belum lagi militer Amerika Serikat yang telah melingkari seluruh kawasan tersebut,” katanya.

Dampak ketiga, adanya potensi perluasan agresi militer Israel di kawasan. Selama agresi Israel terhadap Gaza berlangsung selama dua tahun, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dalam beberapa kesempatan secara terbuka telah menafikan konsep solusi dua negara, dan menyuarakan ambisi zionis mewujudkan Israel Raya.

Kehancuran Iran sebagai kekuatan terakhir poros perlawanan terhadap Israel, akan memuluskan ambisi Israel Raya.

“Artinya wilayah negara Libanon, Suriah, Irak, Jordania, Mesir dan Saudi Arabia akan menjadi sasaran agresi militer lanjutan pihak Israel,” tegas Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini.

Dampak keempat, adanya potensi krisis ekonomi dunia yang dipicu terblokirnya jalur pelayaran energi dunia yang melewati Selat Hormuz dan Selat Baab el-Mandab.

Selat Hormuz mencakup 20-30 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Sementara selat Baab el-Mandab di jalur Laut Merah mencakup 12 persen pasokan minyak dan 10-15 persen perdagangan maritim dunia.

“Perang berlarut akan sangat mengganggu rantai pasok energi dunia, dan pada gilirannya memicu krisis ekonomi dunia,” katanya.

Dampak kelima, perang berlarut akan menciptakan perang asimetris baru. Iran dengan jaringan proksi dan penganut syiah yang tersebar di banyak negara dapat dikelola sebagai instrumen perang asimetris baru, untuk melawan kepentingan Israel dan Amerika Serikat di manapun. (ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Bimtek ke-2 Tahun 2026: Siap Menang dan Raih Kursi DPR RI, Partai Gelora Siapkan Strategi Berbeda

Juni 14, 2026

Libur Sekolah, Legislator PDIP Usul Program MBG Dihentikan Sementara

Juni 14, 2026

Pemerintah Didorong Percepat Pengembangan Energi Nuklir

Juni 13, 2026
Berita Terkini

Bimtek ke-2 Tahun 2026: Siap Menang dan Raih Kursi DPR RI, Partai Gelora Siapkan Strategi Berbeda

Juni 14, 202619 Views

Libur Sekolah, Legislator PDIP Usul Program MBG Dihentikan Sementara

Juni 14, 202622 Views

Revisi UU Pangan, Titiek Soeharto: Harus Berkeadilan, Berpihak kepada Petani, Nelayan, Peternak, dan Konsumen

Juni 14, 202624 Views

KUHP Baru Beri Instrumen Hukum Lebih Kuat untuk Menindak Mafia Tanah

Juni 13, 202618 Views

Pemerintah Didorong Percepat Pengembangan Energi Nuklir

Juni 13, 202619 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Revisi UU Sisdiknas: Kesejahteraan Guru dan Dosen Jadi Perhatian Utama

Juni 12, 20264 Views

Sinergi Pers dan BUMN, KWP – BNI Sukseskan Gerakan Peduli Pendidikan

Juni 11, 20263 Views

Transformasi Pendidikan Fondasi Utama Wujudkan Generasi Emas 2045

Juni 11, 20263 Views
Pilihan Editor

Bimtek ke-2 Tahun 2026: Siap Menang dan Raih Kursi DPR RI, Partai Gelora Siapkan Strategi Berbeda

Juni 14, 2026

Libur Sekolah, Legislator PDIP Usul Program MBG Dihentikan Sementara

Juni 14, 2026

Revisi UU Pangan, Titiek Soeharto: Harus Berkeadilan, Berpihak kepada Petani, Nelayan, Peternak, dan Konsumen

Juni 14, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?