MataParlemen.id-Indonesia keluar jadi runner up Piala Asia Futsal 2026. Meski gagal juara, tim asuhan Hector Souto tetap menorehkan sejarah baru.
Indonesia kalah dramatis dari Iran di final Piala Asia Futsal 2026. Bermain di Indonesia Arena, Sabtu (7/2/2026), tim Merah Putih kalah adu penalti.
Bermain apik sejak babak pertama, bahkan sempat unggul 3-1, Indonesia bisa dikejar Iran. Tim Melli kemudian bisa memaksakan skor imbang 4-4 di babak kedua, dan lanjut ke babak tambahan.
Di babak tambahan, Indonesia dan Iran kembali sama kuat 5-5 usai saling berbalas gol. Di babak adu penalti, Indonesia kalah usai dua penendangnya, Dewa Rizki dan Israr Megantara, gagal menceploskan bola ke gawang Iran.
Indonesia harus puas menjadi runner up Piala Asia Futsal 2026. Meski begitu, torehan ini menjadi sejarah baru.
Posisi runner up menjadi capaian terbaik Indonesia sepanjang sejarah ikut serta Piala Asia Futsal. Sebelumnya Indonesia bahkan cuma mentok di perempatfinal.
Hasil runner up juga sudah menunjukkan progres luar biasa Ahmad Habibie dkk. Setelah juara Piala AFF 2024 dan SEA Games 2025, finis kedua di Piala Asia sudah memperlihatkan Timnas Futsal Indonesia naik kelas.
Rasa Bangga
Sementara itu, Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyampaikan rasa bangga yang besar usai membawa skuad Garuda menjadi runner-up Piala Asia
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyampaikan rasa bangga yang besar usai membawa skuad Garuda menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026. Meski gagal meraih gelar juara, pencapaian ini dinilai sebagai hasil kerja keras dan perkembangan signifikan tim.
Souto mengawali pernyataannya dengan memberikan apresiasi kepada para pemain yang dinilainya telah tampil luar biasa. Dia menegaskan bahwa Mochammad Iqbal dan kawan-kawan telah bekerja keras bersamanya dalam waktu yang lama.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada pemain kami yang sudah melakukan pekerjaan hebat. Mereka sudah bekerja lama dengan saya,” ujar Souto selepas laga final Indonesia kontra Iran di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/12/2026).
Pelatih asal Spanyol itu menyebut perjalanan Timnas Futsal Indonesia hingga ke partai puncak sebagai hasil yang luar biasa dan sulit dipercaya. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk memenangkan laga final, baik di waktu normal, perpanjangan waktu, hingga adu penalti.
“Tim ini sulit dipercaya. Hari ini kami mencapai final dan punya kesempatan untuk menang dalam 45 menit, extra time, hingga adu penalti,” katanya.
Souto juga menyinggung bahwa pencapaian Indonesia mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk negara lain. Dia menilai para pemain menunjukkan perkembangan pesat sepanjang turnamen, meski masih ada kesalahan yang terjadi di lapangan.
“Mungkin tidak ada yang percaya. Saya rasa semua negara mendukung kami. Pemain berkembang banyak. Ada banyak kesalahan, tapi saya tidak mau membahas kesalahan,” sebutnya.
Sebaliknya, Souto memilih menyoroti aspek positif, khususnya keberhasilan Timnas Futsal Indonesia mencetak lima gol ke gawang Iran di laga final.
“Yang ingin saya bahas adalah cara kami menjebol gawang Iran lima kali,” terang Suoto.
Menutup pernyataannya, Hector Souto kembali menegaskan kebanggaannya terhadap Timnas Futsal Indonesia dan apa yang telah dicapai dalam turnamen bergengsi tersebut. “Untuk Indonesia, saya bangga,” jelasnya.
Seperti diketahui, Timnas Futsal Indonesia menjadi runner-up setelah kalah 4-5 dalam babak adu penalti, usai bermain imbang 5-5 hingga extra time. (ira)


