Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Terima Aspirasi Asosiasi MRP, DPD RI Dorong Evaluasi Keamanan dan Kesejahteraan di Tanah Papua

April 10, 2026

Komisi IX DPR Desak Pekerja Miskin Dapat Jaminan Ketenagakerjaan

April 10, 2026

Rudianto Lallo Apresiasi Jaksa Agung Setor Rp11,42 Triliun ke Negara

April 10, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » DPD RI Dorong Perluasañ Ekonomi Kreatif Kampung Batik Mataram Berbasis Identitas Lokal
Peristiwa

DPD RI Dorong Perluasañ Ekonomi Kreatif Kampung Batik Mataram Berbasis Identitas Lokal

RedaksiBy RedaksiJanuari 10, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Senator DPD RI asal Nusa Tenggara Barat, Mirah Midadan Fahmid, menyambut positif target Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Mataram untuk memperluas Kampung Batik pada tahun 2026.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya strategis dalam memperkuat ekonomi kreatif sekaligus menjaga identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi dan persaingan produk global.

“Keberhasilan rintisan Kampung Batik di Kecamatan Selaparang dan Kecamatan Mataram menjadi fondasi penting bagi pengembangan sentra batik di wilayah lain. Produksi yang sudah berjalan, keterlibatan perajin lokal, menunjukkan bahwa batik khas Mataram memiliki potensi ekonomi nyata jika dikelola secara konsisten dan terarah,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan agar perluasan tidak hanya berorientasi pada kuantitas lokasi, melainkan juga kualitas produksi dan kesinambungan usaha para perajin.

“Konsep Kampung Batik yang sederhana namun berbasis komunitas merupakan pendekatan yang tepat, terutama untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara bertahap,” Kata Mirah.

Penempatan perajin di ruang-ruang publik seperti kantor kecamatan dinilainya mampu mendekatkan proses produksi dengan masyarakat.

Sekaligus menjadi ruang edukasi budaya yang hidup. Batik tidak hanya diproduksi, tetapi juga diperkenalkan sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan lokal.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan sebagaimana direncanakan Dekranasda pada 2026.

Pembentukan wadah resmi bagi Kampung Batik dianggap krusial untuk menjamin keberlanjutan program, memperkuat koordinasi antarperajin, serta memudahkan akses terhadap pembiayaan, pelatihan, dan pemasaran.

“Tanpa struktur organisasi yang jelas, inisiatif berbasis komunitas berisiko stagnan atau bergantung pada figur tertentu,” Tambah Senator Mirah.

Lebih jauh, Senator Mirah mendorong agar pengembangan Kampung Batik Mataram diiringi dengan pencarian dan penguatan ciri khas batik lokal.

Ia menilai diferensiasi motif, narasi budaya, dan teknik produksi akan menjadi kunci daya saing, mengingat batik dari berbagai daerah di Indonesia sudah sangat beragam.

Batik khas Mataram, menurutnya, harus mampu menampilkan kekayaan simbol budaya, alam, dan nilai-nilai lokal yang membedakannya dari daerah lain.

“Saya melihat program ini sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi kreatif daerah yang berkelanjutan. Saya mengajak pemerintah daerah, Dekranasda, pelaku usaha, dan dunia pendidikan untuk berkolaborasi, termasuk dalam hal peningkatan kapasitas perajin, desain produk, hingga pemanfaatan platform digital untuk pemasaran,” kata Senator NTB tersebut.

Senator Mirah menegaskan bahwa pemberdayaan batik lokal bukan semata soal ekonomi, tetapi juga investasi sosial dan budaya jangka panjang.

“Ketika masyarakat terlibat langsung dalam produksi dan pelestarian budaya, maka nilai tambah yang dihasilkan tidak hanya berupa pendapatan, tetapi juga rasa memiliki dan kebanggaan terhadap daerah,” ujarnya.

Ia berharap perluasan Kampung Batik pada 2026 benar-benar mampu memperluas manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai daerah yang kaya budaya dan kreatif di tingkat nasional. (ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Rudianto Lallo Apresiasi Jaksa Agung Setor Rp11,42 Triliun ke Negara

April 10, 2026

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Ada Upaya Gulingkan Prabowo Secara Inkonstitusional

April 10, 2026

Ahmad Sahroni Jadi Korban Pemerasaan Oknum Pegawai KPK Gadungan, Ngaku Bisa Urus Perkara

April 10, 2026
Berita Terkini

Rudianto Lallo Apresiasi Jaksa Agung Setor Rp11,42 Triliun ke Negara

April 10, 20263 Views

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Ada Upaya Gulingkan Prabowo Secara Inkonstitusional

April 10, 20264 Views

Ahmad Sahroni Jadi Korban Pemerasaan Oknum Pegawai KPK Gadungan, Ngaku Bisa Urus Perkara

April 10, 20263 Views

Rencana Pajaki Pedagang Online, Komisi VI DPR Minta Jangan Sampai Bebani Pelaku Usaha Kecil!

April 10, 20264 Views

Komisi IX DPR Desak Pekerja Miskin Dapat Jaminan Ketenagakerjaan

April 10, 202613 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi IX DPR Desak Pekerja Miskin Dapat Jaminan Ketenagakerjaan

April 10, 202613 Views

Rachmat Gobel Pastikan Investasi Jepang di Indonesia Tidak Main-Main

April 5, 20267 Views

Terima Aspirasi Asosiasi MRP, DPD RI Dorong Evaluasi Keamanan dan Kesejahteraan di Tanah Papua

April 10, 20265 Views
Pilihan Editor

Rudianto Lallo Apresiasi Jaksa Agung Setor Rp11,42 Triliun ke Negara

April 10, 2026

Hashim Djojohadikusumo Ungkap Ada Upaya Gulingkan Prabowo Secara Inkonstitusional

April 10, 2026

Ahmad Sahroni Jadi Korban Pemerasaan Oknum Pegawai KPK Gadungan, Ngaku Bisa Urus Perkara

April 10, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?