MataParlemen.id- Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi beserta jajarannya di Gedung DPR RI. Dalam acara yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto itu, PM Modi mengungkap festival Bali Jatra terkait kedekatan hubungan antara India dengan Indonesia.

“Namaskar. Selamat Siang! Merupakan kebahagiaan yang sangat besar bagi saya untuk berada di antara sahabat sejati saya. Sebuah kehormatan besar bagi saya untuk berdiri di hadapan Anda hari ini,” kata PM India, Narendra Modi.

Penegasan disampaikan PM Modi saat menyampaikan pidato di hadapan anggota DPR RI di Ruang Pustaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Selain Presiden Prabowo, acara ini juga dihadiri Wapres Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran Kabinet Merah Putih.

PM Modi menambahkan, India dan Indonesia juga berbagi sejarah. Ia menyebut India-Indonesia terhubung melalui warisan Ramayana dan Mahabharata, sampai tradisi ilmu pengetahuan Nalanda.

“Melalui Wayang, tarian, dan musik. Melalui monumen-monumen megah seperti Borobudur dan Prambanan. Melalui Garuda, simbol nasional Indonesia. Melalui semangat festival Bali Jatra,” ungkap PM Modi.

Baca juga:

Mengutip wikipedia, istilah Bali Jatra berasal dari bahasa Odia (bahasa daerah di negara bagian Odisha, India) dan bahasa Sanskerta. Bali Jatra (secara harfiah berarti “Perjalanan ke Bali”) adalah festival maritim tahunan dan pameran dagang akbar yang diadakan di negara bagian Odisha, India. Acara ini memperingati hubungan sejarah dan perdagangan kuno selama 2.000 tahun antara Kerajaan Kalinga kuno (negara bagian Odisha saat ini) dengan Nusantara (termasuk Bali, Jawa, dan Sumatra).

PM Modi juga menyinggung soal laut yang menjadi simbol jarak dan pemisah bagi banyak bangsa.

“Namun bagi India dan Indonesia, laut tidak pernah mewakili perpisahan. Laut selalu menjadi jembatan. Laut berada di pusat masa depan kita bersama. India, Indonesia, dan Samudra Hindia itu sendiri menjadi saksi atas hubungan mendalam kita,” ujarnya.

“Dan jika bicara soal makanan, sulit untuk memutuskan apakah kerupuk atau papad yang lebih renyah! Namun satu hal yang pasti, baik masala maupun bumbu sama-sama memberikan rasa pada kehidupan kita,” imbuhnya berkelakar.

Menurut PM Modi, ia berkunjung ke DPR RI sebagai perwakilan dari 1,4 miliar rakyat India.

“Sebagai warga negara yang beruntung dari Ibu Demokrasi, saya membawa salam hangat dari setiap warga India,” tuturnya.

“Saya dengan tulus berterima kasih kepada Ketua Dewan yang Terhormat atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berpidato di hadapan Sidang Dewan yang mulia ini. Saya menyampaikan salam tulus saya kepada seluruh Anggota Dewan yang Terhormat,” lanjut PM Modi.

PM Modi pun mengatakan, saat ini India dan Indonesia berdiri bersama di sebuah momen penentu dalam sejarah. Ia menyebut seperempat pertama abad ini telah berlalu di mana 25 tahun ke depan pun akan menjadi masa yang krusial bagi kedua bangsa.

“Berdiri di tanah Indonesia yang hebat ini, saya membawa keyakinan akan masa depan kita bersama. Saya datang dengan keyakinan bahwa bersama-sama, India dan Indonesia dapat menanamkan energi baru bagi kemanusiaan,” ujarnya.

Ketika 1,4 miliar masyarakat India dan 290 juta masyarakat Indonesia melangkah maju bersama melalui upaya bersama, kata PM Modi, dunia akan menyaksikan lahirnya babak baru dalam sejarah.

“India adalah bangsa yang dituntun bukan oleh ekspansionisme, melainkan oleh pembangunan. Itulah mengapa di India kami mengatakan: Sabka Saath, Sabka Vikas – Bersama semua, pembangunan untuk semua,” jelas PM Modi. (har)

Share.
Exit mobile version