Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Pencarian 5 Jurnalis Dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Resmi Dihentikan

September 17, 2026

Golkar: Sistem Multipartai Sederhana Kunci Presidensial Efektif

Februari 1, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Pernikahan Langgeng Kuncinya Ada Ditangan Istri ?
Ragam

Pernikahan Langgeng Kuncinya Ada Ditangan Istri ?

RedaksiBy RedaksiAgustus 8, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Banyak pasangan memilih bertahan dalam pernikahan atau memilih menghindari perceraian meski sudah tidak lagi merasa bahagia. Alasannya beragam, mulai dari demi anak, keluarga besar, hingga tekanan sosial. Namun sejumlah penelitian mengungkap, mempertahankan hubungan yang penuh konflik dalam jangka panjang dapat berisiko pada kesehatan mental dan fisik.

Kunci Pernikahan Langgeng dalam Studi Ada di Tangan Istri, Kok Bisa?

Pernikahan sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari dukungan emosional hingga harapan hidup yang lebih panjang. Namun para peneliti menekankan, manfaat tersebut lebih banyak ditemukan pada hubungan yang sehat dan suportif. 

Sebaliknya, pernikahan penuh konflik, ketegangan, atau ketidakpuasan berkepanjangan justru dapat menjadi sumber stres kronis.

Temuan ini membuat para ahli semakin fokus mengkampanyekan kualitas hubungan, bukan sekadar mempertahankan status pernikahan.

Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Abnormal Psychology oleh Kimmo Whisman menemukan bahwa individu yang mengalami tekanan serius dalam pernikahan memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, gangguan kecemasan, hingga masalah psikologis lainnya.

Data Kesehatan Mental Remaja Indonesia Mengkhawatirkan

Ketika konflik rumah tangga terjadi terus-menerus tanpa penyelesaian yang sehat, tubuh dan pikiran berada dalam kondisi siaga dalam waktu lama. Situasi ini dapat memicu stres berkepanjangan yang pada akhirnya memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang.

Dalam Journal of Marriage and Family juga menyebutkan adanya hubungan yang konsisten antara kualitas pernikahan dan kesejahteraan mental. Semakin rendah kualitas hubungan, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami stres, depresi, dan penurunan kepuasan hidup.

Pengaruh pernikahan yang tidak bahagia ternyata tidak berhenti pada kesehatan mental. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konflik rumah tangga kronis juga dapat memengaruhi kondisi fisik seseorang.

Dalam ulasan ilmiah yang diterbitkan di Psychological Bulletin, peneliti Janice Kiecolt-Glaser dan Tamara Newton menjelaskan bahwa hubungan pernikahan yang buruk berkaitan dengan meningkatnya stres fisiologis, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan Physiology and Behavior menemukan bahwa konflik pasangan dapat memengaruhi tekanan darah, hormon stres seperti kortisol, hingga proses peradangan dalam tubuh. Jika berlangsung bertahun-tahun, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Alasan yang paling sering dikemukakan pasangan untuk tetap bertahan dalam pernikahan yang tidak bahagia adalah anak. Banyak orang tua khawatir perceraian akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak.

Namun sejumlah psikolog keluarga menilai bahwa kualitas lingkungan rumah juga perlu dipertimbangkan. Anak yang tumbuh dalam suasana penuh pertengkaran, ketegangan, atau sikap saling bermusuhan dapat mengalami tekanan emosional yang tidak kalah besar.

Lingkungan yang bahagia dan positif, berdampak positif juga untuk perkembangan anak-anak. Sebaliknya, kondisi yang penuh ketegangan, berpotensi memberi efek negatif pula kepada anak. Anak tentu dapat merasakan situasi di dalam rumah, apa yang terjadi kepada orang tuanya, meskipun orang tua menghindari bertengkar di hadapan anak-anaknya.

Banyak studi menunjukkan bahwa hubungan yang hangat, stabil, dan suportif dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan fisik maupun mental.

Namun ketika hubungan berubah menjadi sumber stres yang berlangsung terus-menerus tanpa perbaikan, dampaknya dapat dirasakan tidak hanya oleh pasangan, tetapi juga oleh anak dan lingkungan keluarga secara keseluruhan.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Cara Mudah Membersihkan Kerak Teko Listrik Aman Di Rumah

Agustus 15, 2026

Rambut Beruban Di Usia Muda , Ini Faktor Penyebabnya :

Agustus 15, 2026

Minyak Peppermint Mampu Turunkan Tekanan Darah Pengindap Hipertensi Ringan

Agustus 9, 2026
Berita Terkini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20261 Views

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 20260 Views

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 20260 Views

Mendagri-Menteri PKP Bahas Rencana Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Produksi Genteng di Jawa Barat

September 30, 20260 Views

Qodari Bantah Bakom Kelola Anggaran Iklan Media Rp 60 Miliar

September 30, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 2026

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?