Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 2026

Komisi VII Pertimbangkan Perizinan Satu Pintu Untuk Kawasan Industri

Oktober 6, 2026

Indonesia Juara FIFA ASEAN CUP 2026 Kalahkan Thailand Skor 4-2

Oktober 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Perjuangan Kesetaraan Perempuan Bukan Isu Sektoral Tetapi Agenda Peradaban Bangsa
MPR

Perjuangan Kesetaraan Perempuan Bukan Isu Sektoral Tetapi Agenda Peradaban Bangsa

RedaksiBy RedaksiAgustus 21, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa perjuangan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan bukanlah isu sektoral semata, melainkan sebuah agenda peradaban bangsa yang harus menjadi gerakan bersama.

Pernyataan itu disampaikan Lestari dalam Focus Group Discussion bertema Memperkuat Representasi Perempuan dalam Revisi Undang-Undang Pemilu yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) di Jakarta, Kamis (20/8).

Lestari menilai, meskipun telah ada kemajuan, berbagai hambatan struktural dan kultural masih menghadang kemajuan perempuan Indonesia.

Rerie, sapaan akrab Lestari, menyebut fenomena ini sebagai ‘tembok kaca’ yang membutuhkan keberanian luar biasa untuk didobrak.

Rerie mengungkap sejumlah data yang menggambarkan ketimpangan yang terjadi saat ini. Antara lain, terkait keterwakilan politik perempuan.

Meskipun ada kebijakan afirmasi 30% calon legislatif perempuan, jelas Rerie, komposisi perempuan di DPR RI saat ini baru mencapai 21,9%.

Partai NasDem yang telah menempatkan lebih dari 30% caleg perempuan dalam tiga pemilu terakhir pun masih menemui kendala di lapangan.

Ia menyoroti kesulitan dalam mencari kader perempuan yang siap maju di dunia politik karena belum mendapatkan izin atau dukungan penuh dari keluarga.

“Sulit sekali mencari perempuan yang siap. Ada yang bersedia, tapi belum bisa diterima oleh lingkungan. Suaminya siap, keluarganya tidak memberikan izin,” ungkap Rerie.

Selain itu, ujar Rerie, ketimpangan juga terjadi di sektor ketenagakerjaan dengan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan yang hanya sekitar 55%, jauh di bawah laki-laki yang mencapai 84%.

Dari sisi perlindungan kerja, tambah dia, sekitar 61% perempuan masih bekerja di sektor informal yang minim perlindungan dan jaminan sosial, serta upah yang lebih rendah daripada laki-laki di posisi yang sama.

Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, persoalan utama bukan terletak pada kapasitas perempuan, melainkan pada struktur sosial yang belum adil dan bias budaya patriarki yang masih mengakar.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu . seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik, untuk menjadikan isu perempuan sebagai sebuah gerakan kebangsaan, bukan sekadar formalitas pemenuhan kuota.

Menurutnya, membela perempuan adalah keharusan untuk memastikan arah masa depan bangsa.

Rerie juga menekankan pentingnya pendidikan dan perubahan pola pikir untuk memberdayakan perempuan agar mampu menentukan jalan hidupnya sendiri, dimulai dari hal-hal kecil seperti pengakuan atas identitas diri.

“Bicara tentang perempuan dan memposisikan perempuan dengan setara, sejatinya kita sedang membangun peradaban bangsa yang lebih baik di masa depan,” pungkas Rerie.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Bamsoet: Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman dan Pertahanan Mandiri Jadi Kunci Kedaulatan Nasional

Oktober 1, 2026

Ariawan: MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

September 27, 2026

Resmikan Mess MPR di Bandung, Muzani: Bangunan Cagar Budaya Kembali ke Bentuk Aslinya

September 27, 2026
Berita Terkini

Komisi II DPR RI Dorong Ombudsman Perkuat Pelayanan Publik

Oktober 6, 20260 Views

DPR Sahkan RUU Ketenagakerjaan Menjadi Undang-Undang

Oktober 6, 20260 Views

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 20263 Views

Menaker : RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jamin Keadilan

Oktober 6, 20260 Views

Komisi VII Pertimbangkan Perizinan Satu Pintu Untuk Kawasan Industri

Oktober 6, 20262 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20264 Views

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 20263 Views
Pilihan Editor

Komisi II DPR RI Dorong Ombudsman Perkuat Pelayanan Publik

Oktober 6, 2026

DPR Sahkan RUU Ketenagakerjaan Menjadi Undang-Undang

Oktober 6, 2026

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?