MataParlemen.id– Pakar komunikasi politik Bawono Kumoro mengatakan, polemik 4 pulau yang disengketakan antara Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Provinsi Aceh tuntas.
Isu yang berakhir dengan 4 pulau dinyatakan sah milik Aceh bisa terselesaikan dengan cepat karena adanya sosok yang berperan sebagai ‘jembatan komunikasi’. Yakni sosok Wakil Ketua DPR R Bidang Korpol Sufmi Dasco Ahmad.
“Peran Sufmi Dasco Ahmad sebagai jembatan komunikasi politik antara lembaga legislatif dan eksekutif kembali terlihat dalam penuntasan sengketa kepemilikan empat pulau antara Aceh dan Sumatera Utara,” ujar Bawono.
Bawono mengungkit posisi Dasco di partai maupun jabatan di legislatif. Dia menyebut Dasco menempatkan diri dengan proporsional sehingga ketika ada isu, solusi pun cepat tercapai.
“Dengan posisi jabatan politik saat ini sebagai wakil ketua DPR RI dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco telah menempatkan diri secara tepat dan proporsional sebagai jembatan komunikasi DPR RI dan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mencari jalan keluar bagi polemik sengketa kepemilikan empat pulau,” ujar Bawono.
Bawono menyebut peran Dasco saat ini sangat strategis karena menjadi jembatan antara pemerintah dan legislatif. Dia menyebut masalah seperti sengketa 4 pulau memang memerlukan penyelesaian yang cepat.
“Hal itu secara tidak langsung menunjukkan betapa penting dan strategis peran Sufmi Dasco dalam mengakselerasi alur komunikasi lembaga legislatif dan lembaga eksekutif apabila terdapat hal-hal krusial memerlukan solusi jalan keluar secara cepat dan tepat,” ujar Bawono.
Legislator dari Daerah Pemilihan Aceh I Nazaruddin Dek Gam mengapresiasi Prabowo dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dek Gam menceritakan proses yang terjadi sebelum Prabowo memutuskan sengketa 4 pulau antara Sumut dan Aceh.
Dasco, menurut dia, mendatangi MKD DPR dan menyebutkan Pulau Panjang, Pulau Lupan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek akan berada di bawah Aceh.
Dek Gam menyebutkan pertemuan itu juga dihadiri anggota DPR lain, yakni Ketua Komisi III DPR Habiburokhman dan wakil Rano Al-Fath.
“Terima kasih Pak Dasco yang sudah menerima diskusi kita ini dan masukan dari saya. Jadi pertemuan tadi 3 jam sebelum diambil keputusan, itu sangat berarti untuk Aceh. Sebelum tadi diambil keputusan oleh Pak Dasco bersama Mendagri, Dek Gam melakukan pertemuan dan diskusi khusus bersama Pak Dasco. Diskusi tersebut juga dihadiri oleh Pak Habiburokhman, dan Pak Rano dari PKB,” ujar Dek Gam, Selasa (17/6/2025).
“Jadi 3 jam sebelum keputusan, Pak Dasco datang ke MKD, ya kita diskusi bersama beliau dan beliau menyatakan pulau itu akan kembali ke Aceh. Tentu saja saya mengapresiasi kepada Pak Prabowo, dan terima kasih kepada Pak Dasco, yang sudah membantu pulau itu kembali ke Aceh,” kata Dek Gam.
Dasco, menurut Dek Gam, menyampaikan kepada Prabowo agar pulau itu milik Aceh. Karena itu, dia mengapresiasi peran Dasco di balik keputusan Prabowo ini.
“Peran Pak Dasco menyampaikan ke Prabowo agar pulau itu memang milik Aceh,” ujar Dek Gam.
“Saya menyampaikan ke Pak Dasco, (lalu Dasco) menyampaikan ke Pak Prabowo. Jadi terima kasih tentunya ke Pak Dasco, doa kami orang Aceh, mengucapkan terima kasih ke Pak Dasco atas kebaikan beliau, ketegasan beliau membantu pulau itu kembali ke Aceh. Ini semua atas bantuan Pak Dasco,” imbuh anggota Komisi III DPR RI itu
Sebelumnya, pemerintah sudah memutuskan sengketa 4 pulau yang diperebutkan Pemprov Sumatera Utara dan Aceh. Presiden Prabowo Subianto memutuskan 4 pulau itu sah milik Pemprov Aceh.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers Mensesneg Prasetyo Hadi di kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/6/2025). Prasetyo mengatakan berdasarkan dokumen dan data pendukung telah diambil keputusan. Pemerintah mengambil keputusan 4 pulau tersebut sah milik Pemprov Aceh. (*)


